Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Kecewa Pada Keluarga


__ADS_3

Tatapan semua orang tertuju ke arah Alan yang terlihat kecewa dengan semua yang sudah didengarnya. "Apa semua benar, Ma? Jadi semua ini adalah rencana Mama?" tanya Alan lagi saat ibunya tak kunjung menjawab.


Ibunya coba mendekati Alan, tetapi Alan menepisnya dan menjaga jarak darinya. "Ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan, Al. Wanita itu tidak pernah pantas bersamamu. Mama melakukan semua ini demi kebaikanmu," ucap ibunya.


Alan tersenyum menatap ibunya, tetapi dari sudut matanya terlihat cairan bening itu keluar. "Kalian tahu aku sangat mencintainya, Ma. Kalian juga tahu betapa hancurnya aku saat kalian berkata dia mengkhianati ku, tetapi kenyataan yang sekarang terungkap jauh lebih menyakitkan, Ma. Aku menyakiti wanita yang sangat aku cintai. Aku melukai harga dirinya, aku menyakitinya begitu dalam. Selama ini aku berpikir akulah korban, tetapi ternyata semua salah. Akulah penjahat dalam semua ini dan Amanda menjadi korbannya. Aku lebih baik mati membawa cintanya daripada hidup menanggung kebencian darinya," ucap Alan berlari keluar setelah mengatakan semua itu.


"Alan, dengarkan Mama dulu!" teriak ibunya mencoba mengejar Alam yang sudah masuk ke dalam mobil dan melesat pergi dari sana.


Wanita yang telah melahirkan Alan itu jatuh terduduk di depan rumahnya, mengingat tatapan penuh kebencian dan kekecewaan dari Alan padanya seakan sangat mengiris hatinya. Alan sangat mencintai Amanda dan hal itu juga yang sangat dibenci oleh ibunya. Berhasil mencuci pikiran Alan untuk membenci Amanda adalah hal yang sangat menguntungkan baginya, tetapi saat semuanya terbongkar, dia merasa seakan akan kehilangan anaknya untuk selamanya.


"Aku tidak menyangka jika kamu akan melakukan sejauh itu, Ma. Sekarang lihatlah dia! Orang tua harusnya menjaga anaknya, tetapi kita tidak melakukan hal itu. Kita justru menghancurkannya," ucap Ayah Alan turut menatap kecewa pada istrinya.

__ADS_1


***


"Kenapa kamu tersenyum sejak keluar dari rumah mereka?" tanya Rizal pada istrinya saat mereka sudah diperjalanan pulang.


Renata yang mendengar itu menatap suaminya. "Aku melihat pria itu berdiri di balik tembok tak jauh dari tempat kita berada tadi. Pemuda bodoh itu mendengar semua kebusukan keluarganya," jawab Renata terdengar sangat senang mengatakannya.


Renata seakan dapat menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, sebab dia sendiri pernah mengalami hal itu, tetapi Renata bersyukur dia tidak melakukan hal seburuk yang dilakukan keluarga Alan.


"Penyesalan akan menyelimuti keluarga mereka terutama pria bodoh itu. Dia begitu bodoh percaya dengan ucapan keluarganya," ucap Renata terus saja tersenyum. "Tapi jangan harap dia bisa merebut kembali menantuku. Mereka sendiri yang melepaskan Manda, sekarang Manda adalah menantuku dan aku tidak akan pernah melepaskannya," sambung Renata.


"Ngomong-ngomong, dimana Johan dan Manda?" tanya Renata.

__ADS_1


"Entahlah. Biarkan saja mereka. Johan pasti tidak tinggal diam. Dia pasti tengah berusaha menenangkan Manda," jawab Rizal, tanpa mereka ketahui jika hal besar telah terjadi antara Johan dan Manda hikmah dari semua yang sudah terjadi hari ini.


Apa yang Rizal katakan tentu saja benar. Johan berhasil menenangkan Manda dan saat ini mereka juga tengah diperjalanan pulang dengan Manda yang bersandar di pelukan Johan.


Johan menatap Manda yang berada dalam pelukannya, dapat Johan sadari jika Manda saat ini terlelap di pelukannya. Johan sama sekali tak berniat membangunkan Manda sebab Johan tahu jika istrinya sudah melalui banyak hal hari ini. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakanmu," ucap Johan dalam hati, berulang kali mengecup pucuk kepala Manda.


Beberapa saat kemudian, mereka tiba dikediaman orang tua Johan bersamaan dengan Rizal dan Renata yang juga tiba di rumah. Renata yang melihat itu langsung menghampiri mobil Johan.


"Jo, baga–"


Johan memberi isyarat pada ibunya agar tidak berisik sebab Manda tidur. Renata yang melihat itu menutup kembali mulutnya dan hanya diam memperhatikan Johan yang perlahan keluar dari mobil sambil menggendong Manda.

__ADS_1


"Aku akan membawanya ke kamar setelah itu akan memberikan kabar bahagia untuk kalian," ucap Johan berlalu pergi setelah membuat kedua orang tuanya penasaran dengan ucapannya.


"Pa, ini hari yang buruk untuk Manda, bagaimana bisa putra kita berkata ada kabar bahagia?" tanya Renata bingung menatap Johan yang sudah masuk ke dalam rumah.


__ADS_2