TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Kembalinya Ingatan Damar


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Damar dan Alyapun ikut menyusul, rombongan bus yang akan pergi ke gunung Gede Pangrango. Damar membuka goagle Map, untuk mencari alamatnya.


"Ayo, Bie kita harus langsung menyusulnya." Ajak Alya yang merasa resah, karena sudah tertinggal rombongan bus.


"Sabar sayang, nanti juga kita akan menyusulnya. Jangan panik, kalau panik nanti aku juga bawa mobilnya engga konsentrasi." Ucap Damar menenangkan Alya, yang sudah nampak gusar.


"Iya Bie." Sahut Alya singkat, namun hatinya gamang.


Damar menjalankan mobilnya dengan kecepatan cukup kencang, sehingga dia sempat menyalip beberapa kendaraan lain di depannya.


"Hubby, agak dipelani bawa mobilnya, jangan terlalu kencang." Ucap Alya mengingatkan, karena dirinyapun merasa tidak nyaman, dengan mobil Damar yang seperti pembalap profesional.


"I.. ya sa.... " Ucap Damar terhenti ketika ada sebuah mobil dari belakang, menyerempet mobil Damar.


"Ciiiiiiiitt.... "


"Ssssrrrreeeetttt....."


"Braaaaakkk...."


"Aaaaaaa..." Suara keduanya berteriak ketika mobil mereka diserempet dari belakang, lalu mobil merekapun goyang menubruk bahu jalan sebelah kiri.


Kondisi mobil yang menyerempet dari arah belakang sangat parah, karena mobil itu berbelok kejalur kanan jalan.


Jika posisi mobil seperti itu, otomatis akan bertabrakan dengan mobil yang berlawanan arah. Kecelakaan tersebut hingga mengakibatkan mobil ringsek, pengendaranyapun luka parah.


Sedangkan kondisi Mobil Damar masih utuh, namun hanya bodi belakang saja yang sedikit penyok, akibat hantaman mobil dari belakang. Beruntung Damar membelokkan mobilnya kesamping kiri bahu jalan, sampai mobilnya bisa berhenti. Karena mobil yang sedang Damar jalankan, sedang melaju kencang.


Semua korban kecelakaan tersebut berjumlah tiga mobil, yaitu Mobil yang menyerempet dari arah belakang, Mobil Damar dan Mobil yang berlawanan arah.


Belum diketahui apa penyebab dari mobil yang menyerempet mobil Damar, pasalnya penumpang luka parah, dan dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.


Alya dan Damar hanya pingsan, akibat mengalami shock yang teramat cepat, dan luka-luka memar saja dibagian lengan dan bahu.


Damar dan Alya sedang berada di UGD, keduanya sedang ditangani oleh Dokter jaga, sedangkan pengendara yang menabrak mereka dalam keadaan keritis. Pengendara mobil yang berlawanan arah, meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

__ADS_1


"Mba.. mba.. mba sudah siuman?" Tanya Dokter jaga di Rumah Sakit.


"Aaawhh.. " Keluh Alya, saat merasakan seluruh tubuhnya merasa ