Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Selamat Jalan Sayang


__ADS_3

Rui yang sedari tadi berusaha menahan kekesalannya segera meledak setelah Alan pergi. "Semua ini karena kalian!" ucapnya.


"Kemana Alan? Apa yang akan terjadi setelah ini? Kalian harus bertanggung jawab!" bentak Rui.


Melihat kedua orang tua Alan hanya diam membuat Rui semakin kesal.


"Jika semua ini batal, jika kalian tidak berhasil membujuk Alan yang berujung membuat keluargaku malu, maka jangan salahkan aku jika kalian mendapat imbas dari kemarahan keluargaku!" ancam Rui setelah itu pergi dari sana.

__ADS_1


Kedua orang tua Alan sama sekali tak menghiraukan Rui, yang mereka pikirkan saat ini adalah Alan. Rasa bersalah yang terlambat itu hadir setelah semua perbuatan mereka menghancurkan Alan, anak satu-satunya yang mereka miliki.


"Tebus kesalahan kita dengan menyatukan mereka kembali. Aku pikir hanya Manda yang dapat membuat Alan memaafkan kita terlebih kesalahanmu," ucap ayah Alan tegas pada istrinya.


Istrinya hanya bisa terdiam sebab dia sadar melakukan hal itu tidak akan ada gunanya sebab meminta Manda kembali sama saja artinya dengan mereka menentang keluarga Pramana dan mereka sadar mereka tidak akan lebih unggul dari keluarga Johan.


"Pa, susul Alan! Perasaanku tidak enak. Aku takut," ucap ibu Alan tiba-tiba mendesak suaminya saat dadanya terasa nyeri dan sesak teringat dan membayangkan apa yang mungkin terjadi pada Alan.

__ADS_1


Keterpurukan yang dialami Alan membuat pria itu tak lagi memiliki tujuan untuk hidupnya. Alan siap menanggung luka jika benar Manda telah mengkhianatinya, lebih baik dia yang terluka dan kecewa, tetapi ternyata semua tidak seperti itu kenyataannya sebab Manda lah yang terluka akibat perbuatannya dan keluarganya. Alan tidak pernah siap menanggung luka jika dialah yang telah menyakiti Manda. Semua itu adalah hal yang tidak bisa Alan terima terlebih penolakan Manda menjadi akibat dari semuanya, akhir dari hubungan mereka.


"Kalian melahirkan aku, kalian membesarkan aku, kalian berusaha memberikan yang terbaik untukku, tetapi semua itu percuma, Pa, Ma. Sebab kalian juga yang mengatur kematianku hanya untuk menjauhkan aku dari wanita yang amat aku cintai. Kenapa aku bisa terlahir dari orang tua seperti kalian? Kenapa ada orang tua yang ingin mengakhiri hidup anaknya? Kenapa?" ucap Johan merutuki semua yang telah terjadi sembari terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.


Keadaan jalan yang terbilang sepi saat sebagian orang mungkin sudah terlelap, membuat mobil Alan melintas tanpa hambatan. Pria yang tak memiliki tujuan itu terus saja melaju entah kemana.


"Kamu mengalami kecelakaan dan dikabarkan meninggal tetapi yang meninggal bukanlah kamu melainkan orang lain, namun ibumu merekayasa semuanya seakan-akan kamu lah yang meninggal, hanya untuk menjauhkan mu dari Manda. Mendengar pria yang dicintainya meninggal membuat Manda sangat hancur, tetapi dia terus menunggu, menjaga cintanya sebab dia percaya suaminya belum meninggal. Dengan sangat baik dia menjaga cintanya tetapi pada akhirnya kamu turut melancarkan rencana keluargamu dengan menghancurkan hatinya." Kalimat-kalimat yang mengungkapkan kebusukan orang tuanya itu juga terus terngiang ditelinga Alan.

__ADS_1


"Rencana kalian untuk membuat Manda menjauh dariku telah berhasil, Ma. Sekarang Manda bukan lagi milikku, dia sudah sangat jauh dan tak akan bisa kuraih lagi. Hanya satu rencana kalian yang tak berhasil yaitu tentang kematian palsuku, sekarang aku akan menjadikan semua itu menjadi nyata agar semua rekayasa kalian berjalan lancar, karena tak ada gunanya aku hidup jika tanpa Manda di sisiku," ucap Alan tersenyum disela isak tangisnya.


Pria itu terus melajukan mobilnya, saat menyadari jalanan yang dilewati semakin jauh dari keramaian, Alan tersenyum sembari menutup kedua matanya. "Selamat jalan, sayang. Aku akan selalu mencintaimu," ucapnya sesaat kemudian terdengar suara tabrakan yang begitu keras saat mobil yang Alan tumpangi sengaja menabrak pembatas jalan yang mengakibatkan mobil tersebut jatuh ke dalam jurang.


__ADS_2