Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Dia Wanitaku, Dia Calon Istriku.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Vani hanya diam. Vani masih saja memikirkan apa yang tengah terjadi pada dirinya, apa benar dia sudah mulai menyukai Arjuna? Pertanyaan itu terus saja berputar di benaknya, sebab Vani sama sekali tidak menyangka jika hanya dalam waktu tak sampai dua bulan, dia sudah menyukai pria lain.


"Sayang, ayo!" Vani yang asik melamun baru tersadar jika mereka sudah tiba di tujuan.


Arjuna yang saat ini tengah berdiri di samping pintu mobil yang sudah dia bukakan untuk Vani, merapikan sedikit rambut Vani. Membuat Vani tersenyum padanya lalu keluar dari mobil, dengan menggandeng tangannya.


"Pasti ada banyak awak media," gumam Vani pelan menatap gedung yang saat ini mereka pijaki.


"Itu lebih bagus. Aku senang saat orang-orang membahas tentang kita berdua. Aku ingin semua tahu jika kamu milikku," jawab Arjuna dengan begitu santai.


Sebuah pesta yang berlangsung di Ballroom hotel itu terlihat begitu mewah. Pesta yang dipenuhi oleh tamu undangan yang hadir disana, semuanya terlihat dari kalangan orang-orang berkelas.


Arjuna menyadari kegelisahan Vani saat mereka sudah nemasuki lokasi pesta, dia dengan cepat menggenggam tangan Vani, sembari tersenyum lembut dan berbisik. "Selama ada aku, aku pastikan tidak akan ada yang bisa menyakitimu. Percaya padaku, berusahalah nikmati pesta ini, Sayang."


Vani tersenyum tipis, menganggukkan kepala, Vani berusaha menuruti ucapan Arjuna. Dengan Arjuna yang sama sekali tidak melepaskan tangannya serta selalu menempel padanya, harusnya sudah cukup meyakinkan Vani jika semua akan baik-baik saja, tetapi entah kenapa Vani masih saja merasakan perasaan tak enak yang sulit untuk dijelaskan.


Kehadiran Arjuna Lakeswar di setiap acara benar-benar akan mengalihkan fokus semua orang. Seorang Arjuna yang selama ini terkenal sebagai pengusaha sukses yang siapa pun ingin bisa bekerja sama dengannya. Pengusaha muda yang sukses didalam dan luar negeri itu sebelumnya tidak pernah terdengar kabar tentang kedekatannya dengan seorang wanita, apalagi terlihat bersama seorang wanita.


Setiap kali Arjuna hadir di sebuah acara, orang-orang pasti akan penasaran siapa yang akan menjadi pasangannya, tetapi hanya Dika–sekretarisnya yang terlihat, tak pernah sekali pun seorang wanita bersamanya. Namun, hari ini sangat berbeda. Tentu saja membuat heboh semua orang yang berada di sana, sebagian orang mungkin sudah melihat video tempo hari yang sempat beredar tentang pengakuan Arjuna di sebuah pesta jika dia sudah punya pasangan. Hari ini mereka semua dapat melihat langsung siapa wanita yang berada di samping Arjuna.


Cantik, sederhana, elegant. Tiga kata itu dapat menggambarkan sosok Vani.


Bisik-bisik dari beberapa orang terlihat yang berpikir jika rumor gay selama ini tidak benar. Sebab mereka dapat melihat ketulusan serta tatapan mendamba dari Arjuna pada wanita yang sebagian orang juga mengenalnya sebagai teller cantik.


"Selamat datang, Tuan Arjuna Lakeswara. Terimakasih sudah menyempatkan untuk hadir di acara kami." Pemilik acara dengan ramah menyambut kedatangan Arjuna.


"Terima kasih atas undangannya," balas Arjuna.

__ADS_1


"Tuan, kalau boleh tahu. Siapa wanita yang bersama anda saat ini? Apa dia calon nyonya Arjuna?" tanya istri dari pemilik acara tersebut membuat suasana seketika menjadi hening karena semua orang tentu saja menunggu jawaban dari pertanyaan yang terlontar. Semua orang yang berada disana tentu saja.


"Namanya Stevani. Benar, dia wanitaku, dia calon istriku." Dengan sangat lantang Arjuna berkata, membuat semua dapat dengan jelas mendengarnya.


