TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Malam Panjang


__ADS_3

21+


🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Wina menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, dikira dia benar-benar ingin pipis yang sebenarnya. Padahal suaminya sudah memintanya, untuk melepaskan saja jangan ditahan. Namun Wina yang polos tetap memaksa ingin pipis.


"He.. he.. he.. baiklah sayang, mau diantar ke kamar mandinya engga?" Yoga terkekeh, lalu menawarkan bantuan kepada istri polosnya itu.


Istrinya hanya menggelengkan kepalanya pelan, lalu terbangun dari posisi tidurnya, dari kasur bigsizenya. Wina berjalan pelan tanpa sehelai benangpun, kemudian masuk kedalam toilet untuk membuang air pipis pikirnya.


Suaminya Yoga setia menunggu istrinya didepan pintu toilet, meski pisang tanduknya sudah terasa sesak didalam celananya. Namun dia tetap bersabar menghadapi istri polosnya itu.


Saat Wina sudah duduk di atas toiletnya, dan menunggu lama, tapi dirinya tidak mengeluarkan air pipisnya sama sekalih.


"Kenapa tidak bisa keluar? Padahal rasanya tadi sudah ingin pipis sekali? Aneh?" Gumam Wina pelan.


Karena menunggu cukup lama, Yogapun akhirnya mengetuk pintu kamar toiletnya pelan. "Tok.. tok.. tok.. sayang my Sugar Baby, apakah masih lama di dalam toiletnya?"


"Jeglek.." Pintu kamar mandi terbuka, nampak wajah Wina yang cemberut.


"Kenapa sayang? Kenapa wajah kamu jadi ditekuk gitu? Apakah kamu sudah pipisnya?" Tanya Yoga hati-hati, saat melihat wajah istri polosnya yang tiba-tiba ditekuk tidak bersemangat.

__ADS_1


Wina hanya menggelengkan kepalanya pelan, lalu berbisik didepan telinga suaminya. "Aku tidak jadi pipis, rasa ingin pipisnya tiba-tiba hilang saat sudah sampai toilet." Ucap Wina dengan wajah polosnya,


Sontak saja, Yoga yang mendengar itu langsung tertawa. "Ha.. ha.. ha.." Dia sudah tahu, jika tadi itu Wina bukan ingin pipis, tetapi ingin melakukan pelepasannya.


"Om kenapa tertawa? Istrinya engga jadi pipis, suaminya malah tertawa. Om nyebelin." Ucap Wina sebal, seraya mengerucutkan bibirnya.


"Wina sayang, jangan marah. Om engga ada maksud, menertawakan kamu. Kenapa kamu salah paham, sayang?" Ujar Yoga, menyatakan bahwa istrinya itu salah paham.


"Apa maksud Om salah paham? Mana ada aku salah paham? Orang aku engga salah paham sama Om." Sahut Wina masih dengan sedikit mendelikkan matanya sebal, seraya akan berjalan kearah lemari pakaian, untuk mengenakan pakaiannya.


"Sayang, kamu salah paham. Om bukan menertawakanmu tidak jadi pipis, tapi Om tahu apa yang kamu rasakan bukan ingin pipis, tapi ingin melakukan pelepasan hasratmu, atau pencapaian kli **maks kamu sayang." Ucapnya dengan gamblang, seraya memeluk istrinya posesif saat sedang marah.


"Maafin Wina, Om. Wina tidak mengerti, dan tidak tahu. Sekarang Wina sudah tahu, kalau nanti Wina merasakan hal itu, berarti Wina sudah mencapai pelepasan hasrat Wina." Ungkap Wina jujur dan polos, namun ucapannya membuat Yoga sudah tidak nampak bersedih lagi.


"Benarkah, sayang? Berarti kamu mau mengulangi lagi, kegiatan kita tadi yang terhenti?" Tanya Yoga bersemangat, seraya menciumi seluruh wajah istrinya bertubi-tubi.


"Heeemm..." Wina bergumam malu, nampak wajahnya yang kembali memanas, saat suaminya mulai menciumi wajahnya, dengan serangan yang suaminya berikan.


Yoga membuka baju dan celana tidurnya tanpa sungkan di depan Wina.


Akhirnya mereka berdua nampak polos, tanpa sehelai benangpun. Wina langsung menutup wajahnya, dengan kedua jari tangannya. Ini adalah pengalaman pertamanya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa? Kenapa ditutupi wajahnya? Kamu malu melihatnya yah? Jangan malu, kamu bahkan boleh memegangnya, sayang." Tanya Yoga merasa gemas dengan istri polosnya, seraya meraih tangan istrinya untuk membuka wajahnya.


"Heèmm... " Wina terus bergumam pelan, dengan perlahan, Wina membuka jari tangannya, lalu mamalingkan pandangannya ke arah lain.


"Sayang, aku ingin memenuhi kewajibanku sebagai seorang suami."


" Silahkan, Om."


Wina tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat begitu tampan dan mempesona di matanya malam ini.


Yoga tidak ingin menyakitinya, maka dia akan melakukannya dengan sebaik mungkin, dan selembut mungkin.


"Tahan sedikit sayang, mungkin akan terasa sakit nanti, tapi kalau kamu merasa belum siap jangan dipaksakan." Ucap Yoga hati-hati.


"Dicoba saja Om, jangan ragu."


"Baiklah, siap yah sayang."


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2