
Johan membawa Amanda masuk ke dalam pelukannya setelah mendengar semua cerita dari Manda. Johan sama sekali tidak menyangka jika Amanda mengalami kehidupan masa lalunya yang cukup buruk. Rasa iba dan kesal menyelimuti Johan. Iba melihat istrinya itu dan kesal pada orang-orang yang sudah bersikap kasar pada istrinya.
"Aku yakin sekali dia masih hidup, Jo. Apa sebenarnya tujuan mereka berbuat seperti ini padaku?" tanya Amanda menangis dalam pelukan Johan.
Johan melepaskan pelukannya, menangkup kedua pipi Amanda. Jari tangannya bergerak menghapus jejak air mata di wajah Amanda. "Berhentilah menangis, aku merasa sesak melihatmu menangis. Tenangkan dirimu, aku ada bersamamu kapan pun kamu butuhkan," ucap Johan dengan begitu lembut dan tanpa sadar mengecup sayang dahi Amanda.
Amanda yang mendapatkan perlakuan tak biasa dari Johan seketika merasa tenang, kegundahan hatinya seakan menghilang saat mendengar ucapan Johan yang berkata akan selalu ada saat Manda butuhkan. Perasaan bersalah juga hadir di hati Amanda saat dia membahas Alan pada pria yang jelas menyandang status sebagai suaminya.
"Maafkan aku, Jo." Amanda menatap Johan dengan tatapannya yang sulit terbaca.
"Tidak perlu meminta maaf, semua orang punya masa lalu. Kamu sudah tahu semua tentangku dan sekarang aku juga sudah tahu semua tentangmu. Bukankah itu sudah melengkapi hubungan kita?" ucap Johan yang seketika menjadi salah tingkah sendiri setelah mengatakan hal itu.
Johan melepaskan pelukannya dan kembali duduk tenang menjaga jarak dari Amanda, menatap ke arah makam Alan. "Jika kamu ingin, aku bisa dengan mudah mencari tahu tentang Alan."
"Kamu benar-benar akan membantuku?" tanya Amanda kembali merasa tak percaya dengan ucapan Johan.
__ADS_1
Johan mengangguk. "Aku pikir hidupmu tidak akan tenang sebelum tahu kebenaran dari semua itu. Karenanya aku akan membantumu mencari tahu tentang Alan."
Aku juga ingin tahu bagaimana reaksimu setelah tahu jika Alan sudah atau pun benar-benar masih hidup, Nda. Aku juga ingin memutuskan sesuatu untuk hubungan kita setelah melihat reaksimu nanti. Batin Johan.
Amanda dengan sadar memeluk Johan, Johan pun tak keberatan dengan hal itu. Di depan makam yang jelas keberadaan makam Amelia yang juga ada di sana, keduanya berpelukan seakan saling menenangkan satu sama lain. Tanpa mereka sadari jika sosok yang tak samar mata dari kejauhan tersenyum menatap keduanya, sosok yang tidak bisa dilihat oleh keduanya tapi mungkin bisa dirasakan oleh mereka kehadirannya.
Amanda melepaskan pelukannya dan menoleh ke berbagai arah. "Ada apa?" tanya Johan.
"Aku merasa seperti ada yang tengah memperhatikan kita," jawabnya.
"Mereka yang sudah berbaring tenang di sini pasti memperhatikan kita," ucap Johan.
Amanda bangkit berdiri. "Aku ingin mengunjunginya," ucapnya menatap sekilas pada makam yang bertuliskan nama Alan lalu mulai melangkah pergi dari sana, diikuti oleh Johan di belakangnya.
Jantung Amanda kembali berdetak kencang, tubuhnya bergetar dan kesedihan kembali menyelimutinya setelah berdiri tepat di sebuah makam bertuliskan nama Amelia.
__ADS_1
Amanda duduk di samping makam mengusap lembut nisan tersebut dengan air matanya yang mengalir keluar tanpa Manda sadari.
Johan yang melihat itu jadi bertanya-tanya. Apakah istrinya begitu cengeng hingga begitu mudah meneteskan air mata. Johan duduk di samping Amanda.
"Mel. Ini dia Amanda–istriku. Dia yang sekarang menggantikan mu menjaga Arsenio. Putramu sangat menyukainya," ucap Johan memperkenalkan Amanda pada makam Amelia.
Air mata Amanda terus saja mengalir. Kesedihan menyelimutinya yang Manda sendiri tidak mengerti kenapa dia begitu sedih melihat makam Amelia.
"Hai Kak. Apa kabarmu di sana?" Pertanyaan itu keluar dengan sendirinya dari mulut Amanda. Johan yang berada di sebelahnya terus saja menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, berbagai pertanyaan hadir dibenaknya melihat reaksi Manda tersebut.
"Maafkan aku karena sudah mengambil posisimu," ucap Manda lagi terus saja berbicara pada makam Amelia.
Johan membiarkan Amanda terus berbicara pada makam Amel, tetapi dia juga terus memperhatikan gelagat Amelia yang seakan tengah berbicara dengan begitu akrab pada orang yang sudah lama dikenalinya.
Apa karena mereka memiliki wajah yang mirip, atau ada apa sebenarnya? Kenapa aku merasa mereka berdua punya ikatan yang kuat. Apa benar mereka kembar? Johan bertanya-tanya dalam hatinya.
__ADS_1
***
Hai semuanya. Maaf ya kak aku up seadaanya dan baru bisa up lagi. Aku beneran lagi sibuk sekarang, jadi susah cari waktu buat nulis. Semoga kalian mengerti dan terima kasih selalu untuk dukungannya. 🙏🙏🤗🤗