TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Cemburu


__ADS_3

"Baiklah aku save nomormu Sis." Ucap Rayhan cepat, seraya menatap layar ponselnya tertera nomor Siska. Rayhan tidak menyadari, tatapan calon istrinya itu sangat tidak suka.


"Kak, aku sudah kenyang. Aku mau pulang sekarang." Ucap Asyafa, seraya meninggalkan mereka berdua. Rayhanpun sontak bingung, dengan sikap Asyafa yang begitu tiba-tiba meninggalkannya. Sedangkan Siska hanya tersenyum kikuk, lalu Rayhanpun pergi tanpa menghiraukan Siska, menyusul Asyafa ke area parkir setelah membayar bil makanannya.


Sesampainya di area parkir, Rayhan langsung berlari, mengejar Asyafa yang hendak masuk kedalam mobilnya.


"Stop!"


Lengan Asyafa sudah dicekal oleh Rayhan. "Kamu kenapa sayang, mengapa kamu tiba-tiba seperti ini?" Tanya Rayhan yang tidak mengerti sikap Asyafa.


"Lepasin Kak', aku mau pulang secepatnya. Banyak tugas menumpuk, judul skripsi dan drapnya masih banyak yang harus di refisi." Sergah Asyafa, mencari alasan untuk pergi.


"Kakak ikut, biar Kakak yang menyetir, sini kunci mobilnya." Tanpa mendengarkan ocehan Asyafa, Rayhan langsung mengambil kunci dari tangan Asyafa, lalu masuk dan duduk dikursi kemudi. Asyafa bergeming di tempat tidak berbicara sepatah katapun.


"Ayo sayang, mau sampai kapan kamu di situ?"Ajak Rayhan menatap Asyafa sendu. dan akhirnya Asyafapun mengikuti perintah Rayhan, dia memutar arah duduk di kursi penumpang.


Rayhan mulai menarik pedal dan menancapkan gasnya, mobil berjalan cukup cepat, sehingga Asyafa melirik ke arah Rayhan sebal. Sedang Rayhan tetap melajukan mobilnya kencang.


"Kak, bisa pelankan laju mobilnya engga? Ini terlalu cepat." Pinta Asyafa sedikit marah, dan Rayhanpun mulai mengerem pelan. Lalu mobilpun melaju dengan kecepatan sedang.


"Kakak kenapa meninggalkan mobilnya di sana?" Tanya asyafa yang bingung dengan sikap Rayhan. Seketika Rayhan, menghentikan laju mobilnya di bahu jalan.


"Kakak heran, kenapa kamu pergi begitu saja? Coba jelaskan apa yang terjadi?" Tanya Rayhan yang tidak mengikis jarak, Asyafa merasa sesak dan pipinya mulai memanas.


Asyafa mulai mengontrol dirinya, yang kondisinya tidak baik-baik saja, jantungnya berdebar kencang, dan tubuhnya sedikit memanas, karena jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja, hampir menempel sempurna.


"Kak, bisa engga jangan begini posisi kakak?" Tanya Asyafa, seraya mendorong tubuh Rayhan ke samping.


Rayhan hanya terkekeh, dengan sikap dan kata-kata Asyafa yang begitu lucu, jika sedang berdekatan dengannya."


"Kamu kenapa, sayang? Kakak, hanya ingin mengantarkanmu pulang, dan mengechek skripsimu sudah sejauh mana, gitu saja." Ucap Rayhan, seraya mengecup pangkal kepala Asyafa lembut.


Asyafa masih terpaku, menatapi Rayhan yang baru saja menanyakan dia kenapa, dan mencium puncak kepalanya lembut. Akhirnya Asyafa menjawab pertanyaan Rayhan.


"Aku tidak suka dengan kawan Kakak itu, sepertinya dia terlalu agresif." Ucap Asyafa polos.

