Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Sejak berpisah dari Vani dan berjanji akan berubah, Johan selalu berusaha untuk menghindar agar tidak bertemu Vani, tetapi sekarang semua berbeda saat perasaannya bukan lagi tertuju untuk Vani. Johan datang ke rumah mantan kekasihnya itu hanya untuk menjemput Manda–istrinya. Wanita yang sudah menggantikan posisi Vani di hatinya.


Manda dan Vani tiba di ruang tamu di mana Johan sudah duduk gelisah di sana. Saat melihat Manda, pria itu langsung berdiri, menghampiri Manda lalu memeluknya. "Maaf aku tidak ada di saat kamu butuhkan," ucap Johan terdengar jelas di telinga Vani yang berdiri tak jauh dari mereka.


Vani tersenyum. Hatinya terasa begitu lega melihat Johan sudah menemukan penggantinya. Tak ada sedikit pun perasaan cemburu di hati Vani saat melihat pria yang pernah dicintainya memeluk Manda.


Aku sangat senang melihat ini semua, Tuhan. Aku selalu percaya selalu ada hikmah dibalik semua kejadian. Sekarang Johan sudah menemukan kebahagiaannya. Terima kasih untuk semua itu. Aku harap mbak Manda segera menyadari perasaannya agar cinta mereka menjadi arah untuk mereka mewujudkan pernikahan yang bahagia. Batin Vani.


Johan masih terus memeluk Manda, yang juga memeluk erat dirinya dengan air matanya yang kembali menetes, entah itu karena kesedihannya atau perasaan harunya atas keberadaan Johan.


"Aku sudah bilang jangan pergi sendiri. Tunggu aku karena aku akan selalu menemanimu." Johan menangkup kedua pipi Manda setelah melepas pelukannya. Tangan yang lembut itu mengusap air mata Manda yang terus keluar. "Jangan menangis, itu menyakitiku," ucapnya dengan begitu lembut mengecup dahi Manda lalu kembali memeluknya.


Johan yang kembali memeluk Manda baru menyadari kehadiran Vani tak jauh dari mereka tengah memperhatikan mereka. Johan melepaskan pelukannya dan terlihat salah tingkah.


"Aku senang melihat kalian," ucap Vani membuat Manda juga baru teringat akan keberadaannya.


"Van," Manda merasa tak enak hati pada Vani.

__ADS_1


"Jangan merasa tak enak padaku, Mbak. Demi Allah aku sangat bahagia melihat kalian bersama," ucap Manda tersenyum menatap keduanya.


"Van, terima kasih sudah menjadi teman terbaik istriku. Aku selalu bangga padamu," ungkap Johan tulus mengatakannya. Tak ada lagi tatapan kagum, kesedihan, cinta atau apa pun itu dari Johan saat menatap Vani dan itu Vani sadari.


Johan yang sekarang ada di depannya adalah pria dewasa yang setia pada wanitanya dan tengah mengkhawatirkan istrinya. Itulah yang menjadi penilaian Vani sekarang.


"Tidak perlu berterima kasih, Jo. Kami berteman, dan teman akan selalu ada untuk temannya," balas Vani.


"Aku akan membawa istriku pulang. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih," ucap Johan lagi.


Vani mendekat pada Manda, Johan yang melihat itu memberikan ruang untuk keduanya. Vani memeluk Manda sembari berbisik. "Mbak, dia mencintaimu. Aku melihat cinta itu dimatanya untukmu. Bukalah hatimu untuknya dan kalian akan menemukan kebahagiaan itu bersama."


Manda masih terdiam menatap Vani setelah pelukan mereka terlepas. Vani melambaikan tangannya sembari tersenyum saat Johan mulai menggandeng tangan Manda, membawa Manda keluar dari rumah Vani.


Diperjalanan pulang, Manda terus saja terdiam, tapi wajahnya merona. Manda terus mengingat ucapan Vani yang mengatakan Johan mencintainya, entah mantra apa yang Vani lakukan, yang jelas saat ini Manda seakan sudah melewati kesedihannya, seakan kejadian buruk yang tadi menimpanya sudah lama berlalu.


Johan yang melihat Manda terus saja terdiam berusaha mencari cara agar dapat membuat istrinya kembali ceria. Johan meminta anak buahnya yang tengah mengemudikan mobil untuk menghentikan mobil dan meninggalkan mereka berdua di dalam mobil untuk bicara.

__ADS_1


"Nda." Suara lembut itu menyadarkan Manda dari lamunannya.


Manda menatap Johan, lalu melihat keberadaan mereka yang tengah menepi di pinggir jalan tanpa kehadiran pria yang tadi menjadi supir mereka. Pria itu tengah berdiri tak jauh dari mobil mereka.


"Ada apa?" tanya Manda bingung.


Johan kembali menangkup kedua pipi Manda agar Manda hanya menatapnya. Tatapan keduanya bertemu. "Apa setelah kejadian ini cinta itu masih untuknya?" tanya Johan membuat Manda terdiam.


Johan sadar mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk mempertanyakan perasaan Manda, tetapi Johan tak bisa menahan diri untuk tidak menanyakan hal itu.


"Jo, apa kamu membenciku setelah apa yang terjadi?" tanya Manda yang justru tidak menjawab pertanyaan Johan.


Johan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak pernah membencimu, bagaimana bisa aku membenci orang yang sangat ku sayangi."


Mata Manda kembali terlihat berkaca-kaca setelah mendengar ucapan Johan. "Apa kamu masih mau menerimaku sebagai istrimu?" tanya Manda pelan, nyaris berbisik.


"Aku mencintaimu," ungkap Johan menjawab pertanyaan Manda.

__ADS_1


__ADS_2