TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Tertidur


__ADS_3

"Mom.. where are u coming home?" Tanya Rayhan.


"It was 4 o'clock honey." Jawabnya.


"Mom.. aku mau mandi dulu yah." Ucapnya, beranjak pergi meninggalkan Mamanya.


"Iya, sana mandi, kamu sudah bau acem tapi tetep yang paling ganteng my son. Ucapnya, Melepaskan pelukannya.


Rayhan masuk ke kamarnya, di lantai dua yang berukuran kurang lebih 8×5 m luasnya, AC, tempat tidur yang berukuran besar dengan ornamen ukiran kayu jati yang kuat, disamping kanan ada meja lampu tidur, dan samping kiri ada meja rias beserta cerminnya, dan lemari baju berukuran besar 3 pintu, di depan tempat tidur ada sofa, dan TV yang menempel di tembok. Devinisi kamar yang begitu mewah dan nyaman tertata rapiĺ dan bersih.


Menyambar handuk dari dalam lemari, dan masuk ke kamar mandi yang tak kalah mewahnya. Berukuran 3×5 M besarnya, ada shower, ada battup yang besar, ada cermin, wasstafel, dan rak yang berisi berbagai jenis sabun, dan sampo, juga sikat gigi, dan pasta gigi yang tersusun rapi ditempatnya.


Mengisi air hangat, di battup dengan diberi sedikit sabun cair beraroma lavender yang menyegarkan, Rayhan merilekskan tubuhnya berendam di dalam battup. Seraya menggosokan badannya dengan sabun, kemudian merampungkannya dengan menggosok giginya.


Selesai mandi, Rayhan mengenakan baju santai yang nyaman, wajahnya yang tampan dan kulit yang putih mulus. Nampak seperti usia belasan, padahal usianya sudah menginjak angka 25 tahun. Kemudian dia menuruni anak tangga untuk menemui Mamanya.


"Mom.. mom... Am come in mom." Panggil Rayhan.


"I am here, my son." Jawab Mamanya.


"Oooh .... Mom what you cook?" Tanya Rayhan.


"Mama masak sop iga sapi dan spagethi honey."


"Heem.. sepertinya enak, aku mau makan yah Mom." Pinta Rayhan yang langsung menarik kursi, duduk dengan santai dan menikmati makanannya dengan lahap.


"Mom.. tadi aku kerumah kediaman Tuan Bernad Dorman." Ucap Rayhan.


"Memangnya kamu sudah kenal, sama calon mertuamu itu son?" Tanya Mamanya.


"Belum sih mom. Tapi kalau sama anaknya sudah kenal mom." Jelas Rayhan.


"Kenal dimana? Memangnya kamu sudah bertemu dimana?" Tanyanya lagi.


"Dia satu kampus sama aku mom, di Universitas yang sama." Jawab Rayhan.


"Kenapa bisa kebetulan gitu yah son? Sepertinya memang kamu benar-benar berjodoh dengan anak itu." Ucapnya tersenyum senang.


"Coba kamu ceritakan, awal mula bertemu hingga bisa datang kerumahnya." Pinta Mamanya antusias.


Akhirnya, Rayhan menceritakan semuanya, awal dari pertemuan yang tidak mengenakkan dengan gadis itu, lalu menjadi Dosen Pengganti. Dia menabrak mobil gadis itu di parkiran yang sekarang masih ada di bengkel. Lalu dia mengantar gadis itu pulang dan mampir kerumahnya, dan bertemu Ibu Nurlaila.


"Tapi Mom.. sepertinya dia belum siap menikah?" Ucap Rayhan lirih.


"Whaat.. did you say ?" Tanya Mamanya.


"That's okay Mom." Jawab Rayhan.

__ADS_1


"Aku akan menunggunya, sampai dia siap untuk menikah Mom. kita akan berteman dulu, saling mengenal lebih dekat baru menikah." Jelas Rayhan mengutarakan keinginannya, dan tersenyum manis.


"In that case, ok! honey." Mengulurkan tangannya mengusap punggung Rayhan.


"Ooh iya Mom, Ibu Nurlaila titip salam. Buat Papa juga titip salam katanya." Ucap Rayhan.


"Sabtu besok, kita jadi kerumahnya 'kan Mom?" Tanya Rayhan.


"Sepertinya minggu depan son! Kalau besok sabtu ada acara peresmian Perusahaan baru yang Papa kamu pegang. Mama 'pun akan ikut menghadiri, kamu 'pun sepertinya harus ikut, disana banyak kolega Papa yang diundang untuk bekerja sama." Jelas Mamanya.