__ADS_1


Rayhan terkekeh, lalu mengatakan "Apakah kamu cemburu sayang, dengan Siska?" Tebak Rayhan, seraya memasang tampang Play boy yang sedang merayu. Lalu Rayhanpun menggenggam tangan Asyafa kuat, sontak Asyafa terkejut dengan pergerakan tangan Rayhan yang begitu kuat.


"Tidak Kak, aku tidak cemburu." Ucap Asyafa gengsi mengakui kalau dirinya cemburu, sedang Rayhan masih bersikap seolah-olah gadisnya itu sedang cemburu.


"Baiklah kalau kamu tidak cemburu, tapi mengapa Kakak merasa kamu sedang cemburu, sayang." Ungkapan hati Rayhan yang merasakan kalau Asyafa itu cemburu. "Kakak suka kalau kamu cemburu, berarti kamu sudah mulai menyukai Kakak lebih cepat sebelum pernikahan." Rayhan menggoda, seraya tersenyum manis.


"Aiish.... ge'er..!" Ucap Asyafa, seraya mencubit pinggang Rayhan. Lalu Rayhanpun membalas Asyafa dengan mengklitiki pinggangnya dengan gemas, "awh... awh.. " Asyafapun tak kuat menerima serangan Rayhan. Gelak tawa akhirnya merekapun pecah seketika.


"Sudah kak' sudah hentikan! Aku sudah tidak kuat lagi." Ucap Asyafa menyerah, seraya memegang tangan Rayhan kuat, agar Rayhan berhenti menggodanya. Akhirnya Rayhanpun menghentikan kejahilannya.


Rayhan tersenyum begitu manis, sehingga hati Asyafa seketika mencair. "Makanya jangan suka menggoda kakak, kalau berani menggoda lagi, akan kakak hukum lebih berat lagi." Ancam Rayhan menyeringai, seraya mengacak rambut Asyafa pelan. Asyafapun hanya tersenyum kecut, seraya membenahi rambutnya yang sedikit berantakan ulah Rayhan.


Akhirnya Rayhanpun melanjutkan perjalanannya kembali, setelah suasana mulai kembali mencair, tidak seperti sebelumnya dingin dan hening. 45 menit kemudian, sampai di depan gerbang rumah Asyafa, seperi biasa pak satpam membukakan pagar otomatisnya. dan Rayhanpun masuk dan memarkirkan mobil di garasi rumah Asyafa.


Mbo Ijah selalu membukakan pintu rumah, dengan wajah berseri meski umurny tak muda lagi, selalu setia menjaga Nona kesayangannya. Asyafa dan Rayhan beristirahat sejenak di ruang keluarga, dan Mbo Ijah membuatkan minuman dan cemilan kesukaan mereka, lalu mereka dengan senang menikmati suguhan Mbo Ijah.


"Terima kasih Mbo, tahu saja mbo kesukaan aku." Ucap Asyafa senang, seraya membentuk lingkaran diudara dengan jarinya.


"Sama-sama, Non!" Ucap si Mbo, seraya pamit meninggalkan mereka berdua,


Tidak terasa sore hari sudah menampaki senja, Rayhan akhirnya berpamitan izin pulang, dia diantar Pak Dadang. sesampainya dirumah Rayhan langsung menyapa Mama yang sedang menonton tv, diruang keluarga.


"Hallo Mom how are you? I miss you Mom?" Tanya Rayhan menyapa, seraya memeluk dan mengecup pipi Mamanya.


"Fine, honey... I miss u too!" Balas Mama Jovanka, seraya menerima pelukan dan ciuman anak kesayangannya.


"Pulang sore, Son? Kenapa tadi mobilnya di tinggal di restoran?" Tanya Mama penasaran.


"Itu Mom, Rayhan bawa mobil Asyafa pulang kerumahnya." Jelas Rayhan gugup.


"Mobil sudah di ambil sama Pak Supir tadi, Apa kamu ada masalah sama calon istri kamu, Son? Tanya Mama penuh selidik, seraya menepuk tangan Rayhan pelan.


"Sedikit Mom, tapi sudah baikkan. Tadi ada problem Mom, Asyafa sedikit merajuk, cemburu kepadaku Mom." Jelas Rayhan jujur.


"Cemburu? Sama siapa?" Tanya Mama seraya memegang lengan Rayhan.

__ADS_1


"Memangnya kamu punya wanita lain, selain calon istrimu itu, Nak?" Tanya Mama merengut.


"Siska Prayoga Mom, teman Rayhan di kampus dulu." Jelas Rayhan, seraya meyakinkan Mamanya.


"Rayhan sudah melupakannya, semenjak dia meninggalkan Rayhan Mom, satu tahun yang lalu." Ucap Rayhan melas.


"Tidak disangka dia muncul tidak sengaja dihadapanku Mom, dan dia bilang sudah menikah dengan Pria pilihan kedua orang tuanya." Ucapnya lirih, seakan meneteskam air matanya, mengingat betapa hancur hatinya saat itu.


"Yang sabar Son, masa lalu biarlah masa lalu, jangan di ingat-ingat lagi. Sekarang kamu tata masa depan kamu bersama calon istri kamu, jangan sampai kamu kehilangan untuk kedua kalinya." Ucap Mama menasehati.


"Okay Mom, terima kasih Mom. My mother is the best." Ucap Rayhan menyayangi Mamanya.


Rayhanpun beranjak pergi ke kamar tidurnya, tempat paling ternyaman baginya. Sedang Mama Jovanka, hanya menatap sayang anaknya dari balik punggung Rayhan.


*******


Dikediaman Mension yang begitu besar, dan megah, menjulang tinggi, terdiri dari pilar-pilar kokoh menopang dan beberapa ornamen indah, disuguhkan hunian yang begitu menyejukan hati. Ada danau kecil, dan kebun bunga, serta bunyi air terjun buatan yang mengalir, dan nyanyian kicauan burung merdu menambah kedamaian penghuninya. Tapi siapa yang sangka terlihat diluar indah, belum tentu didalam itu merasakan kebahagiaan.


Seorang pria berperawakan tinggi semampai, 185 cm dengan berat 60 kg, hidung mancung, mata tajam bagai elang, alis hitam kerang, rambut cepak belah pinggir, rahang kuat dan jangan lupakan wajahnya yang begitu tampan. Siapapun wanita yang melihatnya pasti akan mengaguminya. Siapa sangka dia begitu kesepian, anak bungsu dari 2 bersaudara yang jarang sekalih bertemu. Mama dan Papa pun selalu bekerja, pergi pagi pulang malam setiap hari.


"Hallo... Kak, kapan kau akan kemari? Apa kau tidak merindukan Adikmu ini? Aku merindukanmu, Siska Prayoga." Tanya Adiknya Siska.


"Apa? Kau merindukanku? Makanya carilah pacar, atau istri biar kau tidak kesepian. Bilang papa dan mama untuk mencarikan jodoh untukmu. He.. he.." Ledek Siska terhadap adik kesayangannya itu, seraya terkekeh.


"Aiish... akupun bisa mencari jodohku, meski sulit kudapatkan." Ucapnya pasti.


"Sepertinya kau sedang menyukai seseorang? Benar 'kah itu? Boleh tahu siapa 'kah dia? Tanya Siska penasaran.


"Dia gadis yang begitu cantik, Kak'!membayangkan matanya yang coklat, hidung kecil mancung, rambut ikal panjang, bibir ranum dan tubuh kecil ideal hanya sedikit garang, membuat aku tidak bisa melupakannya, Kak!" Ucap pria itu jujur, seraya otaknya berfantasi liar.


"Waah... Adikku! sungguh selera yang bagus! kapan kau akan mengenalkannya padaku? Siapa nama wanita itu?" Tanya Siska.


"Asyafa Dorman......"


Happy Reading

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2