TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Keliling Amsterdam


__ADS_3

Mereka memutuskan, berjalan-jalan ke tempat pariwisata yang ada di kota Amsterdam. Uncle Jonathan meminta supir pribadinya, untuk mengantar mereka berkeliling sekitar kota Amsterdam seharian penuh.


Jadwal pertama mereka pergi ke tempat wisata yang bernama The Rijksmuseum.



Mereka mulai memasuki halaman Musium tersebut dengan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di area parkir taman wisata tersebut. Lalu mereka berjalan santai bersama, hingga memasuki gedung musium yang begitu besar dan luas.


Asyafa menyukai dan kagum dengan barang-barang antik peninggalan zaman dahulu, yang di suguhkan di tempat musium tersebut. Ada pula berbagai macam lukisan sejarah, dan karya seni lainnya. Mereka melihat-lihat satu persatu tanpa ada satupun yang mereka lewati.




Setelah puas dengan melihat-lihat semua seni lukisan dari zaman dahulu, kemudian mereka mendatangi ruang perpustakaan yang ada di dalam musium tersebut.



Asyafa langsung terpana dengan begitu luasnya ruang perpustakaan tersebut, yang menyajikan buku-buku sejarah yang di tulis pada zaman dahulu. Saking luas dan besarnya, sampai begitu banyak buku-buku yang berjejer rapi di sana.


Asyafa menelusuri tempat musium itu, hingga bibirnya tidak berhenti berdecak kagum. Namun bagi yang lain ini bukanlah yang pertama kali, karena mereka setidaknya pernah ke sini sebelumnya. Tetapi tetap saja mereka selalu senang melihat-lihat koleksi yang ada di dalam musium tersebut.


"Setelah ini kita kemana lagi, sayang?" Tanya Asyafa antusias.


"Bagaimana kalau kita pergi ke taman bunga Keukenhof? Kamu mau 'kan cinta?" Usul Rayhan seraya bertanya kepada yang lainnya.


"Iya.. tidak masalah." Jawab Asyafa, seraya mengangguk pelan.


"Boleh juga." Jawab Aunty Stepani, dan dianggukan oleh Jonathan dan William.


Akhirnya mereka keluar meninggalkan The Rijksmuseum tersebut. Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di taman bunga Keukenhof.




Taman bunga yang sungguh indah dan sedap di pandang, terhampar begitu banyak berbagai macam bunga tulip yang begitu cantik dan indah dengan penuh warna-warni. Selain menyajikan bunga tulip, di taman itu juga ada berbagai jenis bunga, seperti bunga mawar dan anggrek.

__ADS_1


Belanda terkenal dengan bunga tulipnya, bahkan seluruh kota Amsterdam, tidak sedikit yang mempunyai pohon bunga tulip di sekitar rumahnya. Tidak heran jika bunga tulip yang berasal dari Belanda, sangat terkenal di dunia.


"Sayang, ayo kita berphoto sebentar, untuk mengenang moment ini." Ajak Asyafa, seraya mengeluarkan camera digital dari tasnya.


"Ayo, cinta... ! Will... tolong ambil photo kami yah." Pinta Rayhan, seraya menyerahkan cameranya ke tangan William.


"Kalian siap? 1.. 2.. 3.. click." William mengarahkan mereka.


"Lagi dong Will." Pinta Asyafa, seraya mencari enggel yang pas untuk berphoto.


"Baik, siap? 1.. 2.. 3.. click. William mengulang lagi dan lagi photo mereka, seakan dia itu seorang Photografer. Bahkan Momie dan Dadienya juga, ikut bergabung untuk photo bersama. Namun William senang melakukan hal itu, yang penting mereka bahagia.


"Will.. sekarang kamu di photo dong bersama kami, wajahmu belum ada di camera ini." Ajak Asyafa dengan senang hati, pada sahabat kecilnya dulu yang baru dia tahu.


"Oke." Jawab William singkat.


Akhirnya Williampun bergabung, berphoto selfi dengan mereka semua.


Setelah puas dengan acara photo-photo di taman bunga, mereka mengelilingi sepanjang taman bunga tulip tersebut, dengan mencium aroma harum khas bunga tulip. Lalu menikmati indahnya pemandangan bunga tulip, yang di pinggir danau terdiri dari kincir angin yang lumayan besar. Gunanya kincir angin tersebut adalah, untuk memompa air agar cepat keluar dan juga untuk penggunaan listrik sehari-hari.


