
Tatapan membunuh ditujukan pada Alan dan tunangannya dari Rizal yang entah sejak kapan berada di dalam restoran tersebut. Rizal menghampiri keduanya yang dengan santainya melanjutkan makan mereka setelah menyakiti Amanda, wanita yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Rizal berdiri di depan keduanya yang sontak menatapnya.
Alan terdiam sejenak menatap sosok yang berdiri di depannya, sosok yang di kenal karena kepintarannya, siapa lagi jika bukan Rizal Pramana.
"Tuan Pramana? Anda Rizal Pramana, bukan?" ucap Alan bersemangat bertemu dengan idolanya. Ia bangkit dari duduknya mengulurkan tangan pada Rizal yang hanya menatap dingin padanya, dan itu membuatnya merasa heran dengan tatapan Rizal.
"Silahkan duduk, Tuan!" ucapnya lagi mempersilahkan meskipun Rizal bersikap arogan padanya.
"Kamu mengenal wanita tadi? Wanita yang baru saja kalian hina?" tanya Rizal setelah duduk di sana. Rizal sadar jika dia bersikap kasar maka akan kembali membuat suasana terasa menegangkan serta mereka akan menjadi bahan tontonan. Demi nama baiknya, ia tidak akan membuat kekacauan di sana.
__ADS_1
"Wanita ****** tadi?" sahut tunangan Alan dengan nada angkuhnya.
"Tutup mulutmu jika masih ingin merengek pada Leo Cheng!" bentak Rizal menggebrak meja membuat tunangan Alan terdiam saat nama ayahnya di sebut dengan sangat enteng oleh Rizal. Leo Cheng, meski tidak semua orang, namun nama itu tak sedikit pula di kenali banyak orang di Singapura. Nama yang cukup di segani oleh banyak orang, namun terdengar biasa saja saat Rizal menyebutnya.
"Anda siapanya? Apa Tuan Rizal yang terhormat ini salah satu dari pria yang pernah ti–"
"Saya calon mertuanya," ucap Rizal cepat sebelum Alan mengatakan sesuatu yang yang menjijikan.
Alan dan tunangannya terlihat terkejut mendengar penuturan Rizal dan itu sedikit menambah poin untuk Rizal menindas keduanya. Alan sama sekali tidak menyangka jika mantan istrinya akan menjadi menantu dari keluarga Pramana, keluarga yang di segani oleh banyak orang.
Rizal sengaja mengatakan jika Amanda adalah calon menantunya sebab tak ingin Amanda semakin dihina jika orang-orang mendengar Amanda sudah menikah sebab fakta jika Amanda sudah menikah tetapi masih mencari Alan akan menambah tuduhan keluarga Alan pada Manda.
__ADS_1
"Calon menantu?" ucap Alan terdengar berbeda dari nada bicaranya sebelumnya.
"Ya, dia calon menantu idaman. Johan sangat mencintainya begitu juga keluargaku. Menghinanya sama aja dengan menghina keluarga Pramana. Kau dan keluargamu memang bodoh karena tidak bisa menilai mana yang baik dan buruk, wajar saja jika usaha kalian tetap berada di tempat tanpa adanya peningkatan. Mungkin jika bukan karena warisan leluhur, serta bantuan orang dalam kalian bukanlah siapa-siapa," ucap Rizal dengan lantang menghina Alan, memancing emosi Alan yang mendengarnya. Entah karena hinaan pada keluarganya atau karena mendengar Amanda menjadi idaman mereka.
"Apa maksud Anda?" tanya Alan tak lagi terdengar ramah.
"Kamu tau jelas apa yang saya maksud. Jika kamu merasa pintar, merasa hebat, kamu tidak akan mungkin bersikap seperti tadi pada Amanda. Putraku sudah lama menyukainya dan melamarnya, tetapi dia selalu berkata menunggumu. Dia wanita yang setia, mencintaimu meskipun seluruh dunia terutama keluargamu mengatakan jika kamu telah meninggal, tapi nyatanya, pria yang dia cintai tidak lebih dari sampah!" ucap Rizal sedikit berbohong. Rizal juga tak lagi bisa menahan kekesalannya pada Alan, pria bodoh yang dicintai Amanda.
Jika bukan karena istrinya yang meminta ia menyusul Amanda, mungkin dia tidak akan mengetahui semua yang terjadi hari ini, bagaimana seseorang telah menghina anggota keluarganya.
"Anda tidak tau masalah yang sebenarnya, jadi berhentilah ikut campur!" kata Alan terdengar beda dari nada suaranya. Rizal sadar ada sedikit keraguan dari nada suaranya, tatapan matanya di selimuti dengan kesedihan serta kekecewaan, itu semua terlihat jelas oleh Rizal yang menatapnya dan itu membuatnya yakin jika di dalam hati Alan sesungguhnya masih mencintai Amanda. Dia masih mencintai Amanda, namun pikirannya telah di cuci oleh keluarganya sendiri.
__ADS_1
"Apa yang tidak saya ketahui? Aku tahu semuanya, termasuk kebohongan keluargamu! " Rizal dengan lantang membanggakan dirinya sendiri.
"Kebohongan? Apa maksud Anda? Siapa yang berbohong?" tanya Alan dengan perasaan yang semakin tak tenang.