
Siska berjalan santai, hendak menemui Damar yang sedang dirawat di rumah sakit. Kamar VIP ruang Cempaka no Dua. Seketika dia terhenti langkahnya, di saat mendengar obrolan Damar, dan Asyafa diruang rawat VIP dari balik pintu. Mereka sedang beradu mulut, seperti anak kecil yang bertengkar.
Tok... tok... ! kreeek.... Pintu terbuka pelan.
Siska mulai menyembul masuk dari balik pintu, yang sudah terbuka seraya berkata. " Damar.... apakah sudah lebih baik kondisimu?" Tanya Siska, seraya menghampiri Damar lebih dekat.
"Sudah kak' Siska, aku sudah lebih baik karena dirawat oleh nona itu!" Jawab Damar, seraya menunjuk dengan dagunya ke arah Asyafa berada.
"Oooh.... Sya, makasih sudah mau merawat adik saya!" Ucap Siska tulus.
"Sama - sama mba." Ucap Asyafa canggung, seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kamu kenapa Sya? Jangan malu gitu dong!" Sarkas Siska, seraya menyentuh bahu Asyafa.
"Eemm... saya mau ke kantin dulu yah mba, untuk menemui ayah." Pinta Asyafa seraya bangkit dari tempat duduknya.
"Iya.. silahkan! " Ucap Siska singkat.
Asyafa melirik Damar, yang sedari tadi tersenyum gaje. Membuat Asyafa jadi salting, seraya memakaikan tas selempang ditubuhnya. Asyafa bertanya kepada Damar. "Ada yang mau loe beli engga? Sekalian gue mau ke kantin?"
"Boleh titip minuman jus alpukat satu, dan jus jeruk satu?" Pinta Damar yang menyukai alpukat, dan kakaknya yang menyukai jeruk.
"Okay... tunggu yah!" Ucap Asyafa, seraya meninggalkan mereka berdua. Damar dan Siska, kompak menganguk kecil.
Siska menatap adiknya yang berada di hadapannya kesal, seraya berkata. "Mengapa kau bodoh sekalih, sampai bisa terluka hanya karena wanita hah.. !"
"Itu di luar rencana kita kak', jalanan macet disebabkan mobil Tronton si*lan itu." Umpat Damar, seraya menatap kesal.
"Tapi bagus juga sih, dengan kejadian ini. Klik... Kau bisa masuk kedalam kehidupan gadis itu pelan - pelan, buat orang tua Asyafa berhutang budi padamu." Ide Siska, seraya menjentikan jarinya di udara.
"Iya kak..., aku sangat menyukainya, seperti cinta pandangan pertama." Ucap Damar tulus.
"Pengorbananmu jangan sampai sia - sia adikku! " Ujar Siska, seraya menepuk bahu Damar pelan. "Meskipun ini salah, tapi aku sebagai kakakmu, akan mendukungmu." Ucap Siska bijak.
" Kak, papa dan mama masih di Turki?" Tanya Damar, tersirat rindu kepada orang tuanya.
__ADS_1
"Iya..., mereka masih di sana, mungkin tiga sampai empat hari lagi, mereka baru kembali ke sini." Jawab Siska jelas.
"Mengapa mereka tidak perduli sama sekalih, dengan keadaanku kak'?" Ucap Damar, seraya mengeluh.
"Masih ada kakak, jangan bersedih!" Ucap Siska bijak.
*******
Ayah bernad melihat Asyafa berjalan menghampirinya, lalu dia bertanya, " Sayang..., mengapa nak' damar di tinggal? nanti jika dia butuh apa - apa bagaimana?
"Ada mba siska! dia baru datang dan menemani damar!" jawab asyafa datar, seraya melirik makanan yang sedang di nikmati ayah bernad, soto laksa khas bogor. "sepertinya ini enak ayah?" ujar asyafa tergiur.
"Enak nak, tapi lumayan pedas rasanya." ucap ayah bernad yang menunjukan exspresi pedasnya. dan asyafa hanya tergelalk lucu melihatnya.
"Kamu mau nak'?" tanya ayah bernad." kalau mau, nanti ayah pesankan satu untuk dirimu."
"Iya ayah, aku mau setengah porsi saja." ucap asyafa, seraya mengeluarkan ponselnya dari tas yang memekik. di liriknya ponsel itu ternyata rayhan yang calling. tanpa ragu asyafa langsung menekan tombol hijau.