Arjuna tersenyum menatap Vani yang juga balas tersenyum menatapnya saat Vani sadar jika semua itu tidak akan bisa dibantah, sebab status mereka saat ini memang sebagai pasangan. Meski Vani sendiri tidak yakin pada dirinya dan juga Arjuna akan perasaan mereka yang sebenarnya. Yang jelas kenyamanan adalah poin pertama yang sekarang telah nyata mereka rasakan.


Kebahagiaan yang terpancar, berbanding terbalik dengan seseorang.


Tanpa Vani sadari jika sikapnya tersebut juga sudah memancing kekesalan, kesedihan serta kekecewaan dari seorang pria yang sedari tadi sudah lebih dulu berada disana dan memperhatikan semua gerak-gerik Vani dan Arjuna. Johan juga berada di sana, berusaha menahan semua rasa cemburunya.


"Kami semua berharap akan mendapat undangan pernikahan kalian," sahut seseorang.


"Mereka tidak akan menikah!" Suara Johan terdengar, mengalihkan fokus mereka padanya.


Arjuna merasakan tangan Vani yang mengeratkan pegangannya di lengan Arjuna. Arjuna mengerti yang terjadi dan selalu berusaha menenangkan Vani.


Vani yang merasa takut jika Johan akan membuat masalah, berusaha untuk menyapa Johan, untuk mengalihkan Johan dari pertanyaan orang-orang.


"Hai Jo. Tidak disangka kita bertemu di sini. Di mana istrimu?" ucap Vani melirik sekitarnya mencari keberadaan Amelia.


Seperti sebuah drama yang sedang diputar. Semua orang yang berada disana menonton drama tersebut.


Arjuna yang menjadi salah satu pemerannya hanya diam memperhatikan apa adegan selanjutnya yang akan dilakukan Johan.


"Johan. Di mana Istrimu? Dia tidak ikut kemari?" tanya Vani lagi.


"Kenapa mencariku?"

__ADS_1


Dari arah belakang sana, terlihat Amelia tengah menghampiri mereka. Johan teranat sangat terkejut melihat kehadiran Amelia di sana, sebab sebelumnya Johan hanya datang sendiri.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya bertanya," jawab Vani tersenyum. "Apa kabar?" sambungnya.


"Tidak begitu baik, karena pelakor sedang berkeliaran dalam rumah tangga kami." Jawaban dari Amelia berhasil membuat suasana menjadi tegang, mereka bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalau begitu Anda harus menjaga suami Anda dengan baik!" sahut Arjuna angkat suara melihat tatapan Amelia yang dia tahu tertuju pada Vani.


"Harusnya kalimat itu cocok untuk Anda, Tuan Arjuna!" balas Amelia.


"Tentu saja aku akan menjaga wanitaku dengan sangat baik karena ada banyak sekali pria yang mengagumi kekasihku. Tapi aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutnya dariku, karena dia wanitaku, Stevani Lakeswara."


Jawaban Arjuna berhasil membungkam Johan dan Amelia. Amelia yang berniat mempermalukan Vani justru merasa dipermalukan saat Johan bersikap seakan tidak mengenal dirinya, sekali pun semua tahu mereka telah menikah. Johan mengabaikannya dihadapan semua orang.


"Sayang! Ayo ke sana. Aku haus!" Arjuna mengajak Vani menjauh dari sana, meninggalkan Johan dan Amelia yang saling melempar tatapan tajam.


Johan masih saja merasa tak terima melihat kedekatan Vani dan Arjuna. Pria itu kembali menghampiri mereka, kembali membuat kehadiran mereka menjadi tontonan menarik di sana.


"Apa kalian benar-benar pasangan? Aku merasa kalian hanya bersandiwara," ucapnya.


"Menurutmu seperti itu?" tanya Arjuna meladeni Johan.


"Ya. Tidak ada bukti nyata jika kalian pasangan. Semua bisa saja hanya sandiwara. Mungkin kau melakukan ini hanya untuk memanfaatkan Vani-ku sebagai alat untuk menutupi rumor buruk tentangmu!"


Kata 'Vani-ku' yang diucapkan Johan membuat semua terkejut. Bagaimana bisa Johan berkata seperti itu saat ada Amelia–istrinya di sana.


"Johan!" bentak Amelia.

__ADS_1


__ADS_2