
Manda masih terdiam mendengar pengakuan Johan. Perasaan hangat menjalar ke seluruh tubuhnya, tetapi Manda juga merasa ragu, takut jika apa yang didengarnya hanya angannya saja.
"Jo, apa aku salah mendengar?" tanya Manda pelan.
Johan yang mendengar itu tersenyum dengan begitu manis sembari menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kamu tidak salah mendengar. Aku mencintaimu, istriku," ulang Johan dengan lebih jelas.
Amanda yang mendengar itu tak dapat menahan rasa haru di hatinya. Manda langsung menghambur memeluk Johan, dan Johan dengan senang hati membalas pelukannya sembari terus mengecup sayang kepal Manda. "Maafkan aku, Jo. Maafkan sikapku yang mungkin sudah membuatmu terluka. Maafkan aku," ucap Manda dalam pelukan Johan.
Johan masih terus mengusap lembut punggung Manda, berusaha memberikan kenyamanan serta ketenangan untuk istrinya. Wanita yang dia akui sebagai istri dan dia cintai entah sejak kapan. Namun yang pasti Johan sungguh mencintainya.
__ADS_1
"Jangan meminta maaf padaku. Bukankah aku sendiri yang mengizinkanmu melakukan semua ini? Aku juga melakukan semua ini karena aku ingin melihat akhir dari semua masa lalumu. Kamu tahu, aku sempat berpikir akan merelakan mu dan mengubur kembali perasaanku jika pada akhirnya takdir mempersatukan kalian kembali. Namun, aku bersyukur karena Tuhan lebih memilihku untuk menjadi pasanganmu. Maafkan aku karena aku membiarkan mereka menyakitimu," ucap Johan membuat Manda mendongakkan wajahnya menatap Johan tanpa melepaskan pelukannya.
"Aku sangat bersyukur karena Tuhan mempertemukan aku dengan pria sebaik dirimu. Aku wanita yang beruntung. Kenapa aku bisa begitu bodoh menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Maafkan–" ucap Manda terputus saat Johan lebih dulu menutup mulut manda dengan bibirnya.
Johan tidak ingin Manda terus merasa bersalah padanya, dan lagi Johan juga tak dapat menahan diri untuk tidak menyentuh Manda saat jarak mereka begitu dekat seperti sekarang. Bibir keduanya bertemu yang awalnya dimulai oleh Johan itu sekarang sudah mulai bermain bersama. Baik Johan ataupun Manda yang belum pernah melakukan hal itu setelah berpisah dari masa lalu mereka seakan mengulang kembali hal itu dengan begitu intens bersama pasangan baru mereka. Pasangan yang tentunya halal di mata agama meski belum secara hukum.
Masih dengan napas memburu usai pergulatan bibir mereka, Manda tersenyum menganggukkan kepalanya. "Kamu mau menikah ulang denganku? Aku ingin semua orang tahu tentang kita. Aku ingin menikahimu bukan hanya sah secara agama, tapi juga sah dimata hukum. Aku ingin seluruh dunia tahu jika kamu adalah istriku. Aku berjanji akan menjagamu seumur hidupku. Aku akan berusaha menjadi pria terbaik dalam hidupmu dan akan selalu berusaha membahagiakanmu," ucap Johan lagi yang kembali mendapat anggukkan kepala dari Manda.
Manda mengusap sendiri air matanya yang terus menetes, bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan yang tak dapat ditahan atas semua keberuntungan yang dia dapatkan dalam hidupnya bertemu dan dicintai oleh pria seperti Johan.
__ADS_1
"Aku bersedia menjadi istrimu, aku juga tentu saja ingin kamu selalu menjaga dan melakukan yang terbaik untukku. Bukan hanya kamu, aku juga akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu dan ibu yang baik untuk anak-anak kita. Terima kasih karena sudah mencintaiku, terima kasih karena sudah bersabar menghadapi ku, Jo. Mungkin aku belum bisa mengatakan aku mencintaimu karena aku tidak ingin mengatakan sesuatu yang belum sepenuhnya aku yakini, tetapi satu yang pasti, aku membuka lebar pintu hatiku untukmu dan menutupnya untuk pria lain. Aku juga akan berusaha untuk memupuk perasaan di hatiku untukmu agar bisa menyempurnakan hubungan kita. Aku akan berusaha yang terbaik untuk kita," balas Amanda mengeluarkan kalimat-kalimat indah yang membuat perasaan Johan teramat sangat bahagia setelah cukup lama menderita.
Johan kembali menyatukan bibir mereka setelah saling mengungkapkan perasaan mereka. Pria yang menjadi supir yang hanya bisa berdiri tak jauh dari mobil terlihat diam-diam melirik ke arah mereka.
"Bisa-bisanya mereka bermesraan di mobil dengan aku yang menjadi penonton serta pengawal mereka di sini," gumamnya tersenyum sendiri melihat kelakuan majikannya.
***
Nulis ini jadi senyam-senyum sendiri. Halu yang kehaluan ini. 🤣🤭🤭 Yang ikut halu angkat tangan kak!🤭
__ADS_1