TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Perkelahian


__ADS_3

Pria itu, menghampiri kedua gadis yang sedang menikmati makanan dan minumannya. Sorotan matanya yang sangat tajam dan bengis seakan - akan ingin menelan mangsanya hidup - hidup, dibalik kaca mata hitamnya itu.


"Hei.. gadis! " Menggebrak meja .


"Apakah kalian tidak bisa membaca tulisan di depan pintu hah.. !" Bentak pria itu marah.


"Aiish.. biasa saja kali! Loe mau bikin jantung gue copot haah.. " Bentak Asyafa, seraya memegangi dadanya.


"Sya sudah.. ! Engga usah di ladenin. Kita pergi saja dari sini." Pinta Alya yang sedikit pamilyar dengan wajah pria itu, meski memakai topi dan kaca mata hitam.


"Berani sekali gadis ini! loe belum tahu siapa gue hah.. ?" Tanya pria itu.


"Bodo amat, I don't care... Loe siapa?" Acuh Asyafa.


Pria itu makin kesal dengan gadis itu, yang tidak takut sama sekali kepadanya. Lalu pria itu menarik kursinya, duduk dimeja yang sama tepat berhadapan dengan gadis itu. Dia menurunkan topinya diatas meja dan membuka kaca mata hitamnya, sorotannya tetap seperti elang terhadap gadis itu.


Asyafa tersentak kaget, setelah melihat wajah asli pria itu. "Whaat.. loe.. pria mabuk.. itu.. !" Gerutu Asyafa sontak teringat diwaktu malam pria itu mabuk, seraya membekap mulutnya sendiri.


"Alya, ayo kita pergi dari sini. " Ajak Asyafa, seraya membawa makanan dan minumannya. Tetapi lengannya langsung dicekal oleh pria itu.


"Hei.. loe mau kemana? Sudah berani duduk di kursi ini, sekarang loe mau pergi begitu saja hah.. !" Omel pria itu. "Siapa pria mabuk maksud loe?" Tanyanya penasaran.


"Aku.. sudah selesai makan, engga ada urusan sama loe! lepasin tangan gue!!" Bentak Asyafa kikuk.


"Siapa loe, berani bentak - bentak gue? Dasar gadis bodoh!" Maki pria itu, semakin mengeratkan cekalannya.


"Lepasin, loe sudah bikin tangan gue kesakitan tahu!" Asyafa meringis menahan sakit.


"Tolong lepasin tangan temen gue!" Pinta Alya. "Nanti gue panggil Security kalau loe engga lepasin dia." Ancam Alya yang sedikit takut, karena sekarang Alya tahu siapa pria itu.


"Panggil saja kalau loe berani, jangan harap loe bisa bebasin temen loe!" Ancam pria itu.


"Terus loe mau apa? Gue sudah sakit gini masih engga dilepasin juga!" Kesal Asyafa.


"Gue mau loe tetep disini, habisin makanan dan minuman loe!" Ucap pria itu dingin.


"Gimana gue mau makan, tangan gue saja loe masih pegangin." Bantah Asyafa.


"Iya gue lepasin, tapi loe diam disini!" Ancam pria itu.


"Iya, gue diam!" Ucap Asyafa kesal.


Akhirnya, pria itu melepaskan tangan Asyafa. Tetap masih memandangi wajah Asyafa, dengan tatapan bengis dan dingin tapi agak sedikit mencair.

__ADS_1


Asyafa dan Alya langsung melanjutkan makan makanannya, dengan sedikit menunduk dan takut kalau dia tiba - tiba marah seperti tadi.


"Loe pernah liat gue lagi mabuk? kapan dan dimana?" Tanya pria itu dingin dengan tatapan elangnya.


"Engga... engga pernah! gue... engga pernah liat loe sebelumnya." Ucap Asyafa terjeda seraya berdusta.


"Tapi loe tadi bilang, gue pria mabuk itu!" Ucap pria itu.


"Loe salah denger kali! gue bener engga pernah kenal sama loe, dan gue engga mau kenal loe juga." Jelas Asyafa ngegas.


"Biasa saja loe, gue juga engga sudi kenal sama cewek galak kayak loe!" Bentak pria itu.


Drrt.. drrt.. drrt.. ponsel Asyafa memekik.


Asyafa membuka ponselnya, calon suami calling. Lalu dia menggeser tanda hijau." Hallo.. kak!"


"Hallo.. sayang, kamu ada dimana? Kakak sudah di Mall Bogor ini. " Jelas Rayhan.


"Iya kak, aku lagi di restoran siap saji makanan Jepang. Kakak tinggal masuk saja, aku tunggu disini kak." Jelas Asyafa.


"Baiklah, kakak akan segera kesana!." Ucap Rayhan, seraya mematikan ponselnya.


Tuuut.. !


"Heeeh.. cewek galak, siapa nama loe?" Tanya pria itu.


"Aiish... tadi bilang engga sudi kenal sama gue, tahunya sekarang nanyain nama gue. Dasar orang aneh!" Hardik Asyafa.


"Gue nanya nama loe, bukan berarti gue mau kenal loe, jangan kege'eran loe!" Omel pria itu.


"Siapa juga yang kege'eran! Iish.. amit - amit." Gerutu Asyafa.


"Gue minta, loe harus meminta maaf sama gue sekarang juga. Karena loe sudah sabotase tempat makan gue, yang sudah gue booking khusus." Ancam pria itu.


