
Selesai makan di restoran Jepang siap saji, mereka berjalan santai mengelilingi seisi Mall tersebut, membeli pakaian dan aksesoris yang mereka pilih sendiri. Si kembar Dara dan Dira sangat menikmati kebersamaan mereka dengan Rayhan dan Asyafa.
Selesai shoping mereka menonton di bioskop, karena permintaan Dara dan Dira yang ingin menonton acara kartun kesukaannya yang sedang di tayangkan diseluruh bioskop Indonesia saat ini.
Rayhan dan Asyafa hanya bisa mengikuti keinginan kedua anak kembar itu, yang penting mereka happy.
Tidak terasa malam semakin larut, waktu sudah menunjukan di angka 12 malam ketika mereka keluar dari ruang bioskop.
"Sebaiknya kita langsung pulang yah adik-adik Kakak yang cantik." Ajak Rayhan seraya merangkul istrinya mesra.
"Iya Kakak, aku sudah mengantuk dan lelah." Ucap Dira seraya menguap lemas.
"Tapi aku masih ingin mencari tas sekolah, Kakak." Ucap Dara seraya menampakkan wajah memelas.
"Tadi waktu shoping kamu tidak sekalian beli, dasar Dara ini benar-benar merepotkan Kakak cantik dan Kakak ganteng saja." Omel Dira kepada saudara kembarnya itu.
"Sudah sayang jangan bertengkar terus dong, lain waktu saja yah Dara beli tasnya. Sekarang sudah larut malam nanti Mama dan Papa kalian khawatir." Jelas Rayhan melerai dan membujuk kedua adik kembarnya itu.
"Iya Kak!" Seru Dira dan Dara seraya berjalan mengikuti Kakaknya ke parkiran mobil.
Asyafa hanya mengulum senyum melihat suaminya yang dengan mudah membujuk adik kembarnya itu.
"Cinta, semua aman tidak ada yang tertinggal bukan?" Tanya Rayhan seraya memakaikan seat belt ke tubuh istrinya.
"Aman sayang, ayo jalan." Ucap Asyafa cepat.
"Kalian kalau sudah kantuk, tidur saja yah!" Seru Rayhan kepada adik kembarnya.
"Iya.. Kakak ganteng." Jawab keduanya bersamaan.
"Baiklah, mari kita berangkat. Bismillah.... !" Ucap Rayhan seraya membaca doa keselamatan untuk mereka.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan pulang kedua adik kembarnya terlelap begitu damai, begitu juga dengan Asyafa menyambangi mimpi indahnya.
Tidak terasa sudah sampai di halaman parkir kediaman Papa Beni, Rayhan yang sudah membuka seat beltnya seperkian detik memandang istrinya yang terlelap damai. Sungguh hatinya tidak tega untuk membangunkanya.
Rayhan membuka seat belt istrinya perlahan dan mengecup puncak kepalanya lembut, dia tidak ingin mengganggu sesi tidur istrinya. Namun Asyafa terusik dengan gerakan suaminya meski pelan. Asyafa nampak mengerjapkan matanya sayu dan berkabut sebelum sepenuhnya dia terbangun.
"Sayang, sudah sampai? Kenapa tidak membangunkan aku?" Tanya Asyafa yang melihat posisi mobil sudah berhenti tepat di dalam garasi mobil mertuanya.
"Tidak apa cinta, aku hanya masih ingin memandangi wajah istriku ini yang cantik dan menggemaskan." Ucap Rayhan menggoda istrinya seraya mengecup bibirnya kilat.
"Aiish.. bucin." Ucap Asyafa mencubit pinggang suaminya gemas.
"Cinta.. jangan mencubit disitu, nanti Kakak hukum mau?" Omel Rayhan karena dia merasa jika cubitan istrinya itu meningkatkan gairah libidonya, seketika tangan Rayhan mulai bergelia nakal di seluruh area sensitif istrinya itu.
"Coba saja!" Seru Asyafa, menantangi suaminya dengan ekspresi manja menahan gerakan tangan suaminya yang nakal.
Karena kegaduhan pasutri itu, kedua anak kembar itu akhirnya terjaga dari tidurnya.
"Kakak, kita sudah sampai bukan? Kenapa mobilnya berhenti?" Tanya Dara masih mode mengantuk.
"Kakak, kenapa kita tidak masuk ke dalam rumah? Ayo di sini dingin." Tanya Dira yang langsung beranjak turun dari mobil.
Dara juga ikut turun menyusul saudara kembarnya itu, lalu di ikuti oleh pasangan suami istri yang sedang bucin level atas. Rayhan membawa semua belanjaan istri dan adik kembarnya itu lalu diberikan kepada kepunyaannya masing-masing.
Suasana di dalam rumah nampak sepi, karena penghuni sudah masuk dalam dimensi waktu lelap dalam tidurnya, hanya seorang pelayan yang membukakan pintu rumah. Memang tugas pelayan itu menjaga mereka yang belum sampai rumah hingga larut malam, untuk sekedar membukakan pintu rumah saja.
"Terima kasih Pak, sudah menunggu dan membukakan pintu untuk kami." Ucap Rayhan kepada pelayan rumah mereka yang sama juga di ucapkan oleh Asyafa.
"Sudah menjadi tugas saya Aden dan Nona, jangan sungkan." Jawab Pelayan itu sopan, seraya mengunci kembali pintu rumah dan meninggalkan mereka berempat.
"Ini punya siapa? Ambil sendiri saja yang kalian punya. Kakak sama istri Kakak mau masuk kamar yah." Ujar Rayhan seraya merangkul istrinya mesra, sedang yang di rangkul sudah salting karena merasa risi dan malu di lihat adik kembarnya itu.
__ADS_1
"Punya aku yang ini." Ucap Dara seraya mengambil paper bag di atas nakas.
Dira hanya berjalan mengambil paper bag miliknya tanpa mengeluarkan sepatah katapun, karena rasa kantuk yang sudah melanda. Akhirnya si kembar masuk ke dalam kamar tamu yang mereka tempati sejak dua hari kemarin.
"Cinta, kamu mau langsung tidur atau bersih-bersih dulu meski hanya sekedar mencuci muka atau gosok gigi?" Tanya Rayhan yang sedang mengambil handuk untuk masuk ke kamar mandi.
Jujur saja, ini pertama kali Asyafa akan tidur di kamar suaminya. Perasaan nervous menghantui pikirannya, jantungnya terasa berdebar lebih cepat dari biasanya. Seketika Asyafa melamun ketika duduk di tepi ranjang besar suaminya itu.
"Cinta, di tanya malah melamun!" Seru Rayhan menatap heran pada istrinya.
"I.. iya.. sayang, Kakak duluan saja. Nanti aku, sehabis Kakak." Jawab Asyafa kikuk tersadar dari lamunannya.
"Lebih baik bersama, ayo sini cinta!" Seru Rayhan menarik tangan istrinya ke kamar mandi.
Di depan cermin besar dan westafel, Asyafa dan Rayhan menyudahi aktivitas membersihkan muka dan gosok gigi serta membersihkan organ intim mereka. Kemudian mereka keluar dari kamar mandi dan akan berganti baju piyama yang sudah di siapkan oleh Mama Jovanka sebelumnya.
"Sayang, Mama perhatian sekali sudah menyiapkan baju tidur ini." Ucap Asyafa seraya menyambar baju piyama yang ada di atas nakas samping ranjang.
"Mama memang seperti itu, sangat perhatian dengan siapa saja, apa lagi dengan menantu kesayangannya." Ujar Rayhan memuji Mama Jovanka yang notabennya seperti itu.
"Cinta, memangnya kamu hendak tidur lagi?" Tanya Rayhan yang melihat istrinya langsung berbaring di ranjang dan mengenakan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Iya.. sayang, ini sudah hampir pagi! Coba lihat hampir pukul 2 sayang. Aku mau tidur sudah mengantuk." Jawab Asyafa tanpa melihat ke arah suaminya, karena dia sadar ini malam pertama yang belum sempat dia lewati bersama suaminya selama menikah.
Rayhan hanya bergeming mendengar kata istrinya yang sudah mengantuk.
"Sayang, memangnya belum mengantuk? Bukannya belum tidur sama sekali?" Tanya Asyafa tanpa melihat suaminya dan membuka matanya.
"Belum cinta.. Kakak mau kamu. Apakah boleh?" Tanya Rayhan seraya menatap wajah istrinya intens.
Deg... !
__ADS_1
Happy Reading
--BERSAMBUNG--