TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Desiran Aneh


__ADS_3

Setibanya di kelas, mereka kembali duduk di bangku semula, dan melanjutkan penjelasan materi dari Dosen Aris dengan serius. Merampungkan tugas-tugas yang tertinggal, kemudian menyerahkannya ke Dosen tersebut.


Lain hal dengan Dosen Rayhan, dia mulai menelpon tukang bengkel terdekat, dan membawa mobilnya ikut serta ke bengkel. karena mobil gadis itu sedikit penyok, jadi harus menginap dibengkel kurang lebih satu hari. sedangkan mobilnya hanya tergores, jadi tidak butuh waktu lama untuk perbaikannya.


"Berapa total biaya yang harus dibayar Pak?" Tanya Dosen itu, kepada tukang bengkel.


"Untuk mobil yang menginap, dan yang ini semuanya, 5 juta rupiah pak biayanya." Jawabnya tukang bengkel tersebut.


"Baiklah, saya bayar lewat M banking yah, karena tidak bawa uang tunai. Nomor rekeningnya berapa pak?" Pinta Dosen itu.


"Oooh.. iya, Pak boleh. No rek. 5841100***** atas nama Soleh Hassan." Jawabnya.


"Baik Pak saya akan transfer." Rayhan mulai membuka M bankingnya dan mentransfer ke nomor yang diberikan tadi.


"Sudah masuk yah Pak! Silahkan dicek. Terima kasih." Ucap Rayhan.


"Iya Pak, sudah saya terima. Terimakasih juga."


Akhirnya Dosen itu, meninggalkan bengkel dan kembali ke kampus. Dengan muka masam, ingin menemui gadis itu.


Jam menunjukan pukul 10.00 pagi bunyi bell istirahat, jam pelajaran pertama berakhir. Dosen Aris merampungkan tugasnya, dan meninggalkan kelas. Siswa-siswi berhamburan keluar kelas, ada juga yang masih stay di kelas.


"Alya, mau ke kantin engga? Gue haus nih." Ajak Asyafa.


"Ok! Tapi gue butuh penjelasan, soal perkara tadi pagi." Pinta Alya.


"Iya, bawel."


Sesampainya dikantin, mereka langsung mencari bangku kosong, karena semua bangku di depan sudah terisi penuh oleh siswa-siswi lain. Akhirnya dapat bangku kosong di belakang.


"Ayo Alya, di sana ada bangku yang kosong." Ajak Asyafa.


Di meja itu ada 4 bangku, yang 2 lagi sudah terisi. Sambil duduk, kedua gadis itu memesan minumannya dan camilan sekedarnya.


"Loe engga pesan somay, atau batagor, atau ketoprak Sya?" Tanya Alya.


"Engga, belum lapar banget." Jawabnya.


"Coba jelaskan, ada hubungan apa Loe sama Dosen Rayhan Darma?" Tanyanya penuh selidik.


"Iish.. apa sih Al? Engga ada apa-apa! Gue sama dia itu cuma.. " Kata-katanya menggantung, tanpa sengaja dia melihat sepasang mata tajam menghunusnya.

__ADS_1


Siswi-siswi di kantin sontak histeris dan terkagum-kagum, dengan kedatangan Dosen tampan itu. Dengan gerakan cepat, Dosen itu menarik lengan Asyafa keluar kantin, sontak semua mata tertuju kepada mereka berdua. Banyak yang berbisik-bisik penasaran.


"Stop Pak! Engga usah narik-narik tangan saya, sakit tahu Pak!" Terlihat lengan gadis itu agak memerah, ulah dari kelakuan Dosen Rayhan, sontak dia langsung melepaskan tangannya.


"Maaf, kalau saya kasar melukai lengan kamu. Apa terasa begitu sakit, Nona?" Sesalnya.


"Enggak terlalu Pak." Jawabnya lemah.


"Oooh.. !"


"Saya perlu bicara sama kamu! Sekarang kamu keruangan saya Nona." Perintah Dosen Rayhan.


"T.. tapi Pak! Sebentar lagi saya masuk, ada makul masih belum bisa meninggalkan kelas. Bagaimana kalau jam makul selesai, baru saya keruangan Bapak?" Usulnya.


"Ya sudah, nanti saya tunggu! Awas kalau kamu mangkir. Ini menyangkut mobil kamu loh." Nada ancaman.


"Ya, Pak!" Jawabnya cepat, lalu meninggalkan Dosen itu.


"Alya, ayo kita masuk kelas, sebentar lagi jam istirahat berakhir." Ajak Asyafa.


"Sebentar dulu, gue bayar dulu." Jawabnya, sambil membayar minuman dan camilan yang dibelinya.


Akhirnya, merekapun sampai depan kelas. Di dalam suasana gaduh membicarakan perihal Asyafa dan Dosen ganteng Rayhan Darma, yang belum lama ini jadi Idola. Banyak yang mengira kalau mereka berpacaran atau apalah, sehingga banyak cewek-cewek yang patah hati dibuatnya.


