TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Dikediaman Rayhan dan Asyafa.


Semenjak Asyafa dinyatakan hamil oleh Dokter kandungannya, Rayhan mulai menabung untuk membuatkan istana kecil untuk istri dan anaknya.


Setelah tabungannya terkumpul hasil dari menjadi Dosen, dan membantu Papa Beni di Perusahaannya, Rayhanpun mulai membangun istananya itu pelan-pelan.


Papa Beni dan Jovanka sebenarnya keberatan, jika mereka anak semata wayangnya harus memiliki tempat tinggal sendiri. Rayhan ingin hidup mandiri, dan tidak bergantung pada kedua orang tuanya.


Asyafapun demikian, meski dia anak semata wayang kedua orang tuanya, tapi dia setuju dengan jalan pikiran suaminya.


Mereka masih bisa mengunjungi kedua orang tua mereka, karena posisi rumah mereka ada di Depok Permata Indah. Kota Depok berada ditengah-tengah antara Jakarta dan Bogor.


Bila mereka ingin ke Jakarta ke rumah papa Beni dan Mama Jovanka tinggal belok kiri, sedangkan jika ingin ke Bogor ke rumah Ayah Bernad, dan Ibu Nurlaila tinggal belok kanan.


Asyafa dan Rayhan sedang berjalan santai disekitaran taman rumahnya sendiri, Dokter kandungan mereka menyarankan untuk banyak bergerak, dan berjalan santai adalah cara yang paling bagus untuk memudahkan pembukaan saat melahirkan normal.


Kandungan Asyafa sudah memasuki 38 minggu, yang artinya hanya tinggal hitungan hari Asyafa melahirkan.


Rayhan selalu menjadi suami siaga, disaat Asyafa membutuhkannya. Disamping Rayhan sekarang sibuk mengajar di Universitas, dan kadang membantu Papa Beni di kantornya, Rayhanpun selalu ada jika Asyafa membutuhkannya.


Asyafa selalu minta di temani setiap bulan, untuk chekup kandungan baby kembarnya. Asyafapun setiap belanja bulanan selalu ditemani suaminya untuk persiapan kebutuhan sehari-hari selama satu bulan.


Asyafa baru saja lulus Ujian S2nya minggu lalu, sekarang dia dan suaminya sedang berdebar-debar, menunggu kelahiran bayi mereka kedunia.


Sudah dua minggu, mereka menempati istana kecilnya di kota Depok. Rayhan sangat bahagia, dan bersyukur memiliki istri seperti Asyafa, yang mau menerima hadiah istana kecilnya, hasil dari usahanya yang penuh semangat.


"Cinta, terima kasih yah, kamu mau tinggal di istana kecil kita."


"Iya sayang, aku juga sangat berterima kasih memiliki suami yang baik kayak Kakak. Aku seperti orang yang paling beruntung, bisa memiliki suami yang baik, siaga, penyayang dan..." Ucapannya Asyafa terhenti.


"Dan apa cinta? Dan romantis yah?"


"Aiish.. Kakak nih. Bukan itu, tapi perhatian." Ucapnya Asyafa, kemudian membuat Rayhan mengerutkan keningnya, lalu keduanyapun seketika tertawa.


"Ha.. ha.. ha.." Tawa mereka pecah.


"Aaawwwwww...." Asyafa meringis sakit sehabis tertawa, diapun memegangi perutnya yang terasa sakit.


"Kenapa cinta? Apa kamu sangat kesakitan? Apa lebih baik ke Dokter saja, sekarang?"


"Engga ko sayang, sepertinya hanya terkejut saja tadi saat kita tertawa." Ucap Asyafa yang merasa perutnya sudah tidak sakit lagi.


"Syukurlah kalau begitu, cinta."


"Aawwhh...." Asyafa merasakan sakit diperutnya lagi setelah beberapa saat kemudian.


"Tuh 'kan cinta, kamu sakit lagi. Ayo sekarang kita bersiap-siap ke rumah sakit, siapa tahu kamu akan melahirkan. Kakak engga tega lihat kamu kayak gini, menahan sakit." Ujar Rayhan yang kemudian mengambil kunci mobilnya dan membawa istrinya ke Rumah Sakit tempatnya chekup setiap bulan.


Sesampainya di Rumah Sakit, Asyafa dibawa ke ruang UGD, dan kebetulan Dokter yang biasa memeriksanya sedang ada jadwal praktek. Asyafapun diperiksa oleh Dokter kandungannya, yang bernama Lulu Donita.

__ADS_1


"Ayo bantu saya bawa Pasien ke ruangan saya." Ucap Dokter Lulu.


"Baik, Dok." Sahut Suster jaga, di UGD.


Asyafapun dibawa ke ruangan Dokter Lulu, untuk dilakukan tindakan melahirkan, karena saat di UGD tadi, Dokter LuLu memeriksa jalan lahir Pasien sudah pembukaan 5.


Jari tangan Asyafa, selalu digenggam oleh suaminya. Rayhan terlihat sangat cemas, melihat istrinya yang meringis kesakitan akan segera melahirkan.


"Cinta, ini sangat mendebarkan, ini membuatku cemas dan resah."


"Tidak sayang, kamu jangan seperti itu, Aawhh..." Ucapan Asyafa tidak diteruslan, karena dirinya merasakan sakit diperutnya, yang seperti menahan mulas akan melahirkan.


