TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Tamu Tidak Di Undang


__ADS_3

"Kira-kira siapa sih' yang datang?' Gumam Asyafa penasaran, seraya berjalan ke ruang tamu. Dia melihat seorang gadis yang sedang duduk dikursi tamu, seraya memainkan ponselnya.


"Eee.... hem... !" Asyafa berdehem, sontak saja gadis itu langsung melirik kearah suara itu, dan langsung berdiri menyapanya.


"Hai... apa kabar? Masih ingat aku engga? Itu loh yang waktu ketemu di restoran lesehan, aku teman Rayhan, namaku Siska Prayoga." Salam sapa Siska Prayoga mengulurkan tangan kearah Asyafa. meski Asyafa nampak ragu tetap dia menerima uluran tangan dari Siska.


"Ada keperluan apa yah, Mba datang ke sini? Bukankah kita tidak saling mengenal? Bagaimana Mba tahu tempat tinggal saya?" Tanya Asyafa sedikit ketus, dan memandang kurang suka, teringat satu bulan yang lalu pernah bertemu dengan wanita ini.


Siskapun sedikit canggung, dan dia mencoba mencari alasan yang logis. "Aku tahu dari Rayhan alamat tempat tinggalmu, makanya aku datang kesini." Jawab Siska, seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, menutupi kegugupannya.


Asyapapun mempersilahkan Siska duduk kembali, dan Siskapun mengucapkan trimaksih. Lalu dia menanyakan kembali maksud, dan tujuan Siska datang kerumahnya, mengingat wanita ini teman Rayhan yang sedikit agresif, mungkin saja budaya di Belanda menjadikannya seperti itu.


"Tujuan saya datang kesini hanya ingin berteman, bolehkan?" Jawabnya tenang, seraya tersenyum manis. sedang Asyafa hanya tersenyum sinis.


"Mba mau minum apa? Nanti saya buatkan!" Tanya Asyafa basa-basi.


"Ice lemon tea." Jawab Siska


Asyafapun menemui Mbo Ijah, untuk memintanya membuatkan ice lemon tea, dan ditemani camilan kue yang ada di dapur.


Ibu Nurlaila dan Ayah Bernad melihat anaknya berbicara dengan Mbo Ijah, lalu mereka bertanya siapa teman yang datang? Lalu Asyafa hanya menjawab, "tamu yang tak diundang".


Seketika Ibu dan Ayah saling melempar pandang, dan tertawa heran, "ha... ha.."


"Kenapa bilang begitu?' Tamu tidak diundang?" Tanya Ayah Bernad penasaran.


"Ya iyalah, yang namanya tamu engga dikenal itu disebut tamu tidak diundang, Ayah! " Ucap Asyafa sebal, seraya berlalu meninggalkan orang tuanya.


Ibu dan Ayah nampak aneh dengan sikap anaknya itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk menemui tamu yang tidak diundang kata anaknya itu. Mereka mengintip dari balik pintu, dan mencuri dengar pembicaraan tamu wanita, dan anaknya itu.


"Eee...heem..... ! Permisi Tuan dan Nyonya saya mau antarkan minuman dan camilan ini, untuk tamunya Non Asyafa." Ucap Mbo Ijah numpang lewat, secara mereka menghalangi pintu masuk kearah ruang tamu. Mereka seketika salah tingkah, karena kepergok Mbo Ijah sedang menguping.


"Ooh... iya Mbo, silahkan lewat... " Ucap Ibu Nurlaila, seraya membukakan pintu kearah ruang tamu.


"Terima kasih Nyonya." Ucap Mbo Ijah yang langsung berjalan menuju ruang tamu, dan menghampiri kedua gadis cantik itu.

__ADS_1


"Non, ini ice lemon teanya, dan ini air putih untuk Non, dan camilannya. Silahkan di minum dan di cicipi Non.!" Ucap Mbo Ijah, seraya undur diri kembali ke dapur.


"Terima kasih Mbo Ijah." Ucap Asyafa.


Mereka mulai nampak sedikit akrab, setelah Siska mulai membuka obrolan mengenai dia dulu study di Belanda, menceritakan kedekatan dia dengan Rayhan dulu, tentunya dengan dia bersandiwara soal hubungannya. Menceritakan tentang kisahnya yang harus menikah dengan pria yang di jodohkan oleh orang tuanya. dan cerita-cerita seru lainnya.


Asyafa mulai menyukai sosok teman seperti Siska. Berbicara layaknya teman lama, karena Siska pandai dalam bergaul, dan mudah mengambil hati lawan bicaranya. Diselingi dengan canda tawa, rupanya Asyafa sudah mulai mencair hatinya, dari pada sebelumnya yang menatap tidak suka.


"Kapan-kapan kita jalan bareng yah!" Ajak Siska tersenyum riang.


"Kamu ajak Rayhan boleh, nanti aku ajak suamiku." Pinta Siska sedikit maksa, seraya menggoyangkan tangan Asyafa pelan.


"Iya... kita jalan bareng." Jawab Asyafa tidak enak untuk menolak, mengingat sikap dia yang manis hari ini.


Ibu dan Ayahpun akhirnya menyapa tamu anaknya itu. "Hallo... kalian terlihat akrab?" Tanya Ayah Bernad, seraya menggandeng tangan istrinya berjalan ketempat duduk.


"Hallo Om, Tante." Sapa Siska, seraya mencium kedua punggung tangan mereka.


"Perkenalkan nama saya Siska Prayoga, Om, Tante! " Ucap Siska ramah.


"Siska Prayoga? Mungkinkah kamu anak dari kolega saya, dia seorang pejabat kota Bogor, sekaligus pembisnis handal yang sangat hebat di kalangan pengusaha?" Terka Ayah Bernad.


Siska berpikir sejenak, "Apa mungkin mereka kenal dengan Papaku? Kalau mereka kenal dengan orang tuaku, bearti mereka mengenal suamiku juga dong. Tapi biarlah, yang penting aku harus lebih berhati-hati." Gumam Siska dalam bathinnya.


"Nama papaku Ardi Prayoga dan Mamaku Ningsih Prayoga, Om. " Jawab Siska jujur.


"Jadi kamu itu benar Putri dari sahabatku, Tuan Ardi Prayoga?" Tanya Ayah Bernad senang, mendapati anaknya berteman dengan anak dari koleganya.


"Setahu saya kamu dua bersaudara, bukan? Dan kamu sudah menikah dengan Indra Wibowo, bukan? Menantu Tuan Ardi Prayoga yang hebat, dan sedikit berambisi dalam menghadapi lawan bisnisnya." Tutur Ayah Bernad, mengagumi sosok koleganya.


Siska pun sudah menebak, pasti Om Bernad kenal dengan suaminya. "Iya om, sangat benar!" Jawab Siska, seraya tersenyum renyah.


"Melihat Om, dan Tante sangat mesra, kalian sangat cocok sekalih terlihat romantis." Ucap Siska kagum, seraya tertawa riang, dan merekapun ikut tertawa.


"Nak Siska bisa saja!" Ucap ibu nurlaila malu, seraya melepaskan tangan suaminya yang tidak ingin lepas sedari tadi.

__ADS_1


Siska hanya tersenyum, dan dia berkata. "Tidak usah malu Tante, umur boleh tua tapi jiwa selalu muda. Kalau pribahasa bilang tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Ha.. ha.." Siska berceloteh. dan suasana ramai mulai menghiasi obrolan mereka. Tidak khayal Siskapun pandai dalam memuji orang tua Asyafa, sehingga mereka terbawa suasana yang tercipta.


"Siska, kami itu tadinya mau pergi keluar sekedar refresing, tetapi kami urungkan karena kedatangan tamu istimewa." Ucap Ayah Bernad senang, seraya terkekeh.


