
Beberapa saat kemudian, setelah sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga, menemani Neisha bermain sembari menunggu kedua orang tua Dilan tiba menjemputnya.
"Nah, itu Ayah dan Bunda!" seru Dilan saat mendengar suara deru mobil kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum..." terdengar ucapan salam yang begitu lembut dari arah depan pintu rumah.
"Waalaikumsalam.... Silahkan. Masuk, Van!" jawab Amanda menghampiri Vani dan Juna.
"Hai, Mbak. Kami datang ingin menjemput Dilan pulang. Sekali lagi maaf sudah merepotkan," ucap Vani lembut saat sudah berhadapan dengan Amanda yang menyambut kedatangan mereka.
"Sama sekali tidak merepotkan. Masuklah! Dilan di dalam.," balas Amanda bersikap persis seperti tuan rumah yang baik.
"Bunda!" panggil Arsen menghampiri Vani dan Juna lalu menyalami keduanya.
"Iya, Ar. Kenapa?" ucap Vani bertanya setelah ia dan suaminya duduk di sofa yang tersedia di sana.
__ADS_1
"Kata Papa, nanti saat libur sekolah. Aku boleh ke Jakarta dan liburan ditempat kalian, boleh kan, Bunda, Yah?" ucap Arsen bertanya pada pasangan suami istri yang selalu terlihat harmonis dimanapun berada tersebut.
"Kalau Papamu sudah memberikan izin, tentu saja boleh, Iya kan, sayang?" Juna tersenyum menatap Arsen lalu menatap Vani yang menjawab dengan anggukan kepala. "Boleh dong. Ayah, Bunda dan semua akan merasa senang jika Arsenio datang!" sambungnya membuat wajah Arsen berbinar bahagia mendengarnya.
"Aku sudah tidak sabat menunggu libur sekolah!" ujar Arsen membuat semua orang tertawa, pasalnya bocah kecil itu baru saja bersekolah dan sekarang sudah membahas tentang libur sekolah.
***
Satu tahun berlalu. Mungkin sebagian orang tidak akan percaya dan sebagian orang akan bertanya-tanya tentang Johan dan Amanda jika tau apa yang sebenarnya terjadi.
Baik Johan ataupun Amanda sama-sama berusaha untuk tidak memiliki rasa suka sebagai pasangan meski perasaan nyaman dan sayang mereka miliki karena terbiasa bersama, pertemanan mereka itu juga berhasil dalam membuat kehidupan mereka terasa semakin nyaman dan baik-baik saja satu tahun belakangan ini.
Baik Johan ataupun Amanda tidak menutupi apa yang terjadi dari Renata dan Rizal orang tua Johan sebab dari awal mereka sudah berterus terang. Meski kedua orang tua Johan sempat menentang dan merasa janggal dengan tingkah mereka, namun akhirnya mereka setuju jika itu menjadi pilihan terbaik untuk keduanya. Namun jauh di dalam hati mereka berharap dan percaya rasa cinta itu akan datang.
Hanya namanya saja suami istri, tapi mereka menganggap status mereka hanya sebagai pengikat agar sah tinggal serumah, selebihnya mereka hanya akan menganggap diri sebagai teman yang tinggal seatap.
__ADS_1
Kedekatan dan keakraban keduanya membuat semua orang yang melihat akan berpikir jika hubungan keduanya sangat baik dan saling mencintai, tidak akan ada yang tau jika kedekatan mereka hanya sebatas berteman. Sama halnya dengan yang saat ini mereka lakukan di mana Johan dan Amanda beserta kedua anak mereka tengah berada di mall menemani kedua anak mereka bermain disana, seperti pasangan lainnya.
"Lihatlah Jo, mereka sangat akur bukan?" ucap Amanda melihat bagaimana Arsen begitu cekatan menjaga Neisha.
Arsen yang sekarang usianya sudah enam tahun jelas terlihat semakin pintar, hal yang sama juga pada Neisha yang sekarang usianya sudah masuk dua setengah tahun, Neisha menjadi putri kecil yang lincah, dan selalu saja ingin menempel pada kakaknya yaitu Arsen. Bersyukurnya mereka karena Arsen sama sekali tidak keberatan dengan hal tersebut, dia justru suka dengan keberadaan Neisha di sampingnya.
Di usianya yang baru dua tahun lebih itu, Neisha sudah lancar berjalan dan juga sudah bisa berbicara meskipun tidak begitu banyak ucapan yang bisa ia katakan, namun setiap hal yang ia ucapkan dapat dimengerti dengan baik oleh Arsen melebihi Amanda dan Johan yang terkadang bingung dengan apa yang di katakan oleh Neisha.
"Aku juga tidak menyangka jika putraku yang dingin itu akan menyukai anak kecil, tapi disini siapapun dapat melihat jika dia sangat menyayangi Neisha" ujar Johan membalas ucapan Amanda sebelumnya.
"Lihatlah itu, lihat bagaimana tajamnya dia menatap kepada orang lain yang ada di sekitar mereka. Tatapannya melembut hanya pada Neisha. Benar-benar kakak yang baik. Terima kasih karena sudah hadir dalam hidup kami, terima kasih sudah membawa kebahagiaan untuk putraku," ucap Johan lagi tampa sadar menggenggam tangan Amanda meski tatapannya masih tertuju pada Neisha dan Arsen.
Amanda menatap tangannya yang digenggam lembut oleh Johan. Rasa hangat itu menjalar ke tubuhnya kembali menghadirkan perasaan yang terkadang memang hadir antara dia dan Johan, tapi kembali lagi Amanda menepis semuanya adan berpikir semua karena kenyamanan mereka satu sama lain. "Aku juga bahagia bisa bertemu kalian," balas manda tersenyum membiarkan Johan menggenggam tangannya.
***
__ADS_1
Yang masih setia mengikuti cerita ini, sedikit info🤠sebentar lagi kita mundur sedikit ke masa lalu Amanda ya, yang jelas masa lalu Amanda cukup menyedihkan dan mungkin akan menjadi awal jalan cinta atau akhir dari pernikahan Amanda dan Johan. Ikuti terus yuk, jangan lupa selalu bantu berikan like, komen, vote, hadiah dan dukungan lainnya untuk cerita ini dan ceritaku yang lain ya kak. Terima kasih.🙏🤗