"Kenapa cinta? Kamu sakit lagi?"


"Sakit tapi lebih kemulas, sayang."


"Dokter Lulu, bagaimana dengan istri saya?"


"Tenang Pak Rayhan, istri anda baik-baik saja. Kondisi bayinya sehat, sudah pembukaan 5, dan lingkar pinggulnya cukup besar untuk bisa melahirkan normal." Ujar Dokter Lulu dengan gamblang.


"Ooh begitu yah Dok! Tapi saya tidak tega melihatnya, jika istri saya begitu kesakitan." Wajah Rayhan sangat kacau dan bingung.


"Pak Rayhan, apakah sudah mengabari keluarga dirumah?"


"Ooh iya Dokter, saya melupakannya. Terima kasih Dokter, sudah mengingatkan saya."


Rayhanpun akhirnya menghubungi orang tua, dan mertuanya untuk memberitahukan istrinya yang akan melahirkan. Kemudian, merekapun langsung bergegas datang ke Rumah Sakit.


"Sayang, bagaimana istri kamu?" Tanya Mama Jovanka penasaran.


"Masih di dalam Mom, Dokter Lulu sedang menanganinya.


"Semoga semuanya berjalan lancar yah, sayang."


"Terima kasih Mom, doanya." Rayhan memeluk Mama dan Papanya bergantian.


Begitu juga dengan Mertua Rayhan juga dipeluk oleh Rayhan bergantian, keduanyapun memberikan semangat dan doanya.


"Oowwee.. oowweee..." Bunyi suara bayi terdengar.


"Mom sepertinya, istriku sudah melahirkan, bukan?"


"Iya Son, sepertinya begitu."


"Alhamdullillah....." Ucap syukur Rayhan, lalu diikuti oleh mereka semuanya.


Lima menit kemudian, terdengar suara bayi keduanya. "Oowweee... oowee......"


"Alhamdullilah... semuanya sudah lahir." Ucap syukur yang tiada terkira dari bibir Rayhan, hingga wajahnyapun sudah basah dengan air matanya. Begitupun para orang tua, mereka mengucap rasa syukur, dan bahagia sudah memiliki cucu saat ini.


Beberapa saat kemudian, Dokter Lulu keluar dari ruang bersalin, dan memberi selamat kepada Rayhan dan para orang tua, lalu meminta Rayhan untuk mengazankan kedua anak kembarnya.

__ADS_1


"Terima kasih banyak, Dokter." Ucapnya seraya berjabat tangan.


"Sama-sama Pak Rayhan, sekarang sudah resmi menyadang sebagai seorang Ayah dari kedua anak kembarnya yang lucu-lucu, dan ganteng-ganteng seperti Ayahnya."


Rayhan dan para orang tuapun menghampiri Asyafa, dan kedua bayi kembarnya.


Rayhan langsung berhambur memeluk, dan menghujani ciuman diwajah istrinya. Asyafapun terkekeh geli saat mendapat serangan dari suaminya itu, yang sudah terbiasa semenjak mereka menikah.


"Selamat yah cinta, kamu hebat, kita sudah menjadi orang tua sekarang, terima kasih sudah melahirkan, dan menjadi Ibu dari anak-anak kita."


"Iya Dadie, mulai sekarang Momie panggilnya Dadie." Ucap Asyafa tersenyum manis.


"Aissh.. manis sekali Momie, jadi Kakak panggil Momie, dan kamu panggil Dadie?"


"Iya Dadie, biar terbiasa buat kedua anak kita nantinya."


Merekapun berpelukkan cukup lama, tanpa sadar orang tua mereka sudah menggendong bayi kembarnya.


"Eeeheeem.. sudah dong peluk-pelukkannya, ini bayi kembarnya diazani dulu."


"Ooh.. iya Mom, Rayhan hampir lupa saking terharunya."


Rayhanpun langsung mengazani kedua bayi kembarnya tersebut, dan mengecup lembut kedua jagoannya.


*******


Alya dan Damar menjenguk Asyafa yang sudah melahirkan, keduanya nampak bahagia saat menggendong satu-satu bayi kembar Asyafa dan Rayhan.


"Sya, gemesin banget bayi kalian. Masih kecil saja sudah sangat tampan, apalagi sudah besar, sungguh menggemaskan." Ucap Alya kagum, seraya mengecup kedua kening bayi kembar itu bergantian.




"Bayi kembarmu tertidur Sya, saat di gendong kami, sepertinya mereka menyukai buaian kami." Ujar Alya merasa senang, kemudian menaruh mereka di atas kasur bayi.


"Iya Al, semoga kalian cepat menyusul yah."


"Aamiin..." Alya dan Damar mengamini doanya.


...------- T...A...M..A...T--------...


...Hallo para Readers dan Autor, terima kasih atas dukungan kalian selama ini untuk karya recehan pertama saya. Semoga kalian bisa terhibur dengan cerita saya....


...Akhirnya saya bisa menamatkan cerita ini dengan happy ending, semoga kalian tidak kecewa dengan cerita recehan saya para Readers dan Autor....


...Untuk cerita kedua saya, silahkan mampir yah Kakak-kakak Autor dan Readers, dengan judul MENDADAK SHOLEH dan TERPAKSA MENIKAH....


...🥰🥰Terima Kasih Banyak🥰🥰...


__ADS_1


__ADS_2