"Kalau gitu, ayo kita jalan sekarang Om, Tante." Ajak Siska menyeru, dan di iyakan oleh mereka.


Akhirnyapun mereka pergi keluar bersama. ketempat hiburan seperti menonton bioskop bersama, selepas menonton bioskop, mereka pergi berkaroke bersama juga. Memilih kelas VIP, mereka menikmati kebersamaan dengan menyanyikan lagu-lagu masa muda Ayah Bernad, dan Ibu Nurlaila, seperi lagunya Mariah Carey When You Belive, dan Celine Dion To love you more dan My heart will go on.


Asyafa dan Siskapun tidak mau kalah, mereka menyanyikan lagu masa kini, seperti lagu dari Selena Gomes Ice Cream, dan lagu Justin Bieber Anyone. Tidak terasa hari semakin sore, akhirnya merekapun selesai berkaroke, hendak mencari tempat makan yang sedikit istimewa. Siska yang telah mengatur jamuan makan tersebut.


"Sya, Om, dan Tante, kita makan di tempat yang sudah Adik saya Booking. Kata Adik saya, dia sudah menunggu disana." Ucap Siska, seraya menggiring mereka, untuk keruang makan restoran kelas VIP, yang sudah di booking Adiknya itu. Merekapun menurut senang.


Sesampainya disana merekapun disuguhi pemandangan yang menakjubkan, ada banyak beraneka jenis bunga-bunga berjejer disana, dan balon-balon cantik berbentuk hati serta lilin-ilin cantik menghiasi ruangan VIP tersebut. Ada ucapan happy birthday menempel di tembok, merekapun berdecak kagum, dan heran.


"Nak Siska, apakah kita salah masuk ruangan?" Tanya Ibu Nurlaila bingung yang dianggukan oleh Ayah Bernad dan Asyafa.


Siskapun tersenyum lebar, dan dia mengatakan. "Ini memang kerjaan Adiknya yang suka usil, ini memang ulang tahun saya, tapi saya tidak mengira dia akan semenakjubkan ini. He.. he.." Ungkapnya Siska terkekeh.


Seorang laki-laki datang memakai masker, dan topi sedang membawa kue tar, yang di beri lilin bertuliskan angka 24 tahun. Lalu dia menyanyikan lagu Happy Birthday to you, yang ditujukan untuk kakak tercintanya itu. Siskapun menangis haru, dan diselangi tawa bahagia. Asyafa, dan orang tuanya juga turut senang, dan memberi selamat kepada Siska.


"Terima kasih yah, Adikku sayang." Ucap Siska seraya memeluknya.


"Terima kasih juga Sya, Om dan Tante." Ucap Siska, seraya memeluk Asyafa. Merekapun mengangguk kecil bersama.


Para Pelayan Restoran, lantas menghidangkan aneka makanan lezat, dan mewah, serta minuman aneka soda, dan jus yang menyegarkan. Merekapun menikmati makanannya dengan tenang, dan santai.


"Om, Tante, Asyafa jangam sungkan, silahkan dinikmati hidangannya." Ucap Siska, seraya melirik Adiknya.


"Iya Nak siska, ini enak sekalih makanannya, terima kasih." Ucap Ibu Nurlaila senang.


"Ini Adik kamu yah Nak Siska?" Tanya Ibu Nurlaila, seraya jari jempol dan telunjuknya mengarah posisi laki-laki itu.


"Iya Tante, ini Adik kesayangan saya. Dia ini anaknya sedikit Arogant, tetapi penyayang dan perhatian." Jelas Siska.


"Salam kenal Om, Tante dan Nona, nama saya Damar Prayoga, Adik dari Siska Prayoga." Ucapnya memperkenalkan diri, seraya membuka masker, dan topinya lalu mengulurkan tangan kearah mereka. Asyafapun tercengang mendelikan matanya, melihat siapa yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Happy Reading


--BERSAMBUNG--


__ADS_2