Banyak anak-anak yang menyerang pertanyaan bertubi-tubi, terutama anak cewek tingkat keponya teramat tinggi. Perihal apa yang terjadi dengan Asyafa dan Dosen ganteng Rayhan.


Asyafa hanya menggidikan bahu, tersenyum miring dan menjawab sekenanya, karena memang tidak terjadi apa-apa. Dan masalah tadi dikantin, karena mobilnya yang ditabrak Dosen Rayhan. Akhinya mereka pun lega, karena kebenarannya tidak sesuai apa yang dipikirkan.


"Anak-anak kenapa pada kepo banget sih, nyebelin banget! Apalagi anak-anak cewek, huuh.. " Gerutunya sambil membuka tasnya sedikit kasar.


"Sabar... sabar!" Alya menenangkan.


"Sebenernya gue juga belum begitu yakin, dengan penjelasan loe tadi. Kayak masih ada yang disembunyikan."


"Noting Alya!" Menggelengkan kepalanya pelan.


"Ya sudah, kalau loe belum mau cerita, gue akan tunggu sampai loe siap, gue 'kan sahabat loe." Ucap Alya yakin, sambil mengacak rambut gadis itu pelan.


"Iish.. rambut gue Alya! Jadi berantakan nih." Mengerucutkan bibirnya sebal.


Setelah Dosen Pengajar datang, dan memberikan tugas seabrek. Kemudian melakukan sesi Quis, yang bisa menjawab tepat dan cepat, siswa bisa segera pulang meninggalkan kelas. Asyafa bisa menjawab Quis dengan tepat dan cepat, akhirnya dia bisa meninggalkan kelas lebih dulu.

__ADS_1


"Alya, gue cabut duluan yah! By..."


"Cup.. cup.. muach," memberikan ciuman jauh seraya melambaikan tangannya.


"Iish... jahat! Temen macam apa seperti itu, meninggalkan gue sendiri yang belum selesai mengisi quis!. Merutuki kepergian Asyafa.


Setelah di depan ruang Dosen Rayhan, Asyafa mulai mengirim pesan kepadanya bahwa dia sudah di depan ruangannya. Rayhan langsung membalas pesannya cepat dan mempersilahkan Asyafa masuk.


"Asalamu'alaikum, Pak Dosen!"


"Wa'alaikumsalam, Nona Asyafa! Silahkan duduk disofa."


"Baik Pak!" Berjalan ke arah sofa, yang di susul oleh Dosen Rayhan.


"Eem... Pak, Bagimana mobil saya Pak? Apa sudah diperbaiki? Berapa biayanya? Apa sudah bisa diambil?" Tanyanya bertubi-tubi.


"Iish.... kamu ini, bawel sekali Nona." Ucapnya meledek.


"Bapak, saya itu bertanya? Bukannya menjawab, malah meledek saya bawel. Huuuh... ! Ucapnya sebal dan mencibir.


"Iya, Nona yang bawel. Mobil Nona di bengkel, butuh satu sampai dua hari masa perbaikannya. Dan soal biaya, Nona engga usah khawatir, sudah saya bayar semuanya. Puas dengan jawabannya?" Jawab Rayhan tersenyum menyeringai.


"Ooh... begitu! Baiklah saya mohon izin pamit Pak. Terima kasih." Ucapnya gadis itu, seraya mengangkat bokongnya, tetapi lengannya dicekal oleh Rayhan dan tubuhnya limbung menubruk tubuh Dosen itu. Seketika mata mereka saling bersitatap, dan merasakan desiran aneh, debaran jantung yang tidak bisa dikondisikan, dalam diri keduanya terkesiap canggung.


"M... maaf Pak! S.. saya, engga sengaja." Ucap gadis itu canggung, sambil memperbaiki posisinya yang berada tepat di atas tubuh Dosen Rayhan.


"Kenapa dengan jantungku? Kenapa engga seperti biasanya." Tanya Asyafa Bathinya aneh.


"Engga.. apa-apa Nona." Rayhan kikuk, karena diapun merasakan perihal yang sama dengan gadis itu, dan memperbaiki bajunya yang sudah sedikit kusut, akibat ulah gadis itu.


Keduanya terdiam sesaat, hening.. !


"Sebenarnya, Bapak kenapa tadi narik lengan saya? Jadi saya.. em... berhenti berbicara, bibir gadis itu sudah ditutup oleh jari telunjuk Rayhan.


"Sudah, engga usah di bahas. ok!" Ucapnya Rayhan cepat.


Keduanya saling menatap lekat, lagi-lagi merasakan desiran aneh dalam diri mereka. Rayhan menelan salivanya, ketika matanya berpindah menatap bibir ranum gadis itu. Perlahan jantungnya mulai berdebar tak karuan.


"Shiit... kenapa aku ini hah... ?" Iya mengacak rambutnya frustasi.


Happy Reading

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2