TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Hot Kiss


__ADS_3

🥰Happy Reading🥰🥰


Damar membukakan pintu mobilnya untuk Alya, seperti biasa dia akan memakaikan seatbeltnya ketubuh Alya, namun kali ini bukan hanya puncak kepalanya yang di kecup oleh Damar. Tanpa berucap dia langsung mengecup pipi kiri dan kanan Alya, juga kedua matanya dan mengecup bibirnya.


Damar tidak menghiraukan airmuka Alya yang sudah cemberut, seakan ingin protes atas tindakkannya. Damar hanya terkekeh, jika melihat Alya yang seperti kepiting rebus wajahnya, seakan malu dibuatnya.


"Eeemmm... nyebelin!" Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya Alya.


Bibirnya yang kecil serta hidungnya yang mancung, pipi yang mulus dengan kulit wajah dan tubuh yang halus, bulu mata yang lentik dan bola mata agak sipit, tinggi 165 Cm berat badan 50 Kg. Sungguh bentuk tubuh yang ideal, dan wajah yang cantik yang dimiliki oleh Alya. Laki-laki mana yang tidak akan menyukainya, dan mencintainya, kalau bukan Alya yang selalu menutup diri untuk kaum Adam selama ini.


"Wajahnya jangan ditekuk gitu dong, sayang. Aku 'kan kepingin lihat wajah cantik calon istriku, dan senyuman manis dibibirmu, sayang." Rayu Damar terus mencari perhatian Alya, namun tidak ada sahutan dan reaksi dari Alya.


"Sepertinya masih ada yang ngambek, gara-gara ada yang mencuri ciuman yang ketiganya." Ucap Damar tersenyum miring, yang sukses membuat Alya melirik kearahnya, dengan memasang wajah ketus, dan mata mendelik, padahal mata Alya sedikit sipit. Damar hanya tersenyum gemas, melihat Alya yang seperti itu.


"Sudah dong, jangan cemberut terus. Ini mobilnya engga akan jalan, kalau ada penumpang yang masih hilang senyumannya." Ujar Damar dengan banyolannya.


"Bie.." Ucap Alya singkat, sedikit nada tinggi saat menyebutnya.


"Iya.. iya.. sayang, ini juga mau jalan mobilnya. Gitu dong ada suaranya! Kalau begini 'kan dari tadi sudah jalan mobilnya, he.. he... he..." Ucap Damar dengan terkekeh, tangannyapun terulur untuk mengusap lembut puncak kepalanya Alya. Sedangkan Alya hanya tersenyum kikuk, dengan perlakuan Damar yang begitu manis menurutnya.


Mobil Damarpun melaju dengan kecepatan sedang, waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 malam. Damar tetap fokus menyetir dengan tangan kanannya memegang bundaran stir, sedang tangan kirinya menggenggam jari tangan Alya, kadang dia kecup, kadang juga ditempelkan di dada miliknya.


"Sayang.."


"Iya Bie.."


"Fizzanya engga dimakan?"


"Eeh iya, hampir lupa, he.. he.. he..."

__ADS_1


"Makan dong, nanti aku minta disuapin sama tangan kamu yah, sayang."


"Iya.. tapi tangan aku lepasin dong, mana bisa makan, kalau dipegangin terus."


Sontak saja Damar langsung melepaskan jari tangannya, seperti tidak rela jari tangan Alya terlepas, Damarpun membelai lembut puncak rambut Alya sedikit lama.


"Bie.. rambut aku bisa kusut, kalau kamu pegangin terus."


"Mana ada kusut, sayang? Yang ada jadi halus kalau aku pegangin, jariku 'kan seperti sisir, he.. he.. he.." Slorohnya Damar terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.


"Tau ach kamu Bie, nyebelin." Kata Alya pasrah, dengan kemauan pria yang dia sayangi sekarang.


"He.. he.. he.. ya sudah sekarang cepetan makan dong, aku sudah lapar sayang."


"Iya.. ini juga mau makan Bie, bawel banget jadi cowok." Cibir Alya ketus.


"He.. he.. he.. Maaf sayang, tapi suka 'kan?" Kekeh Damar berucap seraya tersenyum simpul.


Alya menikmati makan fizza hutnya yang masih hangat dengan perlahan dan santai. Alya sampai lupa menyuapi Damar, saking asiknya makan sendiri.


"Eeemmm.. enaknya yang makan fizza sendirian saja. Sampai engga inget, sama yang disebelah." Sindir Damar dengan wajah sedihnya.


