
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Hari ini Tuan Bari sudah bisa dirawat dirumah saja, kondisinya hampir sepenuhnya sudah pulih. Pukul 10 pagi Tuan Bari beserta istri dan anaknya, serta Asisten Pribadinya yang setia, meski Bossnya sedang jatuh, meninggalkan Rumah Sakit.
Asisten Pribadinya membawa mobil dengan kecepatan rata-rata pada umumnya, Bari meninggalkan Rumah Sakit dengan perasaan bahagia, karena dia bersyukur masih bisa melihat matahari kembali dan sehat seperti sedia kala, meski Keadaan Perusahaan sudah diujung tanduk menuju kehancuran.
Hampir 30 menit, mobil mereka akhirnya sampai di parkiran rumah keluarga Tuan Bari Darma. Rumah yang mereka rindukan, selama 3 hari meninggalkannya di Runah Sakit.
Mereka memasuki pintu rumah yang dibukakan oleh Mbo Ratmi ART keluarga Tuan Bari.
"Asaalalamu'alaikum, selamat pagi Mbo Ratmi." Ucap salam dari Nyonya Hilda yang di ikuti Bari dan Wina.
"Wa'alaikumsalam, selamat pagi juga Nyonya Hilda, Tuan Bari, Nona Wina dan Asisten Yoga, silahkan masuk." Ucap salam kembali dari Mbo Ratmi.
"Terima kasih Mbo." Sahut Nyonya Hilda lalu di ikuti yang lainnya.
"Tuan Bari sudah nampak lebih sehat dan bugar, Alhamdullilah yah Tuan." Ujar Mbo Ratmi bersyukur.
"Iya Mbo Alhamdullilah." Sahut Bari bersyukur.
"Asisten Yoga mau minum apa? Kopi, jus atau teh manis?" Tanya Hilda ramah.
"Jus mangga saja, Nyonya."
"Kalau kamu sayang, mau minum apa?"
"Kopi, boleh?"
"Jangan minum kopi dulu, kamu baru sembuh, sayang."
"Ya sudah air putih saja kalau begitu." Sahut Bari pasrah.
"Mbo, tolong buatkan minuman untuk kami yah, jus mangga satu, teh manis satu dan air putih satu." Pinta Hilda sopan.
"Iya Nyonya, saya akan segera buatkan." Sahut Mbo Ratmi seraya meninggalkam mereka ke dapur.
"Eeeh Non Wina, sedang apa?" Tanya Mbo Ratmi yang terkejut, disaat melihat Nona mudanya sedang memotong sayuran di dapur.
"He.. he.. he... sedang memotong sayuran dong Mbo. Emangnya Mbo tidak melihatnya?" Kekeh Wina dengan ucapan santainya.
"Iya yah Non, tapi maksudnya untuk apa Non Wina sayuran itu?"
"Aduuh si Mbo Ratmi ini banyak tanya yah, sayuran ini untuk di masak, lalu di makan nanti siang dong Mbo." Ucapnya seraya menggelengkan kepalanya heran.
"Tumben Non Wina mau masak, Mbo Ratmi kenapa mendadak aneh rasanya." Ujar Mbo Ratmi bingung.
"Mbo mau ngapain?" Tanya Wina cepat.
__ADS_1
"Mau buatkan minuman buat Nyonya, Tuan dan Asisten Yoga."
"Biar Wina yang buatkan Mbo."
"Apa saja minumannya?"
"Jangan Non Wina, nanti Mbo tidak enak sama Tuan dan Nyonya."
"Engga apa-apa Mbo, coba sebutkan saja cepat."
"Air putih satu untuk Tuan, Teh manis satu untuk Nyonya dan jus mangga satu untuk Asisten Yoga."
"Ooh itu saja Mbo, baiklah Wina segera buatkan. Mbo Ratmi tolong lanjutkan potong sayurnya dulu yah, terima kasih."
"Iya Non Wina, tapi itu Non sedang masak apa dipanci?"
"Wina sedang merebus tulang iga sapi biar empuk dulu, setelah itu sayurannya kalau sudah selesai dipotong-potong, tolong Mbo cuci bersih, lalu masukkan kedalam rebusan itu yah." Ujar Wina jelas.
"Baik, Non Wina."
"Terima kasih Mbo." Ucap wina, lalu dianggukkan oleh Mbo Ratmi.
Wina membuatkan minuman sesuai pesanan, yang di katakan oleh Mbo Ratmi. Kemudian dia mengantarkan minumannya kedepan ruang keluarga.
"Asisten Yoga sukanya minuman jus mangga ternyata." Gumam Wina pelan seraya tersenyum mengembang.
