Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Tidak Ingin Kehilangan Kebahagiaanku


__ADS_3

Alan langsung mendekat saat melihat Manda sudah berdiri tak jauh darinya, Johan yang melihat itu mulai merasa tak nyaman. "Mungkin kalian perlu waktu untuk bicara, aku akan memberi kalian ruang," ucapnya berpikir untuk pergi dari sana tanpa berani menatap Manda sebab tidak ingin Manda melihat pancaran matanya yang tersirat kesedihan dan rasa takut kehilangan Manda.


Alan yang mendengar itu tersenyum senang, melihat sikap Johan membuat Alan berpikir jika sesungguhnya Johan tahu kalau Amanda masih mencintai Alan, tetapi senyum Alan seketika menghilang saat melihat Manda justru mengejar Johan yang baru saja akan beranjak pergi dan menahan tangannya.


"Aku tidak akan bicara padanya jika tanpamu, tetaplah bersamaku!" pinta Manda membuat Rizal dan Renata tersenyum haru mendengarnya begitu juga Johan yang merasa amat senang saat Manda seakan mengerti perasaannya.


Johan tersenyum menganggukkan kepalanya sambil mengusap lembut wajah Manda, jika saja tidak ada orang disana mungkin Johan sudah menciumnya.


"Kalian bicaralah, kami akan menemani Arsen dan Neisha." Rizal mengajak istrinya pergi dari sana, membiarkan mereka bertiga membicarakan apa yang perlu mereka bicarakan, tapi yang pasti keraguan Rizal dan Renata sudah menghilang saat melihat sikap Manda sebelumnya.

__ADS_1


Alan merasa begitu sakit melihat wanita yang sangat dia cintai terlihat begitu lembut dan perhatian pada Johan. Separuh hatinya berkata jika Manda bukan lagi miliknya, tetapi sebagian dari hatinya juga masih ingin memperjuangkan cintanya.


"Katakan apa yang ingin kamu bicarakan, Mas?" tanya Manda dengan sebelah tangannya yang terlihat menggenggam erat tangan Johan yang berdiri di sampingnya.


Johan membawa Manda untuk duduk, begitu juga menawarkan Alan untuk kembali duduk di sofa, membicarakan urusan mereka dengan tenang.


"Aku tahu kedatanganku sudah sangat terlambat, tetapi aku tetap ingin mencoba memperjuangkan dan meminta maaf serta berharap mendapat kesempatan darimu, Nda. Maafkan aku karena terlambat menyadari semuanya. Maafkan aku atas semua kesalahanku yang bahkan tak bisa ku sebutkan semuanya karena begitu banyak kesalahan yang sudah aku lakukan padamu. Maafkan aku, Nda. Aku mohon maafkan aku," ucap Alan kembali bersimpuh di lantai menatap Manda dengan segenap cinta serta rasa bersalah dihatinya.


Mata cantik itu terlihat berkaca-kaca mendengar ucapan Johan. Dalam hati Manda terus mengucap syukur karena Tuhan telah mempertemukan dia dengan pria seperti Johan. Pria yang begitu sempurna dan menerimanya dengan begitu tulus apa adanya. Tidak, Nda. Sangat bodoh jika kamu melepas pria sebaiknya hanya untuk pria seperti Alan. Batinnya.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan kamu, Mas. Meski rasanya begitu sakit, sangat sakit mengingat semua penghinaan kalian, tetapi kehadiranmu saat ini membuatku berusaha untuk menerima maafmu. Aku memaafkan kamu," ucap Manda kembali menatap Alan yang juga tengah menatapnya dengan segenap luka dan kesedihan di hatinya.


Jika saat di restoran Alan masih dapat melihat cinta itu di mata Manda untuknya, semua itu saat ini tak lagi terlihat. Tatapan Manda padanya tak lagi sehangat sebelumnya, tatapan itu tak lagi berarti yang artinya pancaran cinta dari mata indah itu tak lagi tertuju padanya.


"Aku mohon kembali lah padaku. Berikan aku kesempatan kedua untuk menebus semua kesalahanku, Nda. Aku berjanji akan berubah, Aku berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu, aku berjanji tidak akan pernah lagi membuatmu kecewa. Aku mohon berikan aku kesempatan kedua, Nda. Aku mohon!" Alan tak dapat menahan tangisnya memohon pada Amanda untuk kembali padanya meski dia tak lagi melihat cinta Manda untuknya.


"Aku memaafkan kamu, Mas. Tapi tidak untuk kembali padamu. Aku sudah memberikan kita kesempatan kedua saat aku mengejarmu, meski aku juga merasa hatiku tak sepenuhnya milikmu lagi. Namun, saat kamu menyia-nyiakan apa yang telah aku lakukan untukmu, saat itulah perasaan yang ada di hatiku untukmu sepenuhnya beralih untuk pria lain. Dan pria itu adalah Johan. Pria yang saat ini bersamaku, selalu ada untukku, begitu tulus menerimaku dan Neisha. Aku tidak bisa kembali padamu karena aku tidak ingin kehilangan kebahagiaanku bersamanya. Aku mencintainya," ucap Manda pada Alan, lalu beralih menatap Johan yang langsung membawa Manda masuk ke dalam pelukannya, tak lagi menghiraukan keberadaan Alan di sana seakan dunia milik mereka berdua.


"Aku juga mencintaimu, terima kasih sudah membalas cintaku. Aku tidak akan menyia-nyiakan cintamu. Aku mencintaimu," ucap Johan berulang kali mengungkap rasa cintanya yang begitu nyata untuk Amanda.

__ADS_1


***


3 bab untuk hari ini ya kak. Selagi sempat, aku pasti up lebih dari 1 bab, tapi kalau lagi nggak sempat, bisa tetep up meski 1 bab itu udah bener-bener ku usahakan. Mohon selalu dukungan dan pengertiannya. Terima kasih selalu, semuanya.🙏🤗


__ADS_2