Seketika Alya langsung berhenti mengunyah, diapun melirik kesamping, meneliti wajah orang yang sudah mencuri hatinya sekarang.


"Kamu mau, Bie? Ooh iya kamu minta disuapin yah? Mana mulutnya buka, aaa.. he.. aaa.. eehh... aaa...." Ledek Alya menggoda dengan mesranya, namun fizzanya tidak kunjung masuk kedalam mulut Damar, karena Alya memaju mundurkan fizza itu didepan mulutnya. Sedang Damar sudah membuka mulutnya lalu mendelikkan matanya, kemudian membuka mulutnya lagi sampai akhirnya dia menyerah.


"Sayang.. kamu nakal yah! Awas nanti, jangan nyesel." Ancam Damar seraya memegang tangan Alya agar berhenti menggodanya, lalu diapun tersenyum iblis, saat akan menepikan mobilnya di bahu jalan.


Mobil Damar akhirnya berhenti, dengan tangannya yang masih menahan tangan kanan Alya.

__ADS_1


"K.. kenapa berhenti, Bie?" Tanya Alya gugup.


"Kenapa coba?" Tanya Damar balik, dengan alisnya yang dinaik turunkan. Lalu tersenyum menggoda.


"Maaf, Bie.. aku hanya menggodamu saja tadi. Sekarang benar deh, aku langsung kasih kemulut kamu." Sesal Alya memberi alasan, lalu mencoba merayunya lagi.


"Tapi aku, sudah tidak ingin makan fizza lagi!" Seru Damar, dengan mata yang menyorot tajam kewajah Alya, sampai yang ditatap menjadi salting dibuatnya.


"K.. kenapa? Kalau tidak ingin makan fizza lagi, kenapa berhenti mobilnya?" Tanya Alya gugup, seakan tahu tatapan Damar yang seperti binatang buas yang siap menerkamnya.


Damar semakin mendekatkan wajahnya dan menatap Alya dengan intens, lalu berbisik mesra. "Aku ingin memakanmu saja, aku ingin kamu membalas ciumanku sekarang."


Sontak wajah Alya mendadak pucat, hawa panas sudah mendominasi keduanya. Ruangan mobil dengan full AC, tidak mampu mengusir hawa panas ditubuhnya. Keduanyapun terhanyut dalam ciuman singkat yang diberikan Damar kepada Alya.


Seakan Alya merasa bersalah, karena dirinya tidak bisa membalas ciuman Damar, akhirnya Alyapun memberanikan diri untuk memulai ciumannya untuk Damar.


Alya memejamkan matanya perlahan lalu mendekatkan bibirnya yang hampir menempel di bibir Damar, namun Damar seketika tertawa saat dirinya akan dicium oleh gadisnya itu.


"Ha.. ha.. ha.." Tawa Damar pecah saat Alya akan menciumnya dengan mata yang sudah tertutup.


Sontak saja Alya langsung membelalakan matanya tidak percaya, jika Damar berani sekalih membuatnya malu telah mentertawakannya.


"Aiish.. hhmmmptt..." Ucapan Alya terhenti saat akan mengomel, karena bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Damar. Dengan lembut dan perlahan, kali ini Alya membalas ciuman Damar dengan saling memangut, bertukar saliva, saling mencecap indra perasa mereka, saling membelit lidah mereka, dengan anggun menari-nari didalam rongga mulut keduanya.


Damar mengeratkan pelukkannya, lalu melepaskan pangutannya, memberikan pasokan oksigen untuk Alya dan dirinya. Kemudian Damar langsung kembali mendaratkan bibirnya lagi di bibir mungil Alya, yang terasa manis dan berbeda dengan ciuman yang pernah dia lakukan sebelumnya, dengan barisan para mantan.


Damar menarik tengkuk Alya pelan dan lembut, memperdalam ciuman panas mereka, Damar menyukai ciuman Alya, yang baru saja belajar, melakukan ciuman panas yang sesungguhnya. Setelah puas mencium bibir Alya, kemudian Damar memberikan sensasi gigitan cinta, dileher jenjang Alya. Lembut dengan hisapan kecil, dan memberikan tanda kepemilikan dileher Alya. Tanpa sadar tangan Damar, sudah membuka dua kancing atas baju Alya. Terlihat belahan gunung kembar Alya, dari cahaya redup dalam mobil. Tangan Damar terulur untuk menyentuh dua gundukan itu.


"Aaacchh.." Suara Alya mende *sah nikmat.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


__ADS_2