Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Fakta yang Menyakitkan


__ADS_3

"Saat Alan mengalami kecelakaan, Alan terlempar keluar dari mobil, dan ada dua orang korban yang meninggal di tempat. Satu diantaranya sekretaris Alan, dan satu orang lainnya seseorang yang tidak sengaja terkena imbas akibat kecelakaan, seseorang yang tidak di ketahui siapa dan asal usulnya,"


ucap Rizal mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Alan.


"Jadi yang di kuburkan bukan mas Alan? Melainkan orang tersebut?" tanya Amanda cepat yang di anggukkan oleh Rizal.


"Alan selamat, namun dalam keadaan kritis. Keluarga Alan yang menjadi orang pertama yang mengetahui perihal tersebut, dengan cepat membawa Alan ke rumah sakit dan menyembunyikan tentangnya, sebelum akhirnya membawa Alan terbang ke Singapura dan melakukan pengobatan di sana. Mereka juga membuat sandiwara seolah-olah jika Alan telah meninggal. Mereka juga yang sengaja membuatmu terlambat mengetahui perihal kecelakaan tersebut agar kamu tidak melihat jasad orang yang di kuburkan atas nama Alan tersebut," jawab Rizal mengatakan hal yang sama sekali sulit dipercaya ada kejadian seperti itu, terlebih Amanda yang begitu kecewa dengan sikap keluarga Alan.


"Lalu bagaimana dia bisa muncul kembali saat semua orang tau jika dia sudah meninggal?" sahut Renata bertanya.


"Alan mempunyai seorang kakak yang lumpuh total sejak remaja, kamu tau itu?" ucap Rizal bertanya menatap Amanda yang menganggukkan kepala.


"Kedua kakak beradik itu cukup mirip, jadi Mereka bersandiwara seolah-olah Alan adalah Aldo dan Alan setuju akan hal tersebut," ucap Rizal lagi membuat Amanda terperangah mendengarnya.


"Kenapa Mas Alan setuju?" tanya Amanda tak percaya pria yang dia cintai juga menipunya.

__ADS_1


"Alasan utamanya karenamu," jawab Rizal semakin membuat Amanda bingung.


"Alan ingin menjauh darimu, melanjutkan sandiwara keluarganya jika dia sudah meninggal agar kamu tidak mencarinya ataupun berpikir kembali padanya," ucap Rizal menyakitkan hati Amanda yang mendengarnya.


"Kenapa, Pa? Apa salahku? Aku selalu mencintainya, aku menunggunya, tapi kenapa dia tidak ingin aku tau jika dia masih hidup?" tanya Amanda kembali menangis.


"Amanda. Papa yakin jika keluarga Alan sudah mencuci pikirannya agar Alan membencimu, dan wanita yang kamu lihat bersama Alan itu adalah tunangannya," ucap Rizal lagi membuat jantung Amanda seakan berhenti berdetak mendengarnya.


"Wanita itu yang merawat Alan dan menemani Alan di masa-masa sulitnya, mereka merasa berhutang budi pada wanita itu, dan menjadikan pertunangan sebagai penyatuan akan kedekatan mereka yang akhirnya terjalin, apalagi wanita itu anak pejabat tinggi di Singapura," terang Rizal mengatakan semua yang ia ketahui, seperti yang ia katakan, siap tidak siap Amanda harus mendengar semuanya.


"Kamu masih muda, perjalananmu masih sangat panjang. Berhentilah mengejarnya, Nda. Lupakan dia. Jika dia benar mencintaimu, dia pasti akan sepenuhnya percaya padamu, dia pasti akan mencarimu, tapi nyatanya tidak. Lepaskan dia, dan jalani apa yang ada saat ini dengan hati yang ikhlas. Ingat Arsenio dan Neisha membutuhkan ibu yang kuat," ucap Renata berusaha menasehati menantunya.


"Kami sama sekali tidak ingin terlihat mengambil kesempatan dalam kesempitan, Manda. Tapi inilah kenyataannya, kalian sudah punya kehidupan masing-masing. Lupakan apa yang sudah terjadi. Namun kembali lagi semua keputusan ada di tanganmu," sahut Rizal.


Johan yang sedari tadi turut mendengarkan hanya diam. Dia tidak ingin berkomentar karena seperti yang Rizal katakan benar, keputusan ada pada Manda dan apa pun nanti keputusan Manda, dia akan menerimanya.

__ADS_1


Tangis Amanda semakin pecah, ia merasa amat bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang baik seperti keluarga Johan, ia pasti akan melakukan apa yang mereka sarankan, namun sebelumnya ia akan mencoba memperjuangkan hak nya terlebih dahulu. Amanda melepaskan pelukan Renata, menghapus air matanya lalu menatap semua yang ada di sana.


"Pah, Ma. Aku berterima kasih banyak karena kalian sudah begitu baik padaku. Tapi sebelumnya, tolong izinkan aku untuk memperbaiki namaku didepan Alan. Aku ingin dia tahu kebenarannya. Aku ingin tahu apa sebabnya dia seperti itu padaku," ucap Amanda merasa tak enak hati mengatakannya tetapi itulah keputusannya.


"Nda, itu hanya akan menyakitimu!" Johan tak bisa diam membayangkan Amanda disakiti oleh keluarga Alan.


"Itu akan lebih baik, karena itu akan membuatku bisa pergi tanpa membawa beban karena pernah mencintai pria sepertinya," jawab Amanda mantap dengan keputusannya.


"Kamu yakin akan melakukanya?" tanya Rizal menatap serius pada Amanda yang menganggukkan kepalanya.


"Aku akan selalu mendukung semua keputusanmu. Aku akan membersihkan nama baikmu karena aku percaya mereka lah yang bersalah padamu," ucap Johan menatap Amanda yang juga menatapnya.


'Seperti katamu, kita lihat hasilnya nanti. Apa pun itu, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu,' sambung Johan dalam hati.


****

__ADS_1


Maaf banget baru sempat update, di rumah mertua lagi ada acara & sibuknya sebagai menantu pertama taulah gimana. Beneran sulit cari waktu buat santai. 🙏🙏


__ADS_2