"Hallo kak'.. ! bagaimana kabarnya kak'? kapan kakak pulang?" tanya asyafa riang
"Iya kak... i miss you too,
Asyafapun mengakhiri percakapannya ditelpon, lalu dia mulai menyantap soto laksanya yang sudah tersaji di hadapannya. wangi kuah soto laksa menyeruak ke pangkal hidung asyafa, seketika insting perasanya secepatnya ingin menyantapnya. tanpa ragu soto itu mulai meluncur bebas ke dalam mulut asyafa. dan diapun merasakan sensasi memakan kuah soto laksa yang hangat , gurih, manis dan pedas.
"Woow... soto laksa ini berbeda sekalih rasanya yah! semuanya paket komplit pedas manis dan gurih. hhhaaah.... pedas!" ucap asyafa seraya mengibaskan tangannya kepedasan.
Ayah bernad terkekeh, melihat perilaku anaknya saat makan pedas karena nampak lucu. ayah bernad langsung menyodorkan gelas berisi air putih. "Ayo minumlah, agar pedasnya sedikit berkurang." ujar ayah dorman. asyafapun mengangguk lalu meminum air putihnya tandas.
"Terima kasih ayah, sungguh enak soto laksa ini hanya terlalu pedas." ucap asyafa menghiba seraya dianggukan oleh ayah bernad.
"Sayang..., tadi itu telpon dari nak rayhan bukan? kapan dia kembali ke sini." tanya ayah penasaran.
"Besok pagi ayah, rayhan baru kembali, sekarang masih harus menginap semalam lagi katanya." ucap asyafa.
"Ooh syukurlah, kalau seperti itu." ucap ayah bernad.
__ADS_1
Asyafa merampungkan kegiatan makan siang yang hampir sore, lalu memesan pesanan damar, jus alpukat dan jus jeruk sudah di tangan.
"Sudah nak' ! mari kita kembali melihat damar." ajak ayah bernad.
"Okay, ayah!"
Merekapun kembali keruangan damar dengan membawa pesanannya. Damar tersenyum riang, mendapati asyafa membawa minuman yang di inginkannya.
"Mba siska ini jus jeruknya! dan ini buat loe, jus alpukatnya." ucap asyafa seraya menyimpan minuman itu diatas nakas.
Siska melirik minuman tersebut, lalu mengatakan terima kasih. Asyafapun mengangguk kecil.
"Tolong bawa kesini dong, jus alpukatku nona." pinta damar seraya mengangkat tangan kirinya keudara.
"Aiish... manjanya loe itu!." ucap asyafa sebal seraya menyerahkan jus alpukat tersebut.
Damar tersenyum menyeringai di ledekin manja, "terima kasih jusnya nona!" ucap damar seraya mengangkat jusnya ke udara. " ini enak rasanya. engga apalah manja sama nona cantik sekali - kali ! he... he.... " ledek damar terkekeh.
Asyafa tidak menanggapi ocehan damar, tetap dengan mode manyun sedang siska dan ayah bernad ikut tertawa bersama.
******
Bulek dewi membuatkan segelas wedang jahe buat kakaknya beni, sedangkan buat kakak iparnya segelas susu hangat dan rayhan hanya air putih saja. cuaca di malam hari kota jogja sangatlah dingiin, jadi sangat cocok untuk minum yang hangat - hangat.
Mereka berkumpul untuk malam terakhir, karena besok pagi rayhan dan orang tuanya sudah terbang meninggalkan jogjakarta. Bulek dewi mengatakan kalau mereka sangat bahagia, dengan kehadiran kakak beni sekeluarga. dan bulek dewipun mengatakan kalau rumah ini selalu terbuka untuk kakaknya sekeluarga.
"Kak beni... saya perlu bicara berdua." ucap bulek dewi. "Ada perihal penting yang harus saya sampaikan." ungkapnya. Benipun menganguk kecil, seraya mengikuti langkah adiknya dewi. sedang jovanka dan rayhan saling melempar tatap seakan ada hal yang aneh.
Dewi mulai membuka obrolan sengan kakaknya beni, dia mengungkapkan perihal perusahaan yang di berikan untuk beni kakaknya itu.
"Kak' beni..., perusahaan papa yang di berikan kepada kakak dulu di kota bandung, kak' bari yang menjalankan semua operasionalnya. namun...." ucapnya terhenti.
"Namun kenapa dik?" tanya beni darma.
Happy Reading
__ADS_1
--BERSAMBUNG--