Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Pernah Bersama


__ADS_3

Seorang pria masih terduduk lemah di atas kursi rodanya, setelah ia sadar dari tidur panjangnya beberapa bulan yang lalu. Johan bangun dalam keadaan sebagian tubuhnya yang sulit untuk digerakkan pasca cedera yang dialaminya. Bukan tidak bisa hanya saja sedikit sulit digerakkan, maka dari itu Johan rajin mengikuti fisioterapi sesuai dengan yang diarahkan oleh Dokter yang menanganinya.


Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Fisioterapi bisa dilakukan pada pasien dari semua rentang usia dengan berbagai macam tujuan, mulai dari meredakan sakit punggung, keadaan tubuh yang sulit digerakkan, hingga persiapan olahraga dan persalinan.


Pada dasarnya, tujuan fisioterapi adalah mengembalikan fungsi tubuh yang normal setelah terkena penyakit atau cedera. Jika tubuh menderita penyakit atau cedera permanen, fisioterapi dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya. Tindakan fisioterapi bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik itu penanganan secara manual maupun menggunakan alat


Kedua orang tua Johan merasa sangat bahagia melihat putra mereka sudah kembali sadar, meskipun dengan kondisi yang tidak sebaik sebelumnya, Namun bisa berkumpul kembali bersama putranya tentu saja menjadi kebahagiaan yang begitu besar dirasakan oleh Renata dan Rizal.


Dari semua hal yang sudah terjadi, ada satu hikmah lain yang mereka syukuri adalah dimana Johan tidak lagi membahas tentang Vani ataupun mengejar-ngejar Vani. Bahkan Johan akan menjauh dan mencoba menghindar jika ada sedikit saja pembahasan tentang Vani. Bukan karena dia merasa benci pada Vani, tapi karena ia lebih merasa tidak percaya diri dan merasa sangat tidak pantas untuk kembali bersama Vani terlebih dalam keadaannya yang seperti saat ini.


Tidak pernah juga terucap kata-kata penyesalan atau ungkapan Johan atas semua yang telah terjadi. Ia menjadi pribadi yang semakin menutup dirinya. Meski sulit untuknya melakukan semua hal sendiri, namun Johan tetap akan berusaha melakukan sendiri apapun itu tanpa mengharap ataupun menerima bantuan dari siapapun termasuk kedua orang tuanya.


Hanya saat melakukan kegiatan rutinnya yaitu fisioterapi yang membuat Johan mau berinteraksi dengan orang.


"Memang ini semua sulit untuknya, tapi aku berharap perlahan dia bisa menerima semua yang sudah terjadi!" ucap Renata pelan, menyeka air matanya menatap Johan yang sedang berjemur di taman belakang rumah mereka.

__ADS_1


"Aku juga percaya setelah ini pasti akan ada kebahagiaan yang menggantikan semua yang telah terjadi. Aku berharap akan ada waktunya mereka bahagia!" jawab Rizal merangkul bahu istrinya.


"Kamu benar, aku tahu apa yang telah kita lalui tidak akan pernah bisa sebanding dengan apa yang kita lakukan pada Irene. Namun aku sudah menyesali semuanya, aku berjanji akan berubah. Jika waktu bisa di ulang, aku tidak akan melakukan semua itu. Sekarang imbasnya ada pada Johan. Johan menerima balasan dari semua kesalahanku," ucap Renata yang masih menyesali kesalahannya.


"Sudahlah. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, begitupun untuk Johan dan Amelia. Meskipun pada akhirnya mereka tidak mungkin bersama, namun aku berharap keduanya bisa mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing."


"Bagaimana dengan kandungan Amelia? Apa semua baik-baik saja?" tanya Rizal menatap Istrinya.


"Semua baik-baik saja, kandungannya sehat. Besok jadwal pemeriksaan selanjutnya, semoga semuanya akan selalu baik dan cucu kita bisa lahir dengan selamat dan sempurna!" jawab Renata.


