
Manda keluar dari kamar bersama Johan, tepat bersamaan dengan Arsenio dan Neisha yang sudah tiba di rumah. "Mama..." Kedua bocah itu menghampiri Manda dan memeluknya.
Johan tersenyum melihat itu semua, keluarganya terasa sangat lengkap dan akan semakin lengkap jika mereka mempunyai anak lagi untuk makin mempererat hubungan mereka. Mengingat kata anak, Johan tak dapat menahan senyumnya dan mulai membayangkan hal-hal yang menyenangkan untuk mencapai keinginannya tersebut.
"Papa. Papa terlihat seperti orang gila." Arsenio menyindir Johan.
"Ya ampun, kamu mengatakan papa gila?" Johan sengaja memasang raut wajah kecewa.
Neisha yang sudah berada dalam gendongan Manda mengarahkan tangannya pada Johan, ingin digendong oleh pria yang sudah begitu dekat dengannya sebagai ayahnya.
"Makanya jangan keseringan tersenyum sendiri. Aku sudah terlalu sering melihat papa tersenyum sendiri terlebih saat tengah diam-diam menatap Mama," ucap Arsenio yang sangat berbeda saat dia berbicara dengan Manda dan Vani, dimana pada kedua wanita itu Arsen begitu manja. Arsen tetaplah Arsen yang dingin dan sedikit ketus, tetapi Johan serta orang-orang terdekatnya sama sekali tidak tersinggung sebab sudah mengerti hal itu.
Amanda yang mendengar itu menatap Johan yang terlihat salah tingkah. Setelah mengambil Neisha dari Manda, Johan melangkah pergi dari sana meninggalkan Arsen dan Manda yang tertawa menatapnya.
Arsen dan Manda menyusul Johan yang sudah membawa Neisha menuju ruang keluarga, ketika mereka semua sudah duduk di sana, Arsenio yang sedari tadi merasa ada sesuatu di leher Manda, mendekat dan melihat lebih jelas. Arsen bahkan menunjuknya. "Ma, Mama di gigit serangga?" tanyanya membuat Johan yang melihat dan mendengar itu seketika tertawa.
Tak hanya Johan, pelayan yang baru saja melintasi mereka ikut melirik dan tertawa mendengar pertanyaan Arsenio.
__ADS_1
"Iya, serangganya sangat besar." Amanda menjawab sambil menatap kesal pada Johan.
"Di kamar?" tanya Arsenio yang kembali membuat Johan tertawa. "Ya, di kamar," sahutnya.
"Kalau begitu nanti malam Mama tidur di kamarku saja. Kita tidur bersama adik Neisha," ucap Arsenio lagi berhasil menghilangkan tawa Johan, terlebih saat Manda justru menyeringai menatapnya.
"Baiklah, nanti malam Mama tidur bersama kalian," jawab Manda tersenyum.
***
Esok harinya, setelah sarapan dan setelah Arsenio pergi ke sekolah. Johan mulai bersiap untuk bekerja, begitu juga Manda yang terlihat sudah rapi dengan dress kasual berwarna coksu yang dikenakannya. Atas permintaan Johan, hari ini Manda akan ikut ke perusahaan bersamanya.
Johan melilitkan tangannya di pinggang Manda membuat Manda tidak leluasa bergerak, sebab posisi mereka yang terlalu menempel.
"Mas, bagaimana aku bisa memasangkan dasimu jika kamu menempel seperti ini?" ucap Manda, protes akan ulah suaminya.
"Aku suka wangi tubuhmu, aku menyukai semua yang ada padamu! Lagipula aku ingin mengambil waktumu yang semalam kamu habiskan bersama Neisha dan Arsen," ucap Johan mencium rambut Manda yang tergerai indah dimatanya.
__ADS_1
"Hanya sebentar, karena pada akhirnya ada seseorang yang menculik ku," cibir Manda membuat Johan tersenyum dan makin nakal mencium lehernya.
"Lepas dulu! Agar aku bisa segera memasangkan dasimu! Apa Mas tidak takut terlambat ke kantor? Arsenio bahkan mungkin sudah tiba di sekolahnya," ucap Manda, melepas paksa tangan Johan yang melilit ditubuhnya.
"Tidak ada yang berani menegurku apalagi memarahiku saat aku terlambat datang! Aku atasan mereka," jawab Johan terdengar sombong.
"Baiklah, Bos. Sudah selesai!" Manda melangkah mundur menjauh dari Johan.
"Aku bos mereka dan kamu adalah bos ku," sambung Johan menarik Manda hingga masuk dalam pelukannya.
"Mas, mau sampai kapan kamu memelukku?" tanya Manda kesal, karena Johan selalu saja memeluknya setiap ada kesempatan.
"Aku berhak atas dirimu," jawab Johan mengecup sekilas bibir Manda lalu melepaskan Manda.
Manda yang sudah terlalu sering mendengar kalimat Johan, sama sekali tidak berniat menanggapinya dan melangkah menuju meja rias untuk segera merapikan rambut dan memoleskan make up tipis di wajahnya.
Setelah selesai bersiap, Johan dan Manda turun ke bawah dengan tangan Johan yang bertengger indah di pinggang Manda.
__ADS_1
***
Hai kak, body lagi kurang enak, jd baru bisa up setelah up buku yang 1 lagi. Cerita ini mungkin beberapa hari kedepan atau mungkin besok bener-bener tamat ya kak. Selalu dan selalu aku ucapkan terima kasih banyak untuk kalian semua. Aku juga berharap kehadiran kalian di ceritaku yang lain. Judulnya "Noda Dalam Cinta" masih di aplikasii ini di akun ini, tinggal klik profilku. Ditunggu kehadirannya.🤗