Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Alan Masih Hidup


__ADS_3

Semua orang tengah berkumpul di ruang keluarga kediaman orang tua Johan. Mereka semua menunggu kabar yang akan di bagikan oleh Rizal setelah tiga hari yang lalu dia memerintahkan orang suruhannya untuk mencari tahu tentang Alan.


"Pa, bagaimana?" tanya Johan tak sabar menunggu penjelasan Papanya yang telah meminta mereka berkumpul.


"Dari yang orang-orang ku dapatkan, benar jika kemungkinan besar pria bernama Alan tersebut masih hidup. Mereka sering melihat seseorang yang mirip dengan Alan keluar masuk rumah tersebut." Johan mengatakan apa yang didengarnya dari orang suruhannya yang juga diminta mencari tahu hal itu.


Jantung Manda seakan diremas saat mendengar ucapan Johan. Jika benar Alan masih hidup lalu kenapa Alan tidak mencoba mencarinya? Kenapa Alan justru menghindar darinya? Apa begitu tidak pentingnya Amanda untuk Alan? Semua pertanyaan itu hadir di benak Manda yang hanya bisa terdiam.


"Apa Papa juga mendapatkan hasil yang sama?" tanya Johan pada Rizal yang baru saja bergabung bersama mereka.


Semua tatapan mereka yang ada di sana tertuju pada Rizal, semua menanti jawaban yang akan di katakan oleh Rizal, jawaban yang akan menjadi petunjuk besar bagi Amanda.


"Pa, apa benar suamiku masih hidup?" tanya Amanda menatap penuh harap pada Rizal, berharap Rizal akan menjawab seperti apa yang hatinya inginkan.


Bukannya menjawab, Rizal justru tertawa mendengar pertanyaan Amanda, dan itu membuat mereka mengerutkan dahi menatapnya yang tertawa.


"Pa, serius lah!" tegur Renata pada suaminya yang masih saja tertawa.


"Jika kamu tanya apa suamimu masih hidup? Jelas putraku masih hidup, Manda. Dia ada di sebelahmu," jawab Rizal di sela tawanya.

__ADS_1


"Eh, iya. Papa benar, Johan kan masih hidup. Lihat suamimu ada bersamamu," sahut Renata ikut tertawa.


Amanda kembali merasa bersalah, tatapannya tertuju pada Johan yang terlihat tenang duduk di sebelahnya, tetapi entah mengapa Amanda dapat melihat sedikit cela di mata Johan yang kecewa padanya. Bagaimana bisa Manda mengatakan pria lain sebagai suaminya disaat statusnya adalah istri Johan. "Maafkan aku," ucapnya pelan menggenggam tangan Johan yang balas tersenyum mengangguk pelan padanya.


"Kalimatmu salah, sayang. Harusnya kamu bertanya, 'Apakah mantan suamimu masih hidup?' bukan justru suamimu, karena suamimu sekarang adalah Johan, dan Alan adalah mantan suamimu," ujar Renata yang di anggukkan setuju oleh Rizal.


"Maaf Ma, Pa." Manda juga merasa tak enak pada mertuanya.


"Bagaimana, Pa? Apa Alan benar masih hidup?" Johan kembali bertanya.


Rizal menatap Manda. "Manda. Papa ingin bertanya terlebih dahulu, padamu," ucap Rizal membuat suasana menjadi tegang.


"Apa yang akan kamu lakukan jika dia sudah meninggal ataupun masih hidup?" tanya Rizal menatap serius pada Amanda yang terdiam mendengar pertanyaannya.


"Amanda, jawab pertanyaan Papa!" sahut Renata menyadarkan Amanda yang melamun setelah mendengar pertanyaan mertuanya.


"Pa, jika mas Alan benar-benar sudah pergi, dsn aku mendapatkan bukti yang jelas dan bisa meyakinkan aku, aku pasti akan mengikhlaskannya," ucap Amanda sendu.


"Lalu, bagaimana jika dia masih hidup?" tanya Rizal lagi.

__ADS_1


"Jika dia masih hidup, aku akan sangat bersyukur dan aku akan mengejarnya, mendapatkan kembali hakku sebagai istri dan mendapatkan kembali cintaku, sekalipun di tentang oleh keluarganya. Aku hanya ingin kejelasan darinya," ucap Amanda dengan kepala tertunduk sedih atas ucapannya yang jujur dan tulus dari hatinya, namun tahu menyinggung mereka.


"Maaf jika ucapanku salah!" sambungnya pelan tak berani mengangkat kepalanya.


"Tenanglah, tidak ada yang salah dengan ucapanmu," ucap Johan berbesar hati mengusap tangan Amanda, membuat perasaan bersalah semakin besar di hati Manda.


Rizal mengembuskan napas kasar mendengar jawaban menantunya sebab Rizal tahu ada hati yang terluka dibalik itu semua. "Alan masih hidup!" jawab Rizal pelan, membuat Amanda begitu terkejut dengan mata yang seakan berbinar bahagia mendengarnya, sedetik ia mengedipkan matanya, air mata tumpah mengalir di wajah cantiknya.


"Mas Alan, benar-benar masih hidup, Pa?" ulang Amanda bertanya terlihat begitu antusias.


"Ya, dia masih hidup. Dan yang kamu lihat tempo hari, itu benar-benar dia!" jawab Rizal.


Amanda kembali terdiam setelah mendengar jawaban Rizal. Ia kembali mengingat hari di mana ia melihat Alan begitu mesra dan lembut pada seorang wanita. Mengingat juga bagaimana Alan sama sekali tidak perduli saat ia di usir keluar dari rumahnya tempo hari. Amanda menutup wajahnya dengan kedua tangannya, melepaskan tangis antara sedih, bingung dan bahagia yang ia rasakan.


"Nda, ada apa?" tanya Johan menarik tangan Amanda agar wajahnya terlihat. Kata 'Nda' yang lagi-lagi terucap membuat Manda selalu merasa hangat di hatinya meski juga ada sakit karena orang lain.


Ya Tuhan, maafkan aku menyakiti perasaannya. Aku hanya ingin kejelasan dari semua masa laluku ini, maafkan aku. Batin Manda.


"Pa, apa dia sudah menikah lagi? Jika dia hidup, kenapa dia sama sekali tidak mencari ku? Kenapa dia diam saja saat melihatku di Mall? Kenapa dia tidak membantuku saat aku di usir keluar dari rumah orang tuanya?" ucap Amanda menghujani Rizal dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Itu juga yang harus Papa jelaskan padamu, siap atau tidak siapnya kamu, kamu harus mendengarkan semuanya, sebelum memutuskan untuk mengejar kembali Alan," ucap Rizal semakin membuat suasana yang haru menjadi makin menegangkan.


"Katakan, Pa! Aku siap mendengar semuanya," pinta Amanda.


__ADS_2