Amelia mendapatkan limpahan kasih sayang dari mertuanya. Semua sudah menerima baik kehadirannya, namun dari semua yang ia dapatkan. Sosok suami yang harusnya memberikan kebahagiaan padanya sama sekali tidak menoleh padanya, meskipun mereka berada di satu atap yang sama, meskipun bukti perkawinan mereka sebelumnya sudah terlihat jelas di tubuh Amelia tapi sama sekali tidak membuat Johan menatapnya.


Amelia tidak lagi menyesali semua yang sudah terjadi, tidak marah ataupun terluka dengan sikap Johan. mendapat maaf dan diterima baik oleh mertua dan banyak orang lainnya sudah merupakan hal yang sangat ia syukuri. Satu hal yang Amelia sangat inginkan selama ini dalam hidupnya adalah mendapat kasih sayang dari banyak orang dengan tulus dan hampir semua sudah ia dapatkan. Terkecuali dari Johan dan orang tua angkatnya yang benar-benar semakin mengabaikannya setelah Amelia menikah.


Amelia juga sangat bersyukur karena selama kehamilannya hingga sekarang usia kehamilannya sudah menginjak delapan bulan, calon anaknya sama sekali tidak merepotkannya dalam artian mengidam atau apapun itu. Ia seolah sangat mengerti dengan keadaan ibunya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, terima kasih banyak karena sudah menemani Mama. Memberikan kekuatan untuk mama, maafkan mama jika akhirnya mama harus meninggalkanmu. Kebahagiaanmu pasti akan lebih terjamin saat kamu berada dilingkungan papa dan keluarga papamu, sangat berbeda jauh jika kamu hidup bersama mama. Mama mohon jangan pernah berpikir jika mama tidak menyayangimu, nak. Mama sangat menyayangimu, sangat-sangat menyayangimu. Kebahagiaanmu dan masa depanmu lah yang membuat mama terpaksa harus meninggalkanmu nanti, maafkan maaf sayang!" ucap Amelia dengan air matanya yang sudah mengalir diwajahnya.


"Jo. Aku berharap setelah aku pergi nanti kamu akan menyayangi dan menerima dengan baik kehadiran putra kita. Aku juga berharap kamu bisa mendapatkan kebahagiaanmu yang lain meski bukan bersama aku ataupun Vani. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian semua!" ucap Amelia lagi, masih dengan menatap Johan yang terdiam dalam kesendiriannya


Seberat apa pun masalah yang ibu hadapi, tidak ada halangan yang bisa menghentikan kasih ibu pada anaknya.


Walau mustahil menjadi ibu yang sempurna, namun seorang ibu pasti berusaha untuk menjadi ibu terbaik bagi anak-anaknya. Itu pula yang ingin Amelia lakukan, dia ingin menjadi Ibu terbaik untuk anaknya disisa waktu yang ia miliki bersama putranya. Anak yang sudah ia ketahui berjenis kelamin laki-laki.


Johan yang menyadari jika semua orang sedang memperhatikannya, dengan cepat memutar kursi rodanya utuk kembali masuk kedalam rumah, masuk menuju kamarnya yang sudah dipindahkan kelantai bawah rumah orang tuanya.


"Van, aku sangat merindukanmu! Sangat-sangat merindukanmu. Tuhan benar-benar menghukum ku, Van, dia memberikan aku hukuman seperti ini untuk menjauhkan aku darimu. Aku terima jika memang takdir tidak ingin mempersatukan kita. Aku terima semuanya, namun satu hal yang harus kamu ketahui. Sampai kapanpun rasa ini akan selalu ada untukmu, sayang. Biarlah rasa ini aku pendam sendiri sebagai kenangan terindah yang aku miliki untukmu.


Aku sebagai pria yang mencintaimu, berharap dan sangat berharap Tuhan memberikanmu selalu kebahagiaan, aku juga berharap Juna memberikan kebahagiaan yang sebelumnya tidak bisa aku berikan untukmu, Vani.


Aku mencintaimu, Vaniku!" ucap Johan menatap foto kebersamaan mereka yang masih disimpan dengan sangat baik olehnya, foto yang menjadi kenangan jika mereka pernah bersama.

__ADS_1


__ADS_2