"Ray.. istrimu sudah sangat kelaparan, ayo kita cari Restoran di sini dahulu." Ajak William kepada mereka.


"Ayo." Jawab Rayhan singkat, yang di anggukkan oleh yang lainnya.


Mereka mencari Restoran terdekat, lalu makan siang yang sedikit sore, bersama. Pasalnya waktu sudah menunjukkan pukul 3 Pm, namun mereka baru ingat untuk mengisi perutnya. Maklum saja, breakfast tadi pagi mereka terlampau banyak menunya.


Setelah perut mereka terisi dengan kenyang, akhirnya mereka mengunjungi tempat yang terakhir yaitu Kanal Amsterdam.



Kanal Amsterdam adalah, taman wisata kanal air yang berlokasi di kota Amsterdam. Kanal tersebut sudah di resmikan, sebagai salah satu situs warisan budaya dunia oleh UNESCO. Maka banyak wisatawan asing, yang tidak melewatkan untuk berkunjung ke tempat ini.


Waktu sudah menunjukkan hampir senja, mereka menikmati sunset dengan menaiki perahu mengelilingi sepanjang kanal di Amsterdam.


"Woow keren yah Kak, sunsetnya begitu jelas dan indah terlihat dari sini." Ucap Asyafa kagum.


"Iya.. cinta, kita beruntung bisa menikmati keindahan sunset di sore ini." Ujar Rayhan menimpali ucapan istrinya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Jonathan dan Stepani, merekapun telihat menikmati sunset tersebut, seraya mengabadikan moment tersebut dengan berciuman bibir mesra dan berphoto dengan ponselnya.


William yang terbiasa melihat hal tersebut, lantas saja mencibir keduanya.


"Sebenarnya, yang pengantin baru itu siapa sih? Aduuh.. Ha.. ha.. ha.. kalian ini sungguh tidak tahu tempat, bahkan dengan tidak tahu malunya bermesraan dan berciuman di depan anaknya sendiri. Sungguh, mataku ternoda oleh perbuatan kalian." Sindir William mencebik sebal, seraya tertawa dan menggelengkan kepalanya pelan, dengan kelakuan kedua orang tuanya yang sudah biasa dia lihat.


"Aiish, anak Dadie ini sepertinya mulai kepanasan sayang, makanya cari istri, jangan jomblo terus. He.. he.. he.. " Ledek Jonathan seraya terkekeh dengan ucapannya sendiri.


"Cukup Dad, jangan kau permalukan aku depan mereka." Ucap William sebal, seraya menunjuk Rayhan dan Asyafa.


Mendengar nama mereka di bawa-bawa, sontak saja mereka tertawa bersama-sama, saking lucunya melihat perseteruan antara William dengan Uncle Jonathan.


"Ha.. ha.. ha..." Tawa Rayhan dan Asyafa lepas.


"Kalau kalian yang bermesraan dan berciuman di depanku, mungkin aku masih mengerti. Wajar pengantin baru, lagi sayang-sayangnya. Kalau Dadie dan Momie? aku sudah bosan melihatnya, dimana saja mereka menunjukkan hal itu." Sindir William mencibir orang tuanya puas, seraya tersenyum menyeringai.


"Aiish.. Will.. Will.. ucapanmu itu membuat kami tidak bisa berbicara lagi. He.. he.. he..." Ucap Jonathan terkekeh dengan sindiran anaknya yang pedas.


"Ha.. ha.. ha... just kidding Dad, Mom." Ucap William, seraya merangkul mereka berdua dan mengecup pipi keduanya.


Setelah mereka sampai di ujung kanal, mereka turun dari perahu, dan kembali ke mobil untuk pulang ke Hotel. Sebelum kembali ke Hotel, mereka terlebih dahulu mencari Restoran terdekat untuk makan malam.



Akhirnya perut mereka sudah terisi dengan kenyang, kemudian mereka meninggalkan Restoran tersebut, dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Hotel milik Jonathan.


Sesampainya di Hotel, mereka langsung bergegas memasuki kamar Hotel masing-masing.


Asyafa dan Rayhan berendam air hangat di Bathtuub, sekitar 30 menit mereka beranjak dan menyelesaikan sesi mandinya. Akhirnya mereka beristirahat, dengan tubuh yang begitu lelah karena seharian ini mereka pergi.


Asyafa, dan Rayhan, menyambangi mimpinya dengan berpelukkan.


Happy Reading


--BERSAMBUNG-


...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........

__ADS_1


__ADS_2