Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Keluarga Johan vs Keluarga Alan


__ADS_3

"Nyonya, Tuan. Ada tamu!"


"Siapa, Bi?" tanya Ibu Alan yang tengah mengobrol santai dengan beberapa anggota keluarganya di teras belakang rumah.


"Saya lupa menanyakan namanya Nyonya, tapi kalau tidak salah, saya sering melihat suaminya sering muncul di berita orang-orang sukses!" jawab pelayan menunduk, sedikit berbohong.


Mendengar kalimat berita orang sukses, tentu saja membuat keluarga Alan yang gila akan jabatan dan kesuksesan itu tertarik.


"Yang datang suami istri?" sahut Ayah Alan bertanya yang di anggukkan oleh pelayan.


"Siapkan minum untuk mereka!" titah ayah Alan sembari melangkah pergi dari sana di ikuti oleh istri dan beberapa orang lainya yang juga berada di sana.


"Tuan Pramana," gumam seseorang pelan, namun terdengar jelas di telinga mereka yang ada di sana.


"Tuan Rizal Pramana. Senang sekali bisa di kunjungi oleh kalian," ucap ayah Alan menimpali, terdengar begitu riang menatap pasangan yang siap menerkamnya tersebut.


Ayah Alan menghampiri Rizal dan Renata, lalu menyalaminya, namun hanya Rizal yang menanggapi, sebab Renata hanya memperlihatkan wajah dinginnya dan itu membuat mereka terheran akan sikap tak bersahabat Renata.


"Di mana putra kalian?" tanya Renata tanpa basa-basi pada kedua orang tua Alan yang hanya bisa semakin terheran di buatnya.

__ADS_1


"Ada urusan apa dengan keponakan saya, Tuan dan Nyonya Pramana?" tanya seorang pria lainya yang merupakan saudara Ayah Alan.


"Saya ingin berbicara padanya, terlebih lagi pada kalian berdua," ucap Renata dengan tatapannya yang begitu dingin pada semua orang yang ada di sana terutama kedua orang tua Alan.


"Maaf, Nyonya. Apa yang sebenarnya ingin Anda katakan? Katakan saja langsung, Alan tengah beristirahat di kamarnya," tanya Ibu Alan.


"Baiklah, langsung saja. Apa kesalahan yang di lakukan Amanda sehingga kalian semua membencinya?" ucap Renata lantang bertanya pada semua orang yang ada di sana.


"Apa urusan Anda dengan wanita murahan itu?" balas Ibu Alan, balik bertanya.


Bukanya sebuah jawaban, yang terdengar hanya lontaran pertanyaan yang terus mereka ucapkan. Ucapan ibu Alan yang mengatakan Amanda murahan, benar-benar memancing emosi Renata yang sedari tadi berusaha ditahannya. Tatapan membunuh ia berikan pada wanita paruh baya yang mungkin saja seusia dengannya tersebut.


"Menantu. Maksud Anda, Amanda calon menantu kalian? Bagaimana mungkin? Wanita itu gadis miskin, murahan, yatim piatu. Apa yang menarik darinya? Kalian pasti sudah terkena mantranya," ucap Ayah Alan yang juga nyaris tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Dia jelas sangat menarik dalam semua hal dibanding calon menantu kalian. Dia akan menjadi menantu kami secepatnya," ucap Rizal menjawab pertanyaan mereka semua dengan sangat lantang.


"Kalian menjadikan wanita sepertinya sebagai menantu? Apa kalian tidak tau siapa dia dan bagaimana kelakuannya?" tanya Ibu Alan masih saja berusaha untuk mencela Amanda.


"Siapa dan bagaimana maksud kalian?" tanya Renata pada mereka, menurunkan nada bicaranya, namun tersirat kemarahan yang besar yang tidak mereka sadari.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Renata, keluarga Alan berpikir jika Renata sudah mulai goyah, dan itu membuat mereka semakin berusaha menjatuhkan Amanda.


"Dia wanita yang tidak benar."


"Dia pura-pura terlihat alim dan lembut hanya untuk menutupi sifat aslinya yang liar."


"Dia wanita ******, yang coba menjebak Alan kami."


Renata mengepalkan erat kedua tangannya mendengar ucapan keluarga Alan yang satu persatu menghina Amanda. Rizal yang melihat gelagat Renata dengan cepat menggenggam sebelah tangan istrinya yang ia tau siap meledak tersebut.


"Apa yang keluargaku katakan, benar adanya. Wanita itu hanya berpura-pura baik. Dia menjebak putraku, dia membuat putraku yang baik menjadi pembangkang dan menentang kami. Kami coba menerima pernikahan mereka saat mereka memilih menikah tanpa restu dari kami, saat itu harapan kami hanya satu yaitu agar dia dapat berubah menjadi lebih baik lagi, tapi nyatanya tidak. Sifat buruknya sudah mendarah daging. Bahkan ketika putraku dinyatakan kecelakaan dan meninggal, dia tidak ada di hari terakhir sebelum putraku di makamkan. Tuhan berbaik hati saat ternyata orang yang kami makamkan bukan Alan, putraku masih hidup, dan di selamatkan oleh seseorang yang membawanya ke Singapura. Sejak saat itu takdir seolah membantu kami menjauhkan Alan dari wanita itu," ucap Ibu Alan mengatakan semua kebohongannya, sebab dialah dalang dari semua yang terjadi.


"Lalu?" tanya Renata yang membuat semua orang berpikir jika dia sudah percaya dengan ucapan mereka.


"Alan masih mencoba mencari wanita licik itu setelah satu tahun dia pulih dari kecelakaan yang menimpanya. Alan mencari wanita itu, tapi ternyata wanita itu sudah mempunyai anak bersama pria lain, dan itu membuat mata Alan terbuka jika wanita itu bukanlah wanita baik-baik, dia mempunyai anak haram di saat suaminya baru saja meninggal."


"Tutup mulut kalian!"


Suara gebrakan di atas meja membuat semua orang terkejut. Bukan luapan kemarahan dari Renata, melainkan dari Rizal yang tak bisa menahan emosinya saat mendengar Neisha di sebut sebagai anak haram. Semua tatapan tertuju pada Rizal yang rahangnya sudah mengeras, menatap begitu tajam pada semua keluarga Alan yang ada di sana, terutama pada Ibu Alan yang memucat menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2