Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
I Love You My Wife


__ADS_3

Arjuna menatap cermin yang ada di depannya. Tuxedo putih sudah membungkus tubuh kekarnya. Hari ini akan menjadi hari yang sangat membahagiakan untuk Arjuna sebab hari ini adalah hari pernikahannya dan Vani.


Tiga hari tanpa kabar tanpa bertemu tentu saja sangat menyiksa untuk Arjuna. Dia begitu merindukan Vani, mengingat hari ini akan menjadi hari terakhir dia merasa tersiksa tanpa Vani, senyum yang begitu cerah senantiasa menemaninya.


"Tuan, Anda sudah siap?" tanya Dika yang sudah berdiri di depan pintu kamar Arjuna.


"Tentu saja sangat siap!" jawabnya lantang.


"Di mana yang lain?" tanya Arjuna saat dia sudah keluar dari kamar hotel, tetapi tak melihat keluarganya.


"Mereka sudah pergi lebih dulu, Tuan."


"Baiklah. Terima kasih sudah banyak membantuku." Dika yang berdiri satu langkah di belakang Arjuna jelas terkejut dan terharu mendengar ucapan Juna, dan semakin terkejut saat Arjuna memeluknya meski hanya sekilas.


"Ayo kita berangkat!" ucap Arjuna lagi bahkan sebelum Dika sempat menanggapi ucapan dan sikapnya sebelumnya.

__ADS_1


Keduanya keluar dari hotel, menaiki mobil yang sudah siap membawa mereka menuju kediaman Vani, dimana seperti permintaan Vani, dia ingin Acara di adakan di sana.


Lima belas menit kemudian, mereka tiba di tujuan. Kehadiran Arjuna tentu saja disambut dengan sangat baik di sana.


"Semangat, Kak!" Aura yang melihat Arjuna, berusaha menyemangati kakaknya yang terlihat tegang dan gugup meski berusaha tenang itu.


Arjuna hanya menanggapi ucapan Aura dengan tersenyum.


Arjuna diiring oleh keluarganya masuk ke dalam rumah Vani yang sudah di hias dengan semua hiasan bernuansa putih yang terlihat begitu indah dan elegant. Arjuna melangkah sembari tersenyum ke arah semua orang, untuk pertama kali senyum itu secara cuma-cuma Arjuna berikan dalam hidupnya membuat semua orang terkejut, tetapi juga senang melihatnya. Semua orang dapat ikut merasakan kebahagiaan yang besar yang Arjuna rasakan.


Arjuna mengedarkan pandangannya menatap setiap sudut ruangan, mencari keberadaan wanita idamannya ya. Di mana Vani? Batinnya yang belum melihat keberadaan Vani.


Juna mulai terlihat gelisah saat belum melihat Vani, tetapi itu hanya sementara, sebab kegelisahan itu berubah menjadi gugup tetapi juga terkagum-kagum saat melihat sosok wanita yang dicintainya perlahan menuruni anak tangga.


Vani diapit oleh kedua sahabatnya. Juna dapat merasakan jika jantungnya berdetak amat kencang saat melihat betapa cantiknya wanita yang sangat dia rindukan dan cintai itu.

__ADS_1


Tatapan keduanya bertemu, tatapan yang dipenuhi dengan kerinduan serta cinta yang mendalam. Arjuna tak henti-hentinya menatap Vani yang nyaris tiba di depannya. Vani yang tak hentinya ditatap oleh Arjuna merasa sangat malu sebab sadar semua orang memperhatikan mereka. Jika dapat berkata maka Vani akan meminta Arjuna untuk berhenti menatapnya.


"Kamu terlihat sangat cantik. I love you, my wife."


Semua orang tertawa dan bersorak sesaat setelah mendengar apa yang Arjuna katakan. Arjuna yang melihat dan mendengar itu terlihat santai, tetapi tidak dengan Vani yang benar-benar merasa malu akan sikap Juna.


Ya Tuhan. Dia benar-benar membuatku malu. Batin Vani.


"Sah dulu, baru istriku, Kak!" sahut Aura membuat semua orang kembali tertawa.


Satu jam berlalu. Dan saat ini Vani dan Arjuna telah sah menjadi pasangan suami istri. Arjuna lagi-lagi membuat Vani merasa sangat malu saat Juna berulang kali mengatakan my wife dengan suara cukup kencang. Mungkin akan terdengar lebay bagi sebagian orang, tetapi itulah kenyataan yang terjadi. Arjuna begitu bangga menyebut Vani sebagai istrinya.


Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan setelah itu mereka semua akan menuju hotel di mana acara resepsi pernikahan yang akan diadakan. Hotel menjadi pilihan keduanya untuk acara resepsi, sebab Arjuna tidak ingin semua tamu sesuka hati masuk ke dalam rumah keluarga mertuanya. Semua itu Arjuna lakukan untuk mengantisipasi semua hal buruk yang mungkin terjadi.


Resepsi pernikahan mereka di adakan dengan begitu meriah dan mengundang banyak orang, sebab itu juga lah Arjuna lebih memilih ballroom hotel sebagai tempat acara resepsi pernikahan mereka.

__ADS_1


Vani terlihat berkaca-kaca menatap semua hal yang terjadi dalam pernikahannya adalah bentuk pernikahan impiannya selama ini. Saat Arjuna bertanya ada apa, saat itu juga air mata Vani mengalir keluar. Vani menghambur masuk ke dalam pelukan Arjuna yang pastinya akan selalu siap menyambutnya. "Terima kasih, suamiku. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu," ucap Vani meluapkan rasa bahagianya.


__ADS_2