"Loh, kenapa anak Mama yang buatkan minumannya?" Tanya Hilda heran.
"Duuh manisnya senyummu itu." Bathin Wina berucap.
"Ooh, begitu rupanya." Sahut Hilda mengerti.
"Ini buat Papa, ini buat Mama, dan ini buat Asisten Yoga. Semoga Asisten Yoga, suka dengan rasa jusnya yah." Ujar Wina senang.
"Terima kasih, sayang." Ucap Hilda, yang diikuti oleh Bari.
"Terima kasih Nona Wina." Ucap Asisten Yoga ramah.
"Ya Mam, Pap, Asisten Yoga. Wina mau kembali kedapur dulu yah." Pamit Wina.
"Iya sayang." Sahut Hilda heran, pasalnya engga biasanya Wina melakukan ini semua. Bari dan Asisten Yoga hanya mengangguk kecil.
"Pap, kenapa dengan Wina yah? Sepertinya hari ini, ada yang berbeda dengan anak kita?" Tanya Hilda heran.
"Mungkin Wina sedang jatuh cinta, sayang." Sahut Bari, menebak dengan gurauan.
"Masa iya begitu, sayang? Tapi dengan siapa?"
__ADS_1
"Yah mana Papa tahu, itu sih baru tebakan Papa saja." Sahutnya Bari.
"Ya sudah nanti Mama cari tahu sendiri, Pap."
"Heeem."
Hilda berjalan menghampiri Mbo Ratmi, dan Wina di dapur.
"Duuh anak Mama sayang, sedang masak apa?" Tanya Mama Hilda, seraya menghirup wangi sayur yang mulai tercium.
"Eeh.. Mama, aku masak sayur sop iga sapi. Bukankah Papa, Mama dan Asisten Yoga suka?" Sahut Wina seraya bertanya.
"Eeemm.. pintar banget anak Mama, makin sayang Mama jadinya." Ucap Hilda seraya mengusap punggung anaknya lembut.
"He.. he.. he... coba deh Mam, aaa, sudah pas belum rasanya?" Tanya Wina seraya mengulurkan sendok yang berisi air sop kedalam mulut Mamanya.
"Sudah pas sayang, enak rasanya. Pintar sekalih anak Mama membuat masakan ini. Belajar dari mana?"
"Dari Mbo Ratmi dong, selama Mama dan Papa di Rumah Sakit, Wina belajar memasak Mam, sama Mbo Ratmi, iya 'kan Mbo?" Ujar Wina seraya mengedipkan satu matanya ke arah Mbo Ratmi.
"Eeeh... I.. iya i.. itu.. Nyonya." Dusta Mbo Ratmi gugup, seraya tersenyum kikuk.
"Kenapa gugup gitu Mbo Ratmi? Sepertinya anak Mama sedang bersandiwara?"
"Engga Mam, itu perasaan Mama saja." Sahut Wina menyangkalnya.
"Ha.. ha.. ha.. Mama engga bisa dibohongin sayang, kamu sedang jatuh cinta yah?"
"Deg.." Jantung Wina berdebar.
Wina bergeming, saat merasakan jantungnya yang sedang tidak baik-baik saja.
"Sayang, kenapa melamun? Sayurnya sudah matang, sini Mama matikan kompornya dulu, baru angkat ke mangkuk besar."
"Eehh iya Mam." Sahutnya cepat.
"Jangan melamun sayang, nanti tempenya gosong." Bisik Hilda di telinga Wina, disaat sedang menggoreng tempe, tapi pandangannya kosong.
"T.. tidak Mam, Wina tidak melamun." Sahutnya gugup, lalu dia melanjutkan masakannya yang masih tersisa.
Setelah selesai dengan urusan masak-memasak, semua disajikan di meja makan dengan masakan seadanya. Karena uang simpanan Bari yang mulai menipis, maka mereka mulai menghemat pengeluaran.
Bari, Hilda, Wina, dan Asisten Yoga menyantap makan siang dengan ala kadarnya, meski sederhana namun mereka bahagia. Karena suasana kekeluargaan yang mereka rasakan selama ini, hampir jarang ditemui. Wina merasa senang, karena Asisten Yoga memuji masakannya. Begitupun dengan Papanya, yang memuji masakan Wina.
"Tuan Bari, Apakah besok kita jadi berangkat ke Jakarta Ke tempat pemilik PT. DARMA PERKASA, Tuan Beni Darma?" Tanya Asisten Yoga antusias.
"Iya Asisten Yoga, kita akan ke Jakarta, semoga Kak Beni mau memaafkan Adiknya yang jahat ini." Ucap Bari, seraya menahan airmata yang sedikit lagi hampir tumpah.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih......