
Rayhan, papa beni dan mama jovanka, bergegas meninggalkan kampung halaman yogyakarta menuju jakarta, tangis haru biru mengiringi kepergian mereka. Beni seraya memeluk papanya dengan erat, seakan tidak ingin berpisah begitupun dengan kakek jaya, tidak ingin melepas anaknya, tersirat dari raut mukanya yang sedih dan berkaca - kaca. Seketika beni berbisik di telinga papa jaya darma.
"Papa sehat terus yah, semoga cepat sembuh dan bisa berjalan kembali. Beni sayang papa! maafkan beni harus segera pergi, dilain waktu kita bertemu kembali." ucap beni lirih seraya mengurai pelukkannya.
Diikuti oleh Rayhan dan Mama Jovanka memeluk kakek Jaya, dengan erat seakan tidak ingin pergi jauh. lalu berlanjut bersalaman dan berpelukan dengan bulek dewi dan palek dimas juga sikembar Dara dan Dira.
"Kakak rayhan yang ganteng, nanti ajak kita jalan - jalan di jakarta yah!." pinta sikembar dara dan dira, seraya mencium pipi rayhan lucu. Yang disambut dengan ciuman bertubi - tubi oleh rayhan gemas.
"Iya... nanti kalau kalian datang ke jakarta. kak rayhan janji akan ajak jalan - jalan bersama kekasih kakak yah." ucap rayhan, seraya mengusap kepala kedua anak kembar itu gema, lalu tersenyum lebar. Si kembarpun terlihat senang.
Bulek dewi memberikan oleh - oleh banyak makanan, yang dimasak olehnya dan pelayan rumahnya untuk mereka bawa. Melihat paper bag besar yang tentu banyak isinya rayhan sedikit mengernyitkan dahinya, lalu diapun bertanya, " Ini apa bulek... ! kenapa banyak sekalih?"
"Ini isinya makanan nak rayhan, gudeg dan oseng mercon dan belut goreng, semoga kamu suka yah!." sahut bulek dewi seraya menyerahkan paper bag ke tangan rayhan.
"Terima kasih bulek dewi...! wah..., tahu saja bulek saya suka ini." ucap rayhan seraya mengangkat paper bag ke udara.
"Sama - sama nak rayhan." balas bulek dewi.
Merekapun akhirnya meninggalkan kediaman keluarga besar jaya darma, pak supir pribadi keluarga jaya darma, mengantar mereka menuju yogyakarta international airport, tidak butuh waktu lama pukul 6.30 wib mereka sudah sampai disana. Jadwal penerbangan yogyakarta - jakarta yang akan mereka naiki adalah pukul 07.00 wib.
Sesampainya di airport, mereka langsung menunjukan tiket pesawat kepada petugas dan langsung bersiap masuk kedalam pesawat. Tidak butuh waktu lama karena waktu keberangkatan, tidak ada hambatan atau keterlambatan. akhirnya pesawatpun lepas landas, menuju jakarta airport international soekarno hatta.
Di airport, supir pribadi keluarga beni darma dan asisten martin, sudah siap menunggu kedatangan tuan besarnya. Dan akhirnya setelah menunggu, pesawat mendarat dengan baik di lapangan airport international soekarno hatta. Rayhan beserta tuan beni dan nyonya jovanka, keluar dari airport dengan berjalan santai seraya menarik koper bawaannya.
Melihat bos besarnya sudah datang, supir dan asisten martin, langsung menyapa dan megambil koper mereka untuk di bawa ke garasi mobil. Asisten martin membukakan pintu mobil, untuk tuan besar beni darma, dan nyonya jovanka. Sedang rayhan pulang di mobil yang satunya lagi bersama supir pribadi keluarga beni darma.
Perjalanan mereka lancar tanpa hambatan, 60 menit sampai di kediaman keluarga beni darma. Mereka melepaskan penat, setelah perjalanan yogyakarta ke jakarta dengan beristirahat di kamarnya.
Rayhan merebahkan tubuhnya, di kasur empuknya seraya melirik jam diatas nakas. " Sudah jam 10 pagi! pasti cintaku sedang istirahat nih' di kampus." gumam rayhan bermonolog. "Bagaimana jika aku telepon dia." idenya seraya meraih ponsel di atas nakas, lalu berpindah posisi duduk bersila. Dicarinya nomor kontak calon istri di ponselnya, lalu menekan tombol hijau.
"Tuut... tuut... " Rayhan calling.
"Hallo... kakak, apakah sudah sampai?
"Sudah sayang... ! kakak kangen iih... sama kamu."
"Aku juga kak' ! kangen sama kakak."
"Kamu nanti mau kerumah kakak ga?"
"Emang ada apa kak'? ko.. aku di suruh datang kerumah kakak?"
"Katanya kangen... ?"
"Emang kalau kangen, harus gitu..., kerumah kak'?"
"Iya... dong!"
"Ya sudah, engga jadi kangennya kalau gitu."
__ADS_1
"Aiish ko' begitu?
"Habis gimana dong, aku engga bisa kak'! jadwalku lagi padet banget sekarang. Ujian akhir sama skripsi yang belum tuntas."
"Iya kakak ngerti, ! nanti kakak bantuin biar engga ada yang direvisi ulang.
"Beneran kak'?"
"Beneran donk sayang."
"Terima kasih kakak sayang!."
"Kakak senang deh, kamu bilang sayang sama kakak."
"Heeem."
"Sayang... , kakak bawa oleh - oleh dari yogya loh' !"
"Apa itu kak'?"
"Bakpia patol 25 sama yangko juga baju batik couple buat kita."
"Aduuh..., kakak soo sweet banget."
"Iya dong!, nanti kakak kerumah kamu pukul tiga sore yah, kira - kira kamu pulang jam berapa?"
"Aku pulang, kayaknya jam satuan deh.. !"
"Iya... kak !"
"Kakak kangeen... !"
"Iya.. sama kak'.. !"
"By sayang... tuut... !"
Rayhanpun menutup sambungan ponselnya, lalu dia merebahkan kembali tubuhnya, dan menyambangi mimpinya dialam nirwana dalam lelap tidurnya yang damai.
******
Alya yang melihat bestynya itu ceria, sehabis telponan sama dosen Rayhan, sungutnya seakan gatal kalau tidak meledeknya.
"Cie... cie... yang habis telponan sama Dosen kesayangan, ceria banget tuh' muka kayak habis disiram seonggok berlian. he... he... !"
"Aiish... tahu saja sih loe?" Emang kentara banget apa hah... ?" Salting Asyafa dengan bestynya.
"Ya.. iyalah... ! dari tadi kan' muka loe kusut kayak jemuran baru kering belum digosok he... he... he... !" ledek alya seraya berlari menjauh.
"Awas loe al.. ketangkep gw sumpel pake sepatu." ancam asyafa seraya berlarian mengejar alya di kelas.
__ADS_1
"Iya... ampuun... gw minta ampun!. sudah ah... cape main kejar - kejaran, " keluh alya seraya mengusap dahinya yang berkeringat, dan napasnya yang terengah - engah.
"Makanya jangan suka ngeledek!. ha.. ha.. " ancam asyafa seraya terkekeh, duduk kembali di bangkunya.
"Wooi... dosen Aris sudah datang." ucap salah satu siswi cewek, akhirnya semua kembali ke bangkunnya masing - masing.
"Selamat siang..., anak - anak!" salam pak dosen aris.
"Siang... pak dosen!" jawab siswa - siswi.
" Apakah kalian siap melakukan tes ujian akhir hari ini?" tanya dosen aris. "Bapak harap kalian sudah siap semua yah... !".
" Siap... pak dosen!" jawab siswa - siswi.
"Keluarkan laptop kalian, tes ujian akan segera saya mulai sekarang." perintah dosen aris.
Maka semua siswa - siswi, mulai membuka laptopnya masing - masing, dan mulai menyelesaikan tes ujian yang di berikan oleh dosen aris.
Selama tes ujian berlangsung, asyafa, maupun alya, dan siswa - siswi yang lain, sangat khidmat dan teliti dalam mengerjakan soal dan tugas dengan baik. Mengingat ini adalah ujian akhir bagi mereka, yang ingin lulus dengan nilai terbaik.
Sembilan puluh menit akhirnya, tes ujian dosen aris selesai juga. Semua bersiap untuk menutup laptop mereka. Dan akhirnya asyafa bisa bernapas dengan lega, begitupun dengan siswa - siswi yang lainnya.
"Baiklah anak - anak, bapak permisi undur diri. Jangan lupa, besok masih ada ujian akhir dari dosen yang lain. Bapak sebagai wali kelas kalian, hanya bisa memberi semangat, semoga kalian bisa lulus tahun ini."
"Baik pak dosen... ! Aamiin." jawab siswa - siswi seraya bersiap untuk meninggalkan kelas.
"Sya loe langsung cabut nih... ?" tanya alya yang melihat bestynya sudah bersiap mau pulang.
"Iya al."
"Engga nongkrong dulu temenin gw di bascamp, sambil nunggu dosen pembimbing gw, jam satu siang ini. "
"Sorry al, gw sudah ada janji sama dosen rayhan tadi."
"Ooh... iya deh paham! he... he... "
"Gw cabut duluan yach guys. muach..." pamit asyafa yang langsung bergegas pergi.
"Aiish... dasar loe sya...! selamat melepas rindu, dengan pak dosen... he.. he... " ujar alya tanpa dosa.
Sontak siswa - siswi yang masih ada dikelas, langsung menoleh ke arah bunyi suara. Dan mereka pada kepo, dengan apa yang dikatakan alya.
"Maksud loe.. asyafa rindu sama dosen siapa? emang dia pacaran sama dosen hah...? setahu gw, dia engga punya cowok?" tanya laura, salah satu siswi dikelasnya seraya memasang tampang serius.
"Engga tahu... ! gw cuman iseng." ujar alya seraya mengedikkan bahunya.
Laura hanya termangu, dengan jawaban alya..
Happy Reading
__ADS_1
--BERSAMBUNG--