
Johan masuk ke dalam kamar mereka saat memastikan Manda benar-benar menuju kolam renang, dengan sangat cepat Johan mendekor kamar mereka agar menciptakan suasana romantis, Johan ingin menciptakan suasana romantis itu saat menjalankan rencananya.
Setelah selesai dengan semua itu, Johan menyusul Manda ke bagian atas rumah mereka lewat tangga rahasia yang dapat ke atas dimana letak kolam renang berada. Johan tersenyum melihat istrinya yang sudah berada di kolam dengan pakaian rumahan yang tadi dia kenakan. Johan yang melihat itu melepas pakaiannya dan hanya menyisakan ****** ******** saja. Beruntungnya Johan sebab semua pelayan tidak akan berani naik ke lantai atas jika bukan mereka yang memanggil, kepergian Maryam yang mengajak Neisha jalan juga atas permintaan Johan tanpa Manda tahu.
Johan masuk ke dalam kolam dan berdiri di pinggir menunggu Manda yang tengah berenang ke arahnya. "Ya ampun, kamu mengejutkanku," ucap Manda yang sudah tiba di depan Johan dengan nafas memburu serta wajah merona melihat Johan yang juga berada di kolam hanya dengan menggunakan ****** *****.
Manda merasa malu saat lekuk tubuhnya tercetak sempurna di dalam air, Manda yang menyadari tatapan Johan tertuju pada tubuhnya berpikir untuk menjauh, tapi Johan justru menarik pinggangnya dan langsung mencium bibirnya.
Pergerakan Johan yang begitu lembut membuat Manda sama sekali tidak menyadari jika tangan Johan perlahan menurunkan dress rumahan yang Manda kenakan, hingga tersisa pakaian dalam Manda saja. Permainan lidah Johan membuat Manda terlena, hingga saat Johan melepaskan bibirnya barulah Manda menyadari jika dirinya saat ini hanya menggunakan pakaian dalam saja. "Mas," cicitnya merasa malu.
Johan menurunkan tangan Manda yang menutupi bagian dadanya, melihat itu Manda semakin malu, tetapi Johan lagi-lagi memintanya untuk tidak malu padanya.
"Aku suamimu, berusahalah untuk membiasakan semua ini." Johan perlahan menyentuh bagian atas milik Manda dengan begitu lembut, Johan bahkan menunduk untuk mengecup dan meninggalkan jejaknya di sana, Manda yang menyadari keberadaan mereka di tempat terbuka, menghentikan aksi Johan. "Mas, orang akan melihat kita!"
"Tidak akan ada yang melihat, kita di bagian teratas rumah ini, jauh dari jangkauan pengelihatan tetangga dan pelayan tidak akan berani naik ke atas," jawab Johan sembari kembali mengecup leher Manda dengan sebelah tangannya yang juga bergerak lembut menyentuh kedua bongkahan padat itu secara bergantian.
Sensasi yang tidak bisa Manda ungkapkan mulai dia rasakan, meski berusaha menolak, tapi Manda menikmati semua yang Johan lakukan padanya. Johan yang menyadari jika Manda tak lagi menolaknya menggendong Manda, melingkarkan kedua kaki Manda di pinggangnya dengan bibirnya yang bergerak cepat meraup bibir Manda.
Johan membawa Manda keluar dari kolam dengan sangat hati-hati melalui tangga yang ada di pinggir kolam, lalu perlahan turun menuju kamar mereka dengan tubuh yang basah. Manda yang diperlakukan seperti itu merasa sangat malu tapi juga tak ingin menghentikan apa yang telah mereka lakukan.
"Sejak kapan ada tangga ini?" tanyanya bingung setelah melepaskan ciuman mereka.
__ADS_1
"Sudah lama, hanya saja tidak pernah digunakan dan aku bersyukur ini ada," ucap Johan saat mereka sudah tiba di dalam kamar mandi yang menghubungkan mereka ke tangga menuju kolam renang atas.
Pintu kamar mandi yang terbuka membuat Manda dapat melihat ke luar kamar, meski tidak semuanya tapi Manda menyadari jika ada yang berbeda di kamar mereka.
Manda yang sudah berdiri membelakangi Johan tak lagi merasa risih saat Johan berdiri dibelakangnya sembari menghirup wangi tubuh Manda yang disukainya.
"Kamu yang melakukannya?" tanya Manda masih menatap ke arah kamar dari kamar mandi. Johan menganggukkan kepala.
"Untuk apa?" tanya Manda memutar kepalanya ke samping hingga membuat bibir Johan bertemu dengan pipinya.
"Sayang, jangan coba memancingku!" ucap Johan setelah Manda kembali menoleh kedepan dengan wajah tersipu malu.
Tangan Johan yang sebelumnya hanya diam bertengger di pinggang Manda mulai meraba menyentuh perut dan bagian tubuh Manda yang lainnya.
"Mas, aku ingin melihat keluar." Manda kembali menghentikan tangan Johan yang bergerak di tubuhnya, lalu ingin mengambil handuk untuk keluar dari kamar mandi, tetapi Johan menahannya.
"Lihatlah, tapi biarkan seperti ini, aku senang melihatnya," ucap Johan menghentikan Manda yang ingin melilitkan handuk di tubuhnya.
"Aku Ma–" Johan kembali menyambar bibir Manda meski sekilas.
"Aku akan selalu menciummu jika berkata malu," ucap Johan.
__ADS_1
Manda yang mendengar itu bergegas keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan pakaian dalam yang basah di tubuhnya. Johan mengikuti Manda yang tengah memperhatikan sedikit perubahan di kamar mereka, tatapannya terus saja tertuju pada tubuh Manda yang begitu menarik di matanya.
Setelah keluar dari kamar mandi, yang Manda lihat adalah foto pernikahan mereka yang terpasang dibingkai dengan ukuran cukup besar bertengger di dinding atas ranjang mereka. Meski dulu saat menikah sangat sederhana, tapi foto tersebut cukup untuk membuktikan jika mereka pernah menikah. Jika dulu ada foto wanita lain di kamar dan ruang kerja Johan, sekarang hanya ada foto Manda dan anak-anak mereka yang menghiasi kamar tersebut.
Perasaan Manda kembali menghangat melihat hal tersebut, dia lagi-lagi merasa begitu dicintai oleh suaminya. Bukan hanya foto pernikahan dengan ukuran besar, ada juga beberapa foto Manda bersama Neisha dan Arsen, momen kebersamaan yang sering Manda abadikan.
"Mas, kamu dapat foto ini dari mana?" tanya Manda.
Johan tersenyum mendengar pertanyaan Manda sebelum akhirnya menjawab,
"Maaf aku mengambilnya saat Arsen tengah melihat-lihat galery di ponselmu," jawab Johan jujur.
"Arsenio pernah bilang aku cantik di foto dan saat besar nanti dia dengan bangga akan memamerkan fotoku yang seperti model itu," ucap Manda tertawa, membuat mata Johan melotot mendengarnya dan dengan cepat menghampiri Manda lalu mengukung tubuh Manda hingga Manda bersandar di meja rias yang ada di sana.
"Tidak boleh dan tidak aku izinkan siapapun melihat foto istriku, hanya aku yang bisa melihatnya. Aku tidak akan membiarkan Arsenio memamerkan fotomu," ucap Johan menanggapi serius ucapan Manda.
"Ya ampun, Mas! Arsenio hanya bercanda," kata Manda tertawa tapi Johan justru kembali menyatukan bibir mereka dan bergerak lembut serta lebih lama dari sebelum-sebelumnya. Manda yang awalnya masih terdiam mematung menerima perlakuan Johan akhirnya membalas apa yang sedang Johan lakukan pada bibirnya. Manda mulai melingkarkan tangannya di leher Johan.
Dengan nafas yang memburu, Johan melepaskan bibir Manda dan menatap Manda dengan tatapan yang dipenuhi dengan rasa ingin melakukan hal yang lebih lagi.
"Sayang, apa aku bisa memintanya?" tanya Johan pelan menatap dengan kabut gairah yang menyelimutinya.
__ADS_1
***
Semoga lolos review. Bab selanjutnya malem ya kak, tunggu hujan berenti n lampu hidup.