TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Mall Plaza Indonesia


__ADS_3

Sore hari Asyafa dan Rayhan akan berkunjung ke rumah Papa Beni Darma, mereka membawa makanan dan buah-buahan sewaktu dijalan tadi menyempatkan mampir ke toko buah dan toko cake.


"Assalamu'alaikum," salam pasutri itu berbarengan.


"Wa'alaikumsalam," jawab seisi rumah di dalamnya.


Asyafa dan Rayhan mencium punggung tangan Mama Jovanka dengan takzim, lalu Mama Jovanka memperkenalkan orang-orang yang mungkin belum begitu di kenal oleh Asyafa satu persatu seraya menyalami mereka.


"Ini Kakek Jaya Darma, sayang."


"Salam kenal Kakek, saya Asyafa." Ucap Asyafa seraya mencium punggung tangan Kakek Jaya takzim.


Kakek Jaya tersenyum dan berucap terbata, "A.. sya.. fa.."


"Iya.. Kakek." Jawab Asyafa tersenyum.


"Kalau ini Bulek Dewi dan Paklek Dimas, sayang."


"Salam kenal Bulek dan Paklek." Ucap Asyafa seraya mencium punggung tangan mereka takzim.


"Kalau ini si kembar Dara dan Dira, sayang."


"Hallo sayang, cantik-cantik sekali. " Ucap Asyafa seraya menyapa mereka.


"Hallo juga Kakak cantik, nama aku Dara dan aku Dira." Sapa si kembar bergantian seraya mencium punggung tangan Asyafa dan Rayhan.


"Aku gemas melihat mereka, sayang." Ucap Asyafa kepada suaminya.


"Kalau kamu mau seperti mereka? Kita bisa buat nanti malam." Ucap Rayhan berbisik di telinga istrinya. Sontak saja Asyafa langsung melotot dan mencubit pinggang suaminya sebal.


"Sakit cintaku. He.. he... he.. " Ucap Rayhan mendrama lalu terkekeh.


"Habis, mesum sih." Ucap Asyafa sebal.


"Ha.. ha.. ha.. !"


Seketika seisi rumah tetawa melihat tingkah Rayhan yang menggoda istrinya. Asyafa langsung tersipu malu dan pipinya merona merah seperti buah tomat.


"Sudah-sudah jangan ditertawakan lagi, kasihan menantu Mama sudah sangat merah wajahnya." Omel Mama Jovanka seraya mengusap rambut Asyafa lembut dan tersenyum


"Son, kamu ini jangan menggoda menantu Mama terus, nanti Mama jewer baru tahu rasa." Omel Mama seraya bercanda.


"Sayang, kalau ini adik kandung Mama, namanya Uncle Jonathan dan ini adik ipar Mama Aunt Stepani, serta ini anak mereka namanya William.


"Salam kenal, Uncle Jonathan dan Aunt Stepani juga Brother William, saya Asyafa Dorman." Sapa Asyafa seraya berjabat tangan dengan mereka.


"Nice to meet you Asyafa." Ucap mereka bergantian seraya menyambut jabatan tangan Asyafa.

__ADS_1


"Mom, ini tadi mampir di jalan sebelum ke sini." Ucap Asyafa seraya menyerahkan paper bag ke tangan mertuanya.


"Sayang, ini apa? Kalau ke sini tidak usah sungkan, dan jangan repot-repot seperti ini." Ucap Mama Jovanka seraya menerima paper bag itu.


"Tidak repot Mom, saya senang jika Mama suka dengan cakenya." Ucap Asyafa tersenyum.


"Menantu Mama, sudah cantik, baik dan perhatian lagi." Puji Mama Jovanka kepada menantunya, seraya mengajak menantunya duduk bersama di sofa.


"Istri siapa dulu dong? Rayhan Darma!" Seru Rayhan ketika mendengar Mamanya memuji istrinya.


"Aiish.. anak Mama nyamber saja." Gerutu Mama jovanka.


"He.. he.. !" Rayhan terkekeh seraya ikut duduk di samping istrinya.


"Kakak Rayhan, besok kita sudah pulang ke Yogyakarta, Kakak mau ajak kita jalan-jalan tidak, malam ini keliling Jakarta?" Tanya Dara antusias.


"Katanya kalau kita ke Jakarta, Kakak mau ajak kita jalan-jalan?" Tanya Dira ikut menimpali.


"Ooh.. iya, Kakak hampir lupa waktu itu Kakak sudah berjanji yah!" Seru Rayhan mengingat janjinya kepada si kembar Dara dan Dira.


"Cintaku, ikutin kemauan mereka atau tidak?" Tanya Rayhan menatap istrinya.


"Ikutin dong sayang, kamu 'kan sudah janji sama mereka." Jawab Asyafa menarik hidung Rayhan gemas, karena jarak wajah mereka yang begitu intens. Tanpa disadari si kembar Dara dan Dira tertawa melihat kelakuan mereka.


"Baiklah, selepas sholat magrib kita jalan-jalan, oke?" Ujar Rayhan tersenyum merekah.