"Maksud loe? Gue harus minta maaf sama loe gara - gara pake tempat ini gitu!" Jelas Asyafa.


"Iyalah... karena loe, gue jadi engga napsu makan disini!" Omel pria itu sinis.


"Iya... gue minta maaf! gue engga tahu, kalau tempat ini sudah loe booking sebelumnya. Puas loe?" Tanya Asyafa ngegas.


"Haha.. haa.. !" Pria itu tertawa puas.


*******

__ADS_1


Setelah mencari restoran Jepang siap saji, akhirnya Rayhan menemukan tempatnya. Dia melihat sekeliling tempat itu, tidak menemukan gadisnya bersama Alya. Lalu ketika dia melihat ruang VIP, matanya menangkap sosok Asyafa dan Alya yang sepertinya sedang bersitegang dengan seorang pria. Lalu dia bergegas masuk, tetapi ditahan oleh pria yang terlihat bengis yang tak lain adalah Asisten Pribadi pria itu.


"Maaf Tuan, anda tidak boleh sembarangan masuk sini." Jelas Asisten itu.


"Saya ingin menjemput calon istri saya, yang berada di dalam sana." Jawab Rayhan sengit.


"Ooh... ya sudah sebentar, saya izin dulu sama Pak Boss!" Ucap Asisten itu.


Asisten itupun masuk kedalam ruang VIP tersebut, dan membisikkan ditelinga pria yang menjadi Bossnya itu. Lalu mengatakan, ada seseorang yang mengaku calon suami dari gadis ini.


"Calon suami?" Hening sejenak. "Yang mana calon istrinya? Katakan padanya disini ada dua gadis, dan siapa namanya?" Tanya pria itu kepada Asistenya.


"Baik.. Tuan!" Ucap Asisten itu, seraya membungkukan badannya sedikit.


Diapun menemui Rayhan kembali, Asisten itupun bertanya siapa nama calon istrinya itu!.


Karena merasa terlalu lama, tanpa banyak basa - basi lagi, Rayhan langsung menghajar Asisten pria itu dan dua Bodiquarnya yang sedari tadi berjaga didepan pintu. Perkelahianpun tak bisa di hindari lagi,


Buug... buug... buug... ! Baku hantam yang tak seimbang membuat Rayhan agak kewalahan. Rayhanpun sedikit meringis kesakitan, sontak para pengunjung di restauran itupun berteriak histeris dan panik lalu berhamburan pergi menghindar. Begitupun Asyafa dan Alya yang didalam mendengar keributan yang terjadi, langsung berlari keluar ruangan VIP itu. Sedang pria yang ada di dalam itu, hanya tersenyum miring dan terkekeh.


"Kak Rayhan... tolong hentikan perkelahian ini!." Jerit Asyafa, seraya menghampiri Rayhan yang sedikit lemas dan lebam, akibat pukulan ke tiga orang itu.


Asisten pria itu dan dua Bodiguarnya, langsung meninggalkan Rayhan begitu saja.


Karena sudah kelelahan, akhirnya Rayhan terhuyung limbung lalu terjatuh dipelukan Asyafa. " Kakak, kamu kenapa bisa begini nekad, sampai berkelahi seperti ini! hik... hik... hik...." Asyafa menangisi Rayhan yang sudah jatuh pingsan.


Alya meminta bantuan Sekurity, untuk memanggil Ambulan petugas Rumah Sakit. Tidak butuh waktu lama petugas Rumah Sakitpun, langsung datang ketempat kejadian. Mereka langsung membawa Rayhan ke Rumah Sakit terdekat, 15 menit sudah sampai di Rumah Sakit, lalu Rayhan langsung ditangani oleh Dokter UGD.


Asyafa terus saja menangisi calon suaminya itu, dan Alyapun berusaha menenangkan sahabatnya agar untuk bersabar dan berhenti menangis. Setelah Dokter UGD menangani Rayhan, dia langsung memberitahu kondisi pasien bernama Rayhan sudah siuman dan butuh dirawat satu malam. Lalu keesokan hari sudah boleh pulang., Asyafapun langsung menemui calon suaminya itu.


"Kak.. Rayhan!" panggil Asyafa yang langsung memeluknya, disaat Rayhan terduduk di kasur pasien. "kak... kenapa bisa jadi begini? Maaf kan aku kak.. ! gara - gara aku, kakak jadi berada di Rumah Sakit ini. hik.. hik." Asyafa menangis.


"Sudah sayang, kakak sudah merasa lebih baik, tadi kakak hanya sedikit pusing, jadi kakak jatuh pingsan!" menenangkan calon istrinya agar berhenti menangis. "Sudah jangan menangis lagi. Calon suamimu ini sudah tidak apa - apa." Rayhan terkekeh melihat calon istrinya, yang begitu sedih mendapati dirinya sekarang namun terlihat menggemaskan.


"Iya... kak! aku sudah tidak menangis lagi." Asyafa tersenyum, seraya menghapus air matanya dengan jari tangannya.


"Sayang, sebenarnya apa yang terjadi di dalam ruang VIP itu? Sampai dijaga Bodyguar, dan siapa pria di dalam tadi yang bersama kalian? " Tanya Rayhan penuh selidik.


"Eeemmm.... itu!" Asyafa gugup.


Happy Reading


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


__ADS_2