Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Anak Haram


__ADS_3

Jantung Amanda semakin berdebar kencang, tubuhnya menegang saat ia yang berusaha mengintip ke dalam rumah, melihat mobil yang meski hanya terlihat bagian belakangnya, namun ia merasa yakin itu mobil yang tadi ia lihat telah membawa sosok seseorang yang mirip dengan suaminya pergi.


"Pak, itu mobil siapa?" tanya Manda begitu menggebu menunjuk dan berjinjit menatap mobil yang di maksud olehnya.


"Oh... itu mobil baru tuan besar!" jawab Didit tetap saja tak dapat menutupi rasa gugupnya yang semakin membuat Amanda merasa ada yang janggal.


"Apa tadi mobil itu ada keluar?" tanya Amanda lagi berharap jika Didit akan mengatakan ada, itu sudah cukup menjawab kecurigaannya, tapi sayangnya bukan itu yang ia dengar.


"Tidak Nona, sedari pagi mobil itu belum keluar gerbang sama sekali," jawab Didit menjatuhkan kembali harapan Amanda yang sudah melambung tinggi.


Amanda terdiam di tempatnya, hatinya lagi-lagi merasa begitu sesak. Ia dapat merasakan kehadiran Alan di dekatnya, namun ia tidak dapat menemukan letak kehadiran yang ia rasakan tersebut.


'Ya Tuhan, apa aku sudah mulai gila karena sangat merindukannya?' batin Amanda memutar tubuhnya berniat pergi dari sana, namun seseorang tiba-tiba mendorongnya.

__ADS_1


"Berani sekali kamu datang ke rumahku!" ucap seorang wanita dengan sangat tajam pada Amanda yang terdorong mundur karenanya.


"Mah, apa kabar?" Amanda berusaha sopan, dan ingin mencium punggung tangan orang tua Alan, namun di tepis dengan kasar seolah wanita yang menjadi mantan mertuanya itu jijik padanya.


"Berhentilah berpura-pura sedih, dan satu lagi, jangan panggil aku Mama! Karena aku tidak sudi ada hubungan denganmu," ucap wanita bernama Maya pada Amanda yang hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan dan ucapan kasar dari wanita yang ia hargai dan hormati sebagai orang tua dari pria yang ia cintai.


"Jangan pernah menginjakan kakimu di sekitar kami, karena aku dan keluargaku tidak sudi ada jejak wanita rendahan pembawa sial sepertimu ada di sekitar kami. Oh iya, di mana anak harammu? Kamu tidak membawanya?" ucap Maya begitu menusuk, menghina Amanda dan Neisha lewat ucapannya.


"Bukan anakmu? Jelas-jelas dia putrimu," cibir Maya tajam.


"Usir dia! Aku jijik melihat nya. Setelah itu bersihkan juga semua bekas injak kakinya di sekitar sini, agar kita tidak terkena dampak sial karena jejaknya!" titah Maya pada pelayan lalu kembali masuk ke dalam mobilnya, bersamaan dengan gerbang yang terbuka.


Melihat gerbang yang terbuka, Amanda tak membuang kesempatan untuk berlari masuk ke dalam gerbang dan terus berteriak memanggil nama Alan.

__ADS_1


"Mas, keluarlah, aku tau kamu di dalam, mas,"" ucapnya seperti orang gila berteriak sekencang yang ia bisa.


"Dasar gila!" bentak Maya yang kembali keluar dari mobilnya, dan memberikan tamparan yang begitu keras di sebelah pipi Amanda yang seketika terdiam dengan pipinya yang memerah bekas tamparan Maya.


"Usir wanita ini dari rumahku!" titah Maya meminta supir beserta penjaga untuk menyeret Amanda keluar dari sana.


"Aku tau kalian menyembunyikan sesuatu dariku, dan aku yakin itu perihal Mas Alan. Mas... keluar Mas!" teriaknya entah dari mana ucapan yang terdengar begitu yakin itu, keluar sendiri dari bibirnya, Keyakinannya akan suaminya yang belum meninggal semakin menjadi setelah ia melihat mobil yang tadi ia lihat benar-benar ada di sana, Amanda sangat yakin dengan mobil yang sudah sempat ia hapalkan nomor pelat-nya.


"Mas, keluar!" lirihnya di sela isak tangisnya saat tubuhnya terlempar keluar dari gerbang rumah tersebut.


"Nona, Maafkan kami, tapi pergilah. Carilah kebahagiaan Anda di luar sana. Pergilah Nona! Kami mohon," ucap supir dan penjaga yang merasa sedih melihat keadaan dan keterpurukan Amanda.


Tanpa mengatakan sepatah katapun, Amanda memutar tubuhnya, melangkah pergi dari sana dan kembali masuk ke dalam mobilnya, melesat pergi dari tempat yang hanya memberikan luka untuknya itu.

__ADS_1


__ADS_2