
"Baiklah, hati-hati di jalan. Sekali lagi aku turut bahagia untuk kalian," ucap Vani menutup telepon.
Juna yang berada tepat di samping istrinya merasa penasaran dengan apa yang telah istrinya dan Manda bicarakan sehingga membuat istrinya terlihat begitu lega dan bahagia.
"Ada apa, sayang?" tanya Juna.
"Aku senang melihat Johan dan Manda akhirnya benar-benar bersama. Mereka telah berhasil melewati rintangan yang ada dalam rumah tangga mereka dan sekarang mereka sepakat untuk menjalani pernikahan seperti pasangan lainnya. Mereka saling mencintai seperti yang aku harapkan selama ini," ucap Vani tak bisa menahan haru akan kebahagiaan Manda dan Johan yang juga memberikan kebahagiaan tersendiri untuknya.
Vani memeluk Juna begitu pun Juna yang balas memeluknya. "Aku ikut senang mendengarnya," ucap Juna tulus mengatakannya.
***
Dua minggu telah berlalu, Johan dan Manda juga sudah meresmikan pernikahan mereka dimata hukum. Sekarang pernikahan mereka sudah sah secara agama dan diakui oleh negara.
Status Manda sudah benar-benar diketahui oleh banyak orang sebagai istri dari pengusaha muda yang terkenal sukses bernama Johan Pramana.
"Istirahatlah jika kamu lelah, Mas. Aku mau mandi terlebih dahulu!" ucap Manda yang sudah mulai mengubah panggilannya pada Johan–suaminya.
"Kamu juga istirahatlah, Sayang. Kamu juga pasti lelah setelah melewati semuanya," balas Johan.
Berbeda dari biasanya dimana Manda selalu berusaha tenang menutupi rasa gugupnya saat berada berdua didalam kamar dengan Johan, hari ini entah mengapa perasaan gugup itu semakin besar.
__ADS_1
Ada apa denganku? Kenapa rasanya gugup dan canggung sekali seperti ini? batin Manda.
Johan yang juga merasa lelah, mengikuti apa yang di katakan Manda dengan membaringkan tubuhnya serta memejamkan matanya. Memejamkan matanya bukan bearti dia terlelap, sebab Johan justru tengah membayangkan hari-hari bahagia yang akan mereka lalui nanti bersama.
Melihat Johan yang sudah berbaring di ranjangnya, Manda melangkah masuk kedalam kamar mandi.
"Berendam air hangat sepertinya enak," gumam Manda, lalu mengisi bathub dengan air hangat.
Ia melepaskan semua yang dikenakannya sembari mengisi bathub.
Manda sudah selesai dengan ritual mandinya. Selanjutnya dia bersiap untuk keluar dari kamar mandi, namun seketika Manda baru tersadar jika sekarang bukan hanya ada dia di kamar melainkan ada Johan. Mengingat hal tersebut membuat Manda panik, pasalnya ia hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.
Manda mencoba mengintip dari balik pintu kamar mandi, menilik keadaan sekitar kamar nya. Setelah dirasa aman karena Johan terlihat sudah tidur, Manda akhirnya keluar dari kamar mandi berjalan dengan sangat pelan dan berhati-hati agar tidak membangunkan Johan.
"Mas," ucap Manda terkejut, melupakan fakta dirinya yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya.
"Benar-benar cantik," ucap Johan menatap kagum pada Manda.
Kulit putih yang mulus, dengan rambut panjangnya dapat dilihat jelas tanpa merasa takut Manda marah karena mereka sah sebagai suami istri,, belum lagi melihat tetesan air yang mengalir dari rambut basah Manda membuat Johan tak bisa melepaskan pandanganya dari Manda.
Manda mengikuti arah tatapan Johan yang menatap ke arah tubuhnya, dan seketika Manda kembali tersadar jika dia masih menggunakan handuk.
__ADS_1
"Mas, jangan melihatku seperti itu!" ucap Manda berniat berlari pergi dari hadapan Johan, namun belum sempat kakinya melangkah, Johan sudah lebih dulu memeluk tubuhnya dari belakang.
Johan bahkan tak segan mengecup dan menikmati wangi tubuh Manda yang dapat membangkitkan hasratnya.
Berada diposisi saat ini dimana Johan memeluk tubuhnya yang hanya menggunakan handuk benar-benar membuat Manda merasa malu, namun tidak dengan Johan yang begitu senang dan bahagia saat bisa memeluk wanita yang sudah lama sekali ingin dia sentuh dalam keadaan sadar dan status yang jelas itu.
"Aku benar-benar malu. Jangan melihatku!" ucap Manda dengan wajah malu merona mendapat perlakuan Johan.
"Kenapa harus malu? Bukankah kita suami istri? Kamu istriku dan aku suamimu. Tidak ada lagi batasan diantara kita, semuanya halal untuk ku sentuh," jawab Johan lembut, dan terus mengecup leher serta pundak mulus Manda, meninggalkan jejak kepemilikannya di kulit mulus Manda.
"Mas, tolong hentikan!" ucap Manda lagi, menahan tangan Johan yang semakin nakal ingin menyusup masuk kedalam handuknya.
"Kamu istriku, kita sudah meresmikan pernikahan kita dan sepakat untuk memulai semuanya dari awal. Jadi aku sangat berhak akan dirimu." Johan memutar tubuh Manda agar menghadapnya.
Johan dapat melihat jelas wajah Manda yang merona, dan beberapa bekas kecupannya di leher jenjang Manda. Melihat hasil karyanya tersebut, membuat nafsu Johan semakin menggebu.
"Aku benar-benar gugup," Manda berkata jujur. Johan yang baru menyadari jika aksinya mungkin saja mengejutkan Manda, menghentikan aksinya tak ingin istrinya merasa tak nyaman.
Melihat Johan yang melonggarkan pelukannya, Manda lekas berlari masuk kedalam kamar mandi. Menutup pintu kamar mandi, lalu bersandar di baliknya merasakan getaran dan debaran jantungnya saat ini yang berdegup kencang.
Johan tersenyum menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup, meski tau Manda mungkin belum siap dengan semua yang diinginkannya, namun Johan sudah merasa sangat bahagia saat tidak ada lagi jarak yang membatasinya untuk berada disisi Manda.
__ADS_1
Itu baru awalannya saja, Nda, aku pastikan kamu secepatnya akan menerimaku dan meneriakkan namaku saat kita menyatu. ucap Johan dalam hati kembali membaringkan tubuhnya.