TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
DUFAN


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Satu minggu sudah, Damar mengantar Alya berangkat kuliah, dan mengikuti pelajarannya. Hingga akhirnya, Damar mendaftar program Pasca Sarjananya, atas bantuan Ibu Dosen Maya.


Ibu Dosen Maya sudah berjanji kepada Damar, jika dirinya bisa mengikuti pelajarannya, maka dirinya akan diterima kuliah susulan. Ternyata Damar termasuk anak yang pintar, dan cepat tanggap menerima pelajaran.


Hari ini hari sabtu, kuliah mereka libur. Alya dan Damar berencana, mengisi liburan mereka dengan pergi ketempat area permainan ekstrim. Permainan itu bernama DUFAN yang terletak di Jakarta Utara.



Kali ini mereka pergi didampingi oleh Asisten Romi, karena Tuan Ardi dan Nyonya Ningsih takut terjadi apa-apa dengan mereka. Maka dari itu, mereka berjaga-jaga untuk keselamatan anak dan calon menantunya.


Setelah Asisten Romi memarkirkan mobilnya, di area parkir tempat Pariwisata DUFAN, mereka berjalan menuju pintu depan, untuk membeli tiket terlebih dahulu. Karena pembelian tiket mengantri panjang, Alhasil Asisten Romi yang menjadi tumbal untuk mengantri tiket masuknya.


Setelah menunggu cukup lama, Asisten Romipun datang membawa tiga tiket masuk kedalam Wisata wahana permainan ekstrim.


"Ini Tuan, tiket masuknya." Ucap Asisten Romi, seraya memberikan tiket masuknya ketangan Damar.


"Aaah.. kamu pintar sekalih Asisten Romi, terima kasih yah." Ucap Damar, seraya memberikan tanda jempol tangan kanannya di udara kearahnya.


"Sama-sama Tuan, ayo kita segera masuk, gandeng terus bidadarinya jangan sampai lepas. He.. he.. he.." Ujar Asisten Romi, seraya menggodanya terkekeh.


Alya hanya tersenyum canggung, saat mendengar ucapan Asisten Romi. Ucapannya memang benar adanya, sedari awal sampai di DUFAN, tangan Damar tidak pernah dilepaskan. Jari tangan mereka, saling bertautan erat seperti perangko, yang tidak bisa lepas meski sedetikpun.


"Ha.. ha.... ha..." Damar tertawa mendengar ucapan Asisten Pribadinya itu yang bernama Romi, seraya berjalan kepintu masuk pengunjung.


Setiap pengunjung Wisata Wahana DUFAN, diwajibkan menunjukkan tiket masuk, dan akan diberi cap stempel oleh petugas Wisata Wahana tersebut.


Setelah mereka mendapatkan cap stempel ditangannya, mereka memasuki area permainan tersebut dengan antusias. Kemanapun Bossnya pergi, Asisten Romi selalu mengikutinya tanpa lelah.


Sudah banyak pengunjung, yang akan menaiki semua Wisata Wahana ekstrim tersebut. Para pengunjung sudah mengantri disetiap tempat area permainan. Saat ini mereka ingin menaiki Wahan ekstrim Halilintar. Akhirnya merekapun ikut mengantri bersama, termasuk Asisten Romi.



"Wooow.. gede banget Bie, Wahana Halilintarnya, sepertinya adrenalin kita bisa benar-benar tertantang nih." Ujar Alya, dengan membayangkan naik halilintar tersebut.

__ADS_1


"Iya, sayang." Ucap Damar singkat, sedangkan Asisten Romi hanya tersenyum ramah kepada mereka.


"Hubby, menurut buku yang aku baca, penderita Amnesia bisa therapy, dengan permainan ekstrim seperti ini." Ucap Alya dengan gamblang.


"Sungguh, benarkah begitu, sayang?" Tanya Damar senang, seraya tersenyum mengembang mendengar penjelasan Alya kekasihnya.


"Iya, menurut buku yang aku baca Bie. tapi soal sembuh atau tidaknya Amnesia kamu, itu hanya Allah yang tahu." Jelas Alya dengan gamblang.


Setelah mereka mengantri cukup lama, tiba giliran mereka untuk menaiki Wahana Permainan Halilintar tersebut.


"Ayo sayang, sekarang giliran kita menaiki Wahana ini." Ajak Damar bersemangat, seraya berjalan ketempat duduk, yang berada ditengah para pengunjung yang lainnya.


"Iya, Bie." Sahut Alya singkat, lalu mengikuti tempat duduk yang ada ditengah penumpang lainya, begitu juga dengan Asisten Romi, duduk tepat di belakang mereka.


Setelah tempat duduk itu terisi penuh, Wahana permainan halilintarpun akan segera dimulai.


Petugas setiap Wahana Permainan, akan mengintruksikan setiap penumpang, untuk memeriksa sabuk pengaman otomatis dan pelindung tubuh mereka, sudah terpasang dengan baik atau tidak. Setelah dirasa sudah baik semua, akhirnya Wahana Halilintar itu, perlahan mulai menaiki tangga jalan keatas paling puncak, setelah itu merekapun dihempaskan menyusuri tangga turun dengan hitungan detik saja.


"Aaaaaaaa...." Pekik para penumpang yang menaiki Wahana Halilintar tersebut.


Merekapun kemudian turun dari Wahana Permainan Halilintar tersebut, untuk mencari permainan ekstrim lainnya.


"Sayang, sehabis ini kita akan menaiki Wahana apa lagi?" Tanya Damar antusias, seraya mengedarkan pandangannya ke Wahana Permainan ekstrim lainnya.


"Kamu belum merasa pusing, Bie?" Tanya Alya yang merasa pusing, sehabis turun dari permainan Halilintar tadi.


"Belum sayang." Ucap Damar singkat.


"Kalau begitu kita naik Wahana itu saja, Wahana kora-kora." Ucap Alya menunjukkan jari tangannya, kearah Wahana kora-kora.


"Boleh sayang." Ucap Damar dengan wajah berbinar. Asisten Romipun hanya mengikuti kemauan Bosnya itu.


Mereka berjalan, ketempat Wahana Permainan Kora-kora tersebut.


__ADS_1


Seperti yang lainnya, Wahana inipun masih dipadati pengunjung yang antri, untuk mendapatkan giliran mereka manaiki Permainan kora-kora tersebut.


Setelah hampir satu jam kemudian mereka menunggu, akhirnya mereka mendapatkan giliran untuk menaiki Wahana Permainan Kora-kora tersebut.


Permainan ini mirip seperti dengan ayunan besar, yang penumpangnya akan merasakan jantungnya naik turun, lebih dasyat dari Wahana Permainan sebelumnya.


Setelah mereka menyelesaikan Permainan Kora-kora dan akhirnya mereka turun, kepala mereka seperti berputar, merasakan pusing dan mual. Damarpun sudah tidak kuat, akhirnya dia muntah dengan mengeluarkan isi makanan tadi pagi yang dia makan.


Selesai Damar muntah, Alyapun mengajak Damar dan Asisten Romi untuk beristirahat sejenak.


Alya memberikan minyak kayu putih ke perut Damar, lalu memintanya untuk menghirup kuat-kuat minyak kayu putih itu, untuk menghilangkan rasa mualnya akibat mabok menaiki Wahana Permainan ekstrim tersebut.


"Hubby, apakah masih mual?" Tanya Alya perhatian pada kekasihnya itu.


"Masih sayang, lebih baik kita makan dulu yah, aku jadi lapar setelah isi perutku sudah keluar semua akibat muntah tadi." Usul Damar untuk mengisi perutnya.


"Okay, kalau begitu, hampir jam makan siang juga sekarang. Padahal kita baru menaiki dua permainan saja yah, Bie. Tapi, mengapa waktu begitu cepat?" Ujar Alya siap untuk mengisi perutnya yang sudah terasa lapar.


Asisten Romi hanya mengangguk, karena dirinyapun merasakan lapar, sama dengan Bossnya.


Akhirnya mereka mengisi perutnya, dengan mencari makanan distand jualan khusus para pedagang pariwisata tersebut.


Setelah perut mereka kenyang karena sudah terisi, Damarpun sudah merasa lebih baik dibanding saat tadi muntah.


Kemudian mereka memulai Wahana Permainan yang cukup santai, yaitu Wahana Permainan Arum Jeram.



Setelah mereka sampai dititik antrian panjang, akhirnya merekapun bisa menikmati Permainan, yang cukup menyenangkan.


Permainan ini sangat simpel, hanya duduk manis dan menikmati lajunya perahu karet, yang berjalan diatas air mengalir. Sangat menyegarkan, hingga tubuhpun akan terasa bugar dengan menaiki Permainan ini.


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2