"Oke, Kakak! Hore... terima kasih Kakak ganteng dan Kakak cantik." Ucap Dara dan Dira kompak seraya mencium pipi kiri dan kanan Rayhan dan Asyafa bergantian.


Akhirnya selepas sholat magrib, mereka mulai bersiap-siap untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Jakarta untuk melihat pemandangan dan lampu kerlap-kerlip di sepanjang kota Jakarta.


"Kakak, di Jakarta malam hari sangat indah dan semakin ramai yah?" Tanya Dara seraya melihat sekeliling jalan raya yang telah di lewatinya.


"Iya sayang, nanti kita mampir ke Mall Plaza Indonesia yah." Ajak Asyafa kepada Dara dan Dira.


"Iya, Kakak cantik." Jawab Dara dan Dira bersamaan.


Rayhan tetap fokus menyetir dan sesekali tangan kirinya mengusap puncak rambut istrinya sayang. Melihat perhatian yang ditunjukan oleh Rayhan, seketika Dara mengatakan keinginannya.


"Kakak Rayhan soo sweet banget, aku nanti kalau sudah besar ingin menikah dengan laki-laki seperti Kakak Rayhan." Ucap Dara seraya membayangkan dirinya jika sudah besar nanti bersama pangerannya.


"Aiish... kamu itu masih kecil sudah berpikir perihal orang dewasa." Omel Dira seraya menggelengkan kepalanya heran.


"Biarkan saja, memangnya salah kalau aku mempunyai keinginan seperti itu?" Tanya Dara seraya mengerucutkan bibirnya sebal.


"Belum waktunya, memikirkan hal seperti itu. Kita lebih baik belajar dan mengejar cita-cita untuk masa depan nanti." Pungkas Dira menjelaskan.


"Ah.. Dira engga asik, nyebelin." Ucap Dara sebal.

__ADS_1


"Kamu kalau di kasih tahu, selalu menjawab saja. Dasar anak kecil!" Hardik Dira yang tersulut emosi.


"Sudah sayang, jangan bertengkar dong! Masa anak cantik dan lucu gini bertengkar?" Lerai Asyafa menghentikan perdebatan si kembar.


"Dara dan Dira dengar kata istri Kakak tuh! Jangan bertengkar dan jangan mempermasalahkan masalah kecil, oke?" Ucap Rayhan ikut menimpali.


"Iya, Kakak!" Jawab si kembar bersamaan.


"Nah, kalau gitu baru adik Kakak yang cantik-cantik." Ucap Rayhan memuji seraya tetap fokus menyetir.


Tidak terasa akhirnya mereka sampai di depan parkiran Mall Paza Indonesia, Dara dan Dira sudah tidak sabar untuk turun dan melihat-lihat isi Mall tersebut.


"Waah.. besar sekali yah Kak, Mallnya?" Tanya Dara kagum.


"Ramai dan bagus banget Kak, tempatnya!" Ucap Dira seraya berjalan menggandeng Dara.


"Sayang, jangan jauh-jauh yah perginya. Tunggu Kakak Rayhan dulu, di sini Mallnya sangat besar. Kakak tidak mau kalian sampai hilang, karena kalian tanggung jawab Kakak. Kalian mengerti, bukan?" Ujar Asyafa menasehati si kembar.


"Mengerti Kakak." Jawab si kembar Dara dan Dira bersamaan.


"Dengar tuh Dara, kata Kakak cantik." Omel Dira kepada saudara kembarnya itu.


"Huus.. kamu juga dengar dong Dira." Omel Dara juga tak kalah dari Dira.


"Sudah sayang, kalian saudara kembar tapi meributkan hal sepele terus." Lerai Asyafa menggelengkan kepala sedikit.


Rayhan akhirnya datang menghampiri mereka.


"Ayo cinta, Dara dan Dira kita langsung masuk saja." Ucap Rayhan yang menarik tangan istrinya lembut seraya berjalan masuk ke dalam Mall tersebut.


Dara dan Dira di buat terkagum-kagum dengan keramaian dan kemegahan isi Mall tersebut, pasalnya di Yoyakarta Mallnya tidak sebesar dan semegah di Jakarta.


"Kalian mau makan atau shoping dulu?" Tanya Rayhan kepada si kembar.


"Aku mau makan dulu." Jawab Dira.


"Engga, aku mau shoping dulu." Jawab Dara.


"Waah.. Kakak jadi bingung, kalau begini harus yang mana dulu?" Tanya Rayhan seraya menatap sikembar bergantian.


"Menurut kamu gimana, Cinta?" Tanya Rayhan kepada istrinya untuk mendapatkan solusi.


"Kalau menurut aku, kita makan dulu saja. Kalian pasti lapar bukan, perut kalian belum di isi dari tadi sore." Usul Asyafa seraya mengulum senyum kepada si kembar.


"Baiklah kalau begitu kita makan dulu, oke? " Pungkas Rayhan seraya mencari tempat Restoran yang terbaik di Mall tersebut.


Akhirnya mereka memutuskan makan di Restoran makanan Jepang siap saji, dan mereka menikmati hidangan tersebut dengan santai dan senang.

__ADS_1


Happy Reading


--BERSAMBUNG--


__ADS_2