TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Teman Baru


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Gadis itu terkejut saat mendengar, jika Andi adalah sahabat lama dari Alya yang baru saja berkenalan dengan dirinya.


"Jadi kalian sahabatan?" Tanya gadis itu dengan wajah serius.


"I.. iya." Sahut Andi gugup, sedangkan Alya hanya tersenyum canggung.


"Oooh.. tapi kamu engga pernah cerita, honey!" Seru gadis itu protes.


"B.. belum sempat cerita." Sahut Andi masih gugup, sedangkan mata Alya sudah berkaca-kaca. Andi yang melihat mata Alya sudah berembun, tidak kuasa untuk menahan ingin sekali mengusap air matanya. Namun niatnya itu tidak mungkin terlaksana karena ada Naura pacarnya.


"Honey, kenapa dengan kamu? Dari tadi kamu ngomongnya kaku banget. Apa kamu sedang gugup, atau ada sesuatu yang terjadi?" Tanya gadis itu, dengan gamblang, merasa ada yang berbeda dengan kekasihnya.


"E.. engga, sudah jangan berpikir macam-macam. Ayo kita masuk kedalam bioskop, filmnya sebentar lagi akan di mulai." Dusta Andi, menutupi rasa canggungnya diantara mereka berdua. Dirinya tidak sampai hati, jika harus memanggil kata sayang kepada kekasihnya di depan Alya.


"Memang filmnya diputar jam berapa?" Tanya gadis itu, pasalnya jiika dilihat dari jadwal yang ada didinding studio bioskop, film yang akan mereka tonton diputar pukul 7 malam.


"Jam 7 sih, tapi kita 'kan harus cari kursinya dulu, biar enak nantinya." Sahut Andi mencari alasan.


"Aiish.. itu sih gampang honey, mencari bangku sudah ada nomornya, engga bakalan lama, palingan 5 menitan saja." Jawab gadis itu masuk akal, lalu gadis itu mencurigai tindak tanduk kekasihnya yang seakan gelisah berhadapan dengan dirinya.


"I.. ya sudah, kalau begitu, kita beli camilan dan minuman saja dulu." Ajak Andi tidak habis akal, asalkan terhindar dari posisi canggung mereka bertiga.


"Kamu kenapa sih honey? Kayak engga betah banget disini, padahal ada Alya sahabat kamu." Tanya gadis itu sedikit kesal.


"E.. engga apa-apa." Sahut Andi cepat, agar pacarnya engga terlalu banyak tanya.


"Kamu beli saja sendiri honey, kami baru saja berkenalan, tapi Alya orangnya asik diajak ngobrol Honey. Aku suka dengan sahabat kamu, orangnya supel dan energik, mudah bergaul dan gampang akrab." Sloroh gadis itu jujur.


"Baiklah kalau begitu, aku beli ke konter makanan itu dulu." Ucap Andi pasrah, seraya menunjuk tempat penjual makanan dan minuman ringan.

__ADS_1


"Iya honey."


Alya dan gadis itu nampak akrab, saling bercerita tentang hobbynya yang sama, dengan Andi pacar gadis itu. Merekapun saling bertukar nomor telepon, dan sama-sama akan mencari Universitas yang sama untuk study S2 mereka.


"Lain kali kita bisa ketemuan lagi, dan ngedate bareng yah Al." Saran gadis itu bersemangat.


"I.. iya." Sahut Alya singkat, karena dirinya masih tidak percaya, bisa seakrab ini dengan pacar temannya sendiri. Laki-laki yang masih tersimpan indah di hatinya, mencinta sendiri dan memendam rasa sendiri, meski pada akhirnya laki-laki itu tahu, tapi sudah terlambat untuk semuanya.


Tidak berselang lama, Damar sudah mendapatkan tiket masuk bioskopnya. Kemudian Damar datang menghampiri Alya, yang sedang berbincang dengan seorang gadis yang membelakanginya.


"Mylove.. saya su..." Ucap Damar terhenti, saat gadis itu menoleh dan matanya bersirobak dengan mata gadis yang ada dihadapannya. Keduanya mendadak diam, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hanya bergumam lirih dalam bathin mereka.


"Naura Ayunita? Ngapain dia sama Alya? Apa mereka sahabatan?" Pikir Damar asal tebak.


"Damar Prayoga? Pacar Alya? Kenapa dunia begitu sempit? Kenapa gue harus ketemu lagi sama dia? Kenopa harus dia yang menjadi pacar Alya?" Brondong pertanyaan dalam hati Naura.


"Kenapa sayang? Kenapa kamu jadi diam? Tadi kamu mau ngomong apa?" Tanya Alya yang heran, melihat Damar yang tiba-tiba terdiam.


"Oooh.. ya sudah kalau begitu. Sayang, kenalin dulu ini teman baru aku, namanya Naura Ayunita." Ujar Alya, seraya mengenalkan teman barunya.


Sontak saja Damar mengulurkan tangan sedikit ragu untuk Naura, begitu juga Naura, nampak ragu untuk menerima jabatan tangan mantan pacarnya itu. Namun dia tidak ingin Alya tahu, jika Damar itu adalah mantan pacar Naura. Lalu Naurapun menerima jabatan tangan Damar sekilas.


"Damar Prayoga." Ucapnya dingin tanpa ekspresi.


"N.. naura Ayunita." Ucapnya tidak kalah dingin dengan sikap Damar.


"Hey.. kalian kenapa kaku banget sih? Senyum dong, he.. he.. he.." Ledek Alya terkekeh, sontak saja mereka akhirnya tersenyum canggung.


"Jangan-jangan sebelumnya, kalian sudah saling mengenal?" Curiga Alya asal tebak.


"E.. engga..!" Sahut Damar dan Naura bersamaan, dengan nada sedikit berteriak.

__ADS_1


"Aiishh.. kompak banget kalian! Selain sama-sama mendadak dingin dan kaku, kalian juga seperti sudah kenal sebelumnya." Ujar Alya penasaran, pikirnyapun nampak heran, dengan sikap mereka yang sedikit gugup dan terasa canggung.


"T.. tidak...!" Teriak Damar, dan Naura bersamaan lagi.


"Tuuuh 'kan? Jangan-jangan benar lagi, dugaan aku kalian itu sudah.." Ucapan Alya terhenti, ketika Naura menyerukan panggilan mesra pacarnya.


"H.. honey.. !" Panggil Naura lirih, sontak membuat Damar langsung menengok ke belakang punggungnya, untuk melihat siapa orang yang dipanggil dengan sebutan mesra itu. Seketika wajah Damar mendadak shock, saat tahu jika Andi yang dipanggil mesra oleh mantan pacarnya itu.


"Iya.. aku sudah dapat camilan, dan minumannya." Sahut Andi, setelah mendekat kearah mereka bertiga.


Seketika suasana diantara mereka mendadak canggung, Alya dengan pemikiran tidak enak hati dengan Damar dan Andi, begitu juga dengan Andi yang tidak enak hati dengan Alya dan Damar, sama halnya dengan Naura dan Damar, mereka menutupi masa lalunya yang berakhir dengan tidak baik.


"Kalian pacaran?" Pertanyan Damar keluar begitu saja, tanpa terpikirkan sebelumnya.


"I.. iya, dia pacar aku, namanya Andi dan juga sahabat Alya di kampus." Sahut Naura, menutupi rasa gugupnya.


"Saya sudah tahu siapa Andi, dia sahabat calon istri saya." Ucap Damar jujur, meski tidak mengatakan jika Alya pernah mencintainya. Sontak saja membuat Naura shock dibuatnya.


"Haaah.. ternyata Damar telah lebih mengenal Andi sebelumnya." Ucap Naura dalam hati.


"Kenapa? Kenapa kamu sangat shock mendengarnya?" Tanya Damar, yang melihat ekspresi wajah Naura yang seketika berubah kaget, diapun semakin senang memojokkan Naura, yang begitu dia benci saat dia menghianatinya dulu.


"E.. engga sih, siapa juga yang shock? Kamu jangan asal bicara." Bantah Naura dengan berkacak pinggang didepan Damar, tanpa menyadari ada Andi dan Alya disampingnya. Merekapun terus beradu mulut, hingga Alya akhirnya meninggalkan mereka bertiga. Andipun langsung menyusul Alya dan mengekorinya.


"Alya.." Panggil Andi lirih.


Alya langsung menghentikan langkah kakinya, ketika mendengar suara Andi memanggilnya. Alya terus bergeming tanpa menoleh kebelakang, saat tangan Andi tiba-tiba melingkar indah dipinggangnya.


"Maafin aku Al.. maafin aku..." Ucap Andi lirih, dengan isak tangis dipundak Alya.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


__ADS_2