"Okay, kalau begitu aku akan ikut, Mom." Ucap Rayhan.


Rayhan merampungkan makan malamnya, yang kemudian dia hendak masuk kekamarnya, berpapasan dengan Papanya yang baru saja pulang dari kantor.


"Hai.. Dude... ! Kamu mau kemana?" Sapa Papanya.


"Papa... ! Miss u pap." Memeluk Papa nya erat.


"I miss u too dude." Balas Papanya.


"Pah, sepertinya semenjak datang ke Indonesia, selalu sibuk pulang malam terus?" Tanya Rayhan sambil melepaskan pelukannya.


"Iya, dude. Papa buka Perusahaan baru di Indonesia, biar yang di Belanda dijalankan oleh uncle mu dude." Jelasnya.


"Papah, percaya sekali sama uncle." Ucap Rayhan.


"Okay, kalau begitu. Aku ke kamar dulu yah Pah." Pamitnya, seraya mencium pipi Papahnya.


"Iya dude... !


Di kamar, Rayhan merebahkan tubuhnya diatas kasur, dia meraih ponselnya yang ada diatas nakas, sambil melirik jam.


"*M**asih pukul 21.00. Masih belum begitu malam, aku coba chat dia saja*." Gumamnya.


Calon suami : "Asalamu'alikum, sayang.. sudah tidur belum?


Calon istri : "Wa'alaikum salam... belum Kak."


Calon suami : "Lagi ngapain?"


Calon istri : "Lagi tiduran, tapi belum bisa tidur kak!"


Calon suami : "Kenapa belum bisa tidur? kamu pasti kangen yah sama Kakak, jadi belum bisa tidur gitu." Emot senyum.


Calon istri : "Aish.. PD sekali Kakak ini! Aku belum mengantuk, Kak."


Calon suami : "Mau cepat tidur engga?"

__ADS_1


Calon istri : "Iya, Kak mau."


Calon suami : Bayangin wajah Kakak, kemudian pejamkan mata, lalu bawa Kakak ke mimpi indah kamu." Emot tertawa.


Tidak ada balasan dari gadis itu. Rayhan terkekeh menatap layar HP nya, yang tidak ada balasan dari gadisnya itu.


"Dia pasti kesal, makanya dia tidak membalas lagi chatnya." Gumamnya.


"Coba aku telepon saja." Bathinnya.


Rayhan mulai menggeser layar ponselnya, dan mencari kontak dengan nama calon istri.


Tuut.. tuut.. tuut.. ! Rayhan Calling.


"Assalamua'laikum, Halo.. Kakak ada apa lagi?"


"Wa'alaikumsalam, jangan jutek gitu dong. Engga ketemu, engga di telepon, juteknya tetep saja bikin gemes."


"Bodo amat."


"Ha.. ha... ha.. ! Kenapa engga bales chat kakak yang terakhir?"


"Males, habisnya kakak gombal."


"Kakak engga gombal, kakak benar-benar kemarin sebelum tidur, teringat wajahmu, jutekmu, yang menggemaskan, lalu memimpikan kamu sampai Kakak tertidur pulas."


"Hallo.. Kenapa kamu diam saja sayang?"


"Iya, Kakak! Sepertinya aku sudah mulai mengantuk Kak. Aku tidur dulu yah kak."


Tuut.. ! Sambungan telepon terputus.


"Aiish.. anak itu main matikan teleponnya saja." Gerutu Rayhan sambil tersenyum sendiri, lalu dia memejamkan matanya sambil membayangkan wajah gadisnya itu dan akhirnya terlelap tidur.


Sementara, Asyafa masih terdiam duduk di kasur, sambil menatap layar ponselnya nanar.


"Gara-gara Dosen itu, aku jadi kepikiran kata-katanya terus." Gumamnya pelan.


Akhirnya, Asyafa merebahkan tubuhnya di kasur, dia mencoba memejamkan matanya, malah muncul wajah dosen itu, dan diapun membuka kembali matanya.


"Shiit. Kenapa harus muncul wajah Dosen itu? Apa aku sudah mulai hilang kendali, atau aku mulai menyukainya, hah.. ?" Memikirkan tidak percaya.


"Mungkin aku coba tidur lagi deh, bodo amatlah kalau yang muncul wajah Dosen itu lagi, yang penting aku bisa tidur." Bathinnya.


Dan Asyafa pun mulai memejamkan matanya, dan lagi-lagi muncul wajah Dosen itu. Lalu dia pun tertidur pulas dan memimpikan Pangerannya.


Happy Reading

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2