
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
"Kamu puas menertawakan aku, sayang? Cintaku belum terbalas, ternyata seperti ini rasanya mencintai sendiri?" Kata Damar meledek gemas gadisnya itu, dengan menyindirnya, yang pernah merasakan diposisinya saat mencintai Andi sahabatnya.
"Waah... minta digebug ini, kalau sudah bawa-bawa masalah perasaan." Omel Alya sebal, seraya memukul pelan tangan Damar yang bertengker dipundaknya sedari tadi.
"He.. he.. he.. habis kamu sih, masih belum mencintaiku." Kata Damar mendramatisir, seraya terkekeh.
"Kalau aku hanya menyukaimu, bagaimana?" Ledek Alya, hanya ingin mengetes sejauh mana sabarnya Damar kepadanya.
"Aku akan buat kamu sampai mencintaiku, sayang." Ujar Damar bersemangat, dalam memperjuangkan cintanya.
"Ooowwwhhh.. so sweet..." Ucap Alya tersenyum manis.
"Senyumanmu menggodaku, sayang." Kata Damar merdu berbisik ditelinga Alya, seraya mencapit hidung mancung milik Alya.
"Hubby, sakit tahu!" Omel Alya saat Damar mencapit hidungnya.
"Kalau ini sakit engga? Cup.." Tanya Damar sambil berbisik, saat tangannya menarik tengkuk Alya pelan, lalu dia langsung mencium bibir Alya sekilas.
Alya bergeming merasakan ciuman kilat tersebut, namun tidak seindah saat pertama tadi. Pikiran Alyapun melayang jauh diangan, dia ingin mencoba merasakan ciuman yang tadi saat pertama Damar berikan, dia ingin mengulanginya lagi, namun dia sangat malu untuk memulainya.
"Kenapa? Kenapa menatapku seperti itu? Kamu marah? Maaf yah sayang, aku sudah mencuri ciuman pertama kamu tanpa izin, dan sekarang yang ke dua juga tanpa izin. He.. he.. he..." Tanya Damar dengan gamblang, namun meminta maaf atas tindakan nakalnya, seraya terkekeh.
Alya hanya tersenyum, saat mendengar semua pertanyaan Damar, yang membuat hatinya menghangat seketika.
"Kamu engga marah, sayang? Kamu suka dengan tindakan nakalku?" Ujar Damar meyakinkan dirinya, jika gadisnya itu tidak marah dan menerima ciumannya itu.
"Heeemmm" Alya hanya bergumam pelan, hingga tidak terdengar sama sekali, karena suara yang keluar dari audio film, sangat berisik menggema keseluruh ruangan.
"Apa, sayang?" Tanya Damar, yang mendekatkan kupingnya dibibir Alya.
Sedangkan Alya hanya menggelengkan kepalanya pelan. "E.. engga, hubby, cup." Ucap Alya seraya mengecup pipi Damar cepat.
Damar kemudian tersenyum jahil, lalu berbisik mesra lagi di telinga Alya. "Nanti, aku balas di mobil yah." Ucap Damar yang sukses membuat Alya sungguh takut dengan ancaman Damar.
"Aiiss.. bisanya mengancam." Bibir Alya berdecak sebal.
"Biarin, sama calon istri ini, he.. he.. he.." Ucap Damar tanpa dosa seraya terkekeh. Kemudian Damar semakin mengurung Alya dalam kungkungannya.
"Aku nontonnya engga serius nih, gara-gara kamu ngajak ngobrol terus." Omel Alya menyalahkan Damar, yang menyebabkannya tidak fokus menonton.
__ADS_1
"He.. he.. he.. biar engga bosan, sayang!" Kekehnya, dengan ucapannya yang jujur.
"Terserah.." Ucap Alya pasrah.
"Iya.. iya.. sekarang fokus deh nontonnya." Kata Damar menurut keinginan Alya.
"Heeemm.. "Hanya gumaman Alya.
Akhirnya merekapun fokus untuk menonton film action yang sedang berputar, mungkin sudah hampir selesai, karena ceritanya disitu penjahatnya sudah tertembak mati oleh peran utamanya.
Endingnya peran utama itu, beradegan mesra mencium bibir si wanita yang sudah ditolongnya. Wanita itu ternyata adalah, kekasihnya yang sudah diculik oleh penjahat yang sudah tertembak mati. Para penonton bersorak dengan ungkapan rasa yang berbeda-beda.
"Yuuuhuuu..."
"Wwoooww..."
"Wiiihhh..."
"So sweet.."
Begitulah kata-kata mereka yang terdengar, untuk mengungkapkan rasa sukanya dengan Film yang sudah mereka tonton. Semuanya tumpah riuh bercampur aduk, ada tegang, ada romantisnya, ada sedihnya dan ada bahagianya. The end.
"Kamu habis menangis, sayang? Wajah kamu jadi jelek kalau menangis gini." Tanya Damar meledek Alya, seraya menghapus sisa air mata, yang masih membekas di pipi mulusnya Alya.
"Iiissh.. kamu tuh, Bie." Decak Alya kesal dengan ledekan Damar.
"He.. he.. he... iya deh, tetap cantik ko calon istriku ini, walau habis menangis." Kekehnya Damar meralat kata-katanya. Kemudian Alyapun tersenyum manis, yang ditujukan untuk Damar.
"Duuuh.. senyum kamu manis banget, makin cinta aku jadinya." Selorohnya Damar memuji calon istrinya.
"Heeemmm." Gumam Alya pelan.
"Ayo sayang kita keluar, jalanannya sudah nampak sepi sekarang." Ajak Damar, seraya menautkan jari tangan mereka mesra. Alya hanya pasrah, dan menuruti maunya Damar.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 malam, Damar berjanji untuk mengantar pulang Alya dengan selamat, kepada orang tuanya sebelum pukul 12 malam.
"Sayang, kamu lapar tidak?" Tanya Damar, saat sudah berada di pintu keluar Mall.
"Eeemm.. sedikit." Sahut Alya nampak ragu.
"Ya sudah tunggu sebentar, kita pesan untuk di bawa pulang saja yah, sayang. Nanti kamu makannya di mobil saja." Ujar Damar memberi solusi.
__ADS_1
"Iya.. Bie."
"Kamu mau pesan apa, sayang?"
"Fizza Hut saja, Bie."
"Iya sebentar aku pesan dulu, kita duduk disana sambil menunggu pesanan jadi."
"Iya, Bie."
"Mba, saya pesan Fizza Hut ukuran sedang dua yah Mba, terima kasih."
"Iya, Mas.. silahkan ditunggu sebentar."
"Iya Mba."
Sambil menunggu pesanan fizzanya jadi, merekapun tanpa sengaja bertemu Andi dan Naura kembali, yang baru saja keluar dari gedung bioskop. Mereka akhirnya bergabung, dengan satu meja yang sama. Nampak rasa canggung, masih terlihat diantara Naura dan Damar. Meski begitu, Damar ingin melupakan masa lalunya bersama Naura, namun Naura masih belum bisa melupakan cinta Damar.
"Kalian masih disini?" Tanya Andi heran, pasalnya terakhir dia lihat mereka sedang bertengkar. Makanya tadi Andi mengajak Naura langsung masuk gedung bioskop, untuk tidak mencampuri urusan mereka. Namun sekarang Andi merasa tidak suka, melihat Alya nampak bahagia disamping Damar, dengan Jari tangan mereka yang saling bertautan.
"Masih Ndi, kita juga baru keluar dari gedung bioskopnya." Jawab Alya ramah.
"Oooh.. kalian jadi nonton film actionnya?" Tanya Andi antusias. Pasalnya Andi yang notabennya pecinta alam bebas, dan berpetualang, hobby yang sama dengan Alya. Andi lebih menyukai film action, dibanding film romans komedy yang disukai pacarnya.
"Jadi dong, Ndi, filmnya seru loh, banyak actionnya, dan endingnya juga keren." Ucap Alya senang.
"Waah.. bagus yah? Jadi pengen nonton besok." Ujar Andi penasaran.
"Atas nama Damar Prayoga? Fizza Hutnya sudah jadi." Ujar Mba pelayan restoran ramah.
"Iya Mba." Sahut Damar, seraya berdiri bersama Alya, tanpa melepaskan tautan jari tangan mereka.
"Terima kasih Mba, ini uangnya. Kembaliannya untuk si Mbanya saja." Ucap Damar ramah.
"Sama-sama Mas."
"Andi, Naura.. kami pulang duluan yah." Pamit Alya ramah, lalu dianggukkan oleh mereka berdua. Andi dan Naura sibuk dengan pikirannya masing-masing, seakan tidak suka melihat kemesraan mereka.
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....
__ADS_1