TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Ruang VIP


__ADS_3

"Sungguh cantik calon istriku, seperti peri tak bersayap." Bathin Rayhan seraya tangannya menyentuh dadanya, yang berdegup lebih cepat.


"Asaalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh." Ucap Pak RT memberi salam.


"Waalaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab salam semua yang hadir.


"Dikarenakan, sekarang sudah berkumpul semuanya. Saya selaku, juru bicara dari Tuan Beni Darma dan Nyonya Jovanka. Hendak bermaksud, menyatakan kedatangan kami kesini. Ingin melamar anak Tuan Bernad Dorman, yang bernama Ananda Asyafa Dorman, untuk Ananda Rayhan Darma. Semoga sudi kiranya untuk mendapatkan izin restu, dari selaku kedua orang tua Ananda Asyafa Dorman. Terima kasih saya ucapkan yang sebesar-besarnya." Ucapnya maksud Pak RT panjang lebar.


"Saya selaku dari orang tua Ananda Asyafa Dorman, mengikuti saja apa yang akan di jawab oleh Ananda Asyafa Dorman. cukup sekian dan terima kasih. " Ucap Ayah Bernad.


"Bagaimana Ananda Asyafa Dorman, apakah anda menerima lamaran Ananda Rayhan Darma?" Tanya Pak RT.


"Iya... saya menerimanya." Jawab Asyafa mantap, seraya menganggukan kepalanya.


"Alhamdullilah, Barrakalloh...!" Ucap Pak RT yang diikuti oleh semua yang hadir.


"Terima kasih, Ananda Asyafa Dorman, telah menerima lamaran dari Ananda Rayhan Darma. Sekarang waktunya Ananda Rayhan, untuk menyematkan cincin dijari manis Ananda Asyafa." Ucap Pak RT.


Rayhan meraih tangan Asyafa, dan mengeluarkan cincin dari kotak berwarna merah. Lalu menyematkan cincin itu, di jari manis calon istrinya. Asyafa tersenyum manis dan Rayhanpun sama. Sontak semua bertepuk tangan bahagia.


Merekapun saling bersalaman, mengucapkan selamat kepada calon pengantin. Senyum lebar terlihat dari bibir Rayhan dan Asyafa, dan ucapan terima kasih dari keduanya. Alya langsung memeluk sahabatnya itu, dan mengucapkan selamat juga untuk keduanya.


"Untuk perhatian sebentar, silahkan menikmati jamuan yang telah kami sediakan. Kurang lebihnya, mohon maaf yang sebesar - besarnya." Ucap Tuan Bernad selaku tuan rumah.


Semuanya menikmati makanan dan minuman, dengan senang dan gembira. Gelak tawa menghiasi suasana keakraban, dari kedua keluarga tersebut. Dan bapak Ustad Abdul, memberikan siraman rohani sebentar, dan nasehat untuk kedua calon pengantin.


"Sayang, terima kasih yah, kamu sudah menerima lamaran kakak!." Ucapnya senang, seraya menggenggam tangan calon istrinya.


"Iya sayang! sama-sama." Ucap Asyafa malu, pipinya merona merah.


"Mohon perhatian sebentar, untuk tanggal pernikahan, bisa di bicarakan lagi oleh kedua belah pihak. Saya ucapkan terima kasih. " Ucap Pak RT.


Tuan Bernad, dan Tuan Beni berdiskusi.


"Bagaimana kalau tanggal pernikahannya, dilakukan setelah Asyafa lulus ujian skripsi. Mungkin tiga sampai empat bulan lagi." Usul Tuan Bernad.


" Kalau saya sih, ikut saja." Tuan Beni menimpali.


Rayhan merengut, apa tidak kelamaan ayah, papa? Tanya Rayhan, seraya mengerucutkan bibirnya.


"Aiish... anak Papa sudah engga tahan, kepingin cepat-cepat nikah sepertinya." Gelak tawapun pecah, seiring ledekan Tuan Beni. Dan Rayhanpun terkekeh sendiri.


"Kak Rayhan, aku sedang menyiapkan ujian skripsi. Aku mau mencari Dosen Pembimbing, untuk ujianku nanti. Kalau ada, tolong kasih tahu aku, untuk jadi dosen pembimbing aku yah. Pinta gadisnya itu, seraya berkata. " Aku ingin lulus tahun ini."

__ADS_1


"Iya sayang!." Jawab Rayhan yakin.


"Terima kasih sayang." Ucapnya Asyafa seraya mengerlingkan matanya genit.


"Alhamdullilah, acara lamaran pun berjalan lancar. Tiga sampai empat bulan ke depan, akan di adakan pesta pernikahan mereka berdua. Atas tempat dan jamuannya, kami selaku keluarga besar Tuan Beni Darma, mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya." Salam penutup Pak RT.


"Tuan Bernad, sehubungan hari sudah larut malam. Kami undur diri, untuk meninggalkan kediaman Tuan. Terima kasih banyak atas sambutan yang baik ini." Ucap Tuan Beni.


"Iya, baiklah tuan Beni. Terima kasih banyak atas kedatangannya!." Saling berangkulan seraya diikuti oleh yang lainnya.


Merekapun akhirnya, meninggalkan kediaman Tuan Bernad Dorman. Pulang dengan hati senang dan bahagia, karena lamarannya diterima. Begitupun yang mpunya rumah, bersyukur telah kedatangan tamu yang sangat diharapkan.


"Ibu dan ayah, aku mau berganti gaun ini dulu yah." Pamit asyafa, seraya berjalan menuju kamarnya.


"Iya nak' sana bersih - bersih, dan istirahat sudah larut malam juga." Perintah ibunya.


"Alya ayo bantu aku, malam ini loe nginep saja yah." Besok kan' libur ngampus! ok friend." Pnta Asyafa, seraya menarik tangan Allya ke kamar.


"Iya ok deh, demi besty." Terkekeh bersama.


Merekapun akhirnya membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian tidur, Alyapun mengenakan pakaian tidur Asyafa. Mereka memakai masker wajah, karena tidak ingin wajahnya sampai berjerawat. Sehabis dirinya memakai makeup tebal, sewaktu acara lamaran tadi. Keduanyapun, sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur. Sudah menyambangi mimpi dialam nirwana, terlelap begitu damai.


*******


Lain hal dengan Rayhan, sesampainya dikediaman rumahnya, dia sudah langsung membersihkan dirinya dan berganti pakaian tidur. Tetapi dia belum bisa tertidur. Karena sedari tadi pesan dan telponnya, engga ada balasan, dan engga ada jawaban, dari calon istrinya itu.


"Aku ingin tidur, tapi aku ingin mendengar suara kekasihku dahulu sebelum tertidur." Bathinya Rayhan resah.


Jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari, tetapi mata Rayhan masih saja terjaga. Dia senyum - senyum sendiri, dikala mengingat momen lamaran tadi. Dia merasa, dirinya sudah dibuat gila oleh gadisnya itu. Wajahnya yang cantik, bulu matanya yang lentik, hidungnya yang kecil dan bangir, pipinya yang bersemu merah, dan bibirnya yang ranum menggoda. Dia terus membayangkan, dirinya berada dekat dengan gadisnya itu, dan terkekeh sendiri. Dan akhirnya diapun menyambangi mimpinya....


*******


Keesokan hari dipagi yang cerah, dan embun yang berkilauan terkena sinar mentari, menyejukan perasaan hati yang sedang dilanda kebahagiaan seorang gadis, yang terlelap tidur dalam damai. Tak henti - hentinya Alya mengguncang - guncangkan tubuh bestynya itu. "Ayo bangun..., hari sudah pagi! jangan bermimpi terus.. !" Omel Alya.


"Aiish.. sebentar, 10 menit lagi, nanggung! masih ngantuk... !" Kicaunya Asyafa, tanpa membuka matanya sedikitpun.


"Apa coba nih anak... ! Kalau bukan besty, sudah aku siram pakai air segayung loe! " Omel Alya seraya pergi kekamar mandi.


Asyafa masih terbuai dalam mimpinya, terasa enggan membuka matanya, dia bergelut dengan selimut tebalnya. Matahari sudah meninggi, sinarnya mulai menghangatkan isi kamarnya, diapun terbangun dan mengerjap - ngerjapkan matanya. Dia menyipitkan matanya hendak melihat jam dinding yang teronggok diatas nakas. pukul sembilan pagi... ! Perutnya mulai terasa lapar, kruuyuk... ! terdengar bunyi dari perut Asyafa.


"Waaah.. ! Perut aku lapar sekali. Dimana Alya, masa sih' dia sudah pulang? Waduh anak itu." Pekiknya Asyafa seraya menajamkan matanya.


Alya keluar dari kamar mandi, dia sudah bersih dan wangi, tercium aroma sabun lavender dan wangi lemon dari shampo rambut yang biasa Asyafa pakai. "Heei... sudah bangun loe? Tidur sudah kayak orang mati saja loe." Ledek Alya terkekeh.

__ADS_1


"Sudah bangun dong! dari tadi, loenya ajah mandi kelamaan." Dalih Asyafa, seraya melempar bantal kemuka Alya.


" Aiish... sakit ttahu sya... ! Jadi gue pake baju loe sya? Yang mana nih' ?" Tanya Alya, seraya mendekati lemari besar pakaian Asyafa.


"Yang mana saja loe suka, boleh pakai! Bukankah badan kita engga jauh beda. Gue mandi dulu yah, loe boleh di sini atau ke nyokap sana. " Saran Asyafa seraya bergegas ke kamar mandi.


"Kuylah Sya! nanti siang kita jalan yu Sya, sekalian shoping, mumpung gue lagi disini. " Ajak Alya yang kemudian keluar kamar.


"Okay lah!" jawab asyafa.


Selesai berendam dua puluh lima menit, Syafa merampungkan mandinya. Setelah itu, dia berganti pakaian dengan pakaian alakadarnya. Baju kaos garis orizontal, lengan pendek dan celana jins panjang. Jangan lupakan tas kecil slempangnya. Lalu dia mengecek ponselnya, ternyata ada beberapa masage dan misscall dari Rayhan.


Lalu Asyafa membalas masage Rayhan, dengan mengetik. "Aku akan jalan - jalan, ke Mall Bogor bersama Alya." Pesan sudah terkirim.


"Sya, sudah siap loe? Ayo, kita jalan keliling Mall Bogor." Ajak Alya, seraya merangkul bestinya itu.


"Sudah Sya, pamit dulu kita sama bonyok." Sahut Asyafa, seraya memasukkan ponselnya ke dalam tas.


Merekapun berpamitan dengan ibu dan ayah, seraya mencium punggung tangannya.


"Kalian belum sarapan, kenapa langsung pergi saja." Tanya ibunya.


"Nanti kita cari makan di Mall saja bu.. !" Jawab keduanya kompak.


Setelah meninggalkan halaman rumahnya, Asyafa menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, tak butuh waktu lama 45 menit. Akhirnya mereka sampai di Mall Bogor, dia memarkirkan mobilnya dengan hati - hati.


"Sya, cari makan dulu yah! gue, sudah laper banget.* Ajak Alya.


"Okay lah, gue juga lebih laper kali, dari tadi bangun tidur Al. " Jawab Syafa.


Mereka akhirnya memesan makanan siap saji, yang ada di mall itu. Cukup lama mengantri, akhirnya tiba giliran Asyafa yang menunggu pesanannya di buat, sedang Alya mencari tempat duduk yang kosong.


"Sya, belum ada bangku yang kosong nih. Pesanannya sudah jadi belum?" tanya Alya.


"Sudah Al, ini baru selesai dibuatin sama mbanya, terus gimana donk ini, masa kita makan sambil berdiri." Ucap Syafa, seraya mengedarkan penglihatannya.


"Sepertinya, di dalam sana ada yang kosong tuh." Menunjuk kearah ruangan VlP.


"Iya sudah, ayo kesana kita!" Ajak Alya, seraya membawa makanannya ketempat duduk yang kosong.


Setelah masuk, mereka duduk dengan santainya , memakan makanan yang dibelinya beserta minumannya.


Dengan tatapan seperti elang, seorang pria menyorotnya tajam... !

__ADS_1


Happy reading


--BERSAMBUNG--


__ADS_2