
Rizal tertawa sinis melihat ekspresi Alan. Pria itu sebenarnya tidak bersalah, tetapi kebodohannya lah yang membuatnya hancur.
"Kalian berpacaran selama tiga tahun lebih. Hubungan kalian tanpa restu dari orang tuamu, hanya karena Amanda yatim piatu, tapi karena cinta kalian yang kuat, kalian memutuskan tetap menikah meskipun tanpa restu keluargamu. Disini jujur saja kamu patut disebut pria yang berani," ucap Rizal sejenak menarik nafas sebelum kembali melanjutkan ucapannya.
"Beberapa hari setelah menikah kamu mendapatkan pekerjaan ke luar kota, dan dua hari setelahnya kamu mengalami kecelakaan. Saya benar, bukan?" ucap Rizal yang hanya dapat membuat Alan terdiam mendengarnya begitupun tunanganya.
"Kamu kritis, namun tidak meninggal sebab yang meninggal adalah sekretarismu dan seorang pria yang tak di kenal yang turut menjadi korban dalam kecelakanan tersebut. Kamu di bawa ke Singapura, namun sebelumnya keluargamu mengumumkan kematianmu. Membuat Amanda begitu terpuruk dan semakin terpuruk dengan sikap keluargamu yang membuat semuanya seakan kesalahan Manda.
__ADS_1
Tiga bulan setelah koma, kamu sadar tapi mengalami amnesia, dan wanita yang ada di sampingmu, yang menjadi pilihan orang tuamu ini mengambil kesempatan menjaga serta merawatmu. Kamu sadar dan sembuh total setelah satu tahun berada di sana. Keluargamu terus saja mengatakan yang tidak benar pada Amanda yang justru sama sekali tidak bersalah, calon menantuku yang malang itu hanya bisa menahan kesedihannya memendam kerinduanya dan menutup hatinya untuk pria lain sebab mencintai pria bodoh sepertimu. Dia bahkan terus menggantung lamaran putraku karenamu, dia menahan semua cacian dan kebencian dari keluargamu tanpa melawanya hanya karena menghormatimu sebagai suaminya, tapi ternyata semua pengorbanannya sia-sia.
Sekarang tak ada lagi alasan untuk putraku menikahi Amanda, Johan jelas akan menjadi pasangan yang jauh berkali lipat lebih baik darimu. Nikmati hidupmu yang sekarang, teruslah bersandiwara mencintai wanita ini hingga saatnya kamu menyesal karena telah menyia-nyiakan Amanda." Rizal mengungkapkan semua yang diketahuinya.
Tatapan terkejut terlihat jelas dari Alan, begitu juga tunangannya yang sedikit tak terima dengan ucapan Rizal yang berkata Alan hanya bersandiwara mencintainya. Alan masih terdiam, seakan tak bisa menerima semua yang telah di dengarnya dari Rizal. Jika Alan tidak mengenal Rizal, maka dia akan dengan mudah membantah semua itu, tetapi Rizal yang dikaguminya adalah pria yang terkenal unggul dalam banyak hal.
Alan sama sekali tidak menyangka jika Rizal mengetahui semuanya bahkan yang dia sendiri tidak tau. Banyak sekali perbedaan dari ucapan keluarganya dan ucapan Rizal barusan, sangat jauh berbeda. Yang membuat Alan percaya pada keluarganya, karena keluarganya mempunyai bukti atas setiap ucapan mereka, namun Alan juga sangat yakin jika ucapan Rizal tidak mungkin salah sebab seperti yang di katakan Rizal tadi, tidak ada yang tidak bisa dia lakukan. Apalagi hanya mencari informasi tentang keluarganya.
__ADS_1
Apa yang di dengarnya dari Rizal benar-benar membuatnya merasa bimbang, kepalanya terasa akan meledak memikirkan semua yang ada.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya tunangan Alan yang sedari tadi diam setelah di bentak oleh Rizal. Ia merasa cemas melihat wajah Alan yang terlihat memucat.
"Ayo pulang!" Alan bangkit berdiri tanpa menatap tunangannya, berjalan sempoyongan keluar dari restoran menuju mobilnya.
"Sial, kenapa harus berurusan dengan pria tadi? Aku tidak akan melepaskanmu, kamu milikku dan hanya akan menjadi milikku. Akan sia-sia perjuanganku selama ini jika akhirnya kamu kembali pada wanita itu," gumam wanita yang menjadi tunangan Alan menyusul Alan setelah membayar makanan pesanan mereka.
__ADS_1