
"Aku tidak bisa menikah seperti ini. Tolong mengerti. Kamu tidak perlu menikahi akh karena aku akan membawa putriku pergi jauh dari sini," ucap Amanda masih berharap semua tidak terjadi.
"Kita tidak bisa membatalkannya."
"Kenapa? Apa alasannya?" tanya Manda tak terima, tapi Johan tak lagi membalasnya.
Sekeras apapun usaha Amanda untuk menentang, tetap saja samua harus terjadi, saat ini ia bersama pria yang akan menikahinya tengah berada di dalam mobil menuju kediaman calon suaminya tersebut.
"Aku berharap kedua orang tuamu tidak menyukaiku, agar pernikahan ini batal!" ucap Amanda lagi sengaja memanasi Johan.
"Aku jamin kedua orang tuaku justru akan sangat menyukaimu," jawab Johan yakin membuat Amanda seketika menatapnya.
"Kenapa kamu bisa seyakin itu?" tanya Amanda heran, sebab sampai sekarang Amanda sama sekali belum melihat wajah almarhum istri Johan.
"Lihat saja nanti, aku tidak perlu menjawabnya sekarang, nanti kamu akan lihat sendiri!" ucapnya membuat suasana kembali hening selama di perjalanan menuju rumah Johan.
__ADS_1
Amanda sengaja menitipkan Neisha ada Yana, sebab ia belum tau apa yang akan terjadi nantinya saat bertemu dengan keluarga Johan, karena ia berpikir bisa saja hal yang dulu terjadi di masa lalu terulang kembali.
Beberapa saat kemudian, mobil yang di naiki Amanda masuk ke dalam sebuah gerbang sebuah rumah yang begitu besar, sebuah rumah yang sangat mewah dan memiliki lahan yang begitu luas.
Amanda terdiam, ia kembali teringat saat-saat dimana suaminya Alan masih hidup, mengingat saat dimana Alan pertama kali membawanya untuk bertemu dengan keluarganya, dan di sana sebuah penghinaan yang Amanda dapatkan karena keluarga besar Alan tidak menyukainya.
Amanda yang dulu saat Alan membawanya bertemu dengan calon mertuanya merasa sangat berharap, agar mertuanya menyukainya, sekarang justru mengharapkan hal yang sebaliknya, Amanda berharap calon mertuanya tidak menyukainya.
"Kamu tidak ingin turun?" tanya Johan yang sudah membukakan pintu mobil untuk Amanda, menyadarkan Amanda dari lamunannya.
Manda keluar dari mobil mengikuti langkah Johan yang sudah pergi lebih dulu, namun melangkah santai agar Amanda tidak ketinggalan jauh darinya.
"Waalaikumsalam." Sahutan dari dalam rumah terdengar bersamaan dengan suara langkah kaki yang semakin mendekat.
Pasangan paruh baya yang menjawab salam Amanda terdiam di tempat saat melihat wajah Amanda yang benar seperti di katakan Maryam, sangat mirip dengan Amelia, almarhum menantu mereka.
__ADS_1
"Jo, dia orangnya?" tanya Rizal pada Johan yang menganggukkan kepalanya.
"Perkenalkan dirimu, pada orang tuaku!" ucap Johan masih dengan sikap yang sama pada Amanda, tanpa menutupi di depan kedua orang tuanya, sebab Johan tak menutupi fakta jika mereka terpaksa menikah karena desakan warga.
"Saya Amanda. Om, Tante," ucap Manda menunduk hormat dengan sopan memperkenalkan dirinya pada kedua orang tua Johan yang tersenyum haru menatapnya.
Sama seperti Johan dan Maryam, Rizal dan Renata juga sama sekali tidak menyangka jika hal seperti ini ada. Dua orang dengan wajah yang sangat mirip. Amelia seakan kembali hidup dalam sosok Amanda, wanita dengan kemiripan yang akan kembali menjadi menantu mereka.
"Senang bisa bertemu denganmu, Amanda. Kami orang tua Johan, Johan sudah menceritakan sedikit tentangmu pada kami, tapi mendengar sendiri dan bertemu langsung denganmu lebih kami harapkan," ucap Renata tersenyum menatap Amanda yang terlihat begitu kaku dan gugup.
Amanda sama sekali tidak menyangka jika kedua orang tua Johan terlihat begitu ramah dan menyambut baik kedatanganya, tidak seperti keluarga almarhum suaminya yang begitu sinis dan menolak kehadirannya. Amanda terdiam memikirkan jika harapan ya agar kedua orang tua Johan membencinya salah, tebakan Johan saya di mobil benar adanya jika kedua orang tua Johan akan menyukainya.
Hal yang lebih mengejutkan Amanda adalah saat Renata yang sedari tadi terus saja menatapnya tiba-tiba memeluknya. "Mama sangat senang bertemu denganmu," ucapnya tak dapat menutupi rasa bahagianya.
Amanda merasakan ketulusan yang didapat dari keluarga Johan, berbanding terbalik dengan keluarga suaminya dulu.
__ADS_1
"Maaf, sayang. Ayo masuk," ajak Renata lembut melepaskan pelukannya, melangkah lebih dulu menuju ruang tamu, diikuti oleh Amanda dan Johan.
'Dia mempunyai orang tua yang terlihat sangat baik, kenapa putranya seperti itu?' batin Amanda menatap punggung Johan yang berjalan di depannya, membandingkan Johan dengan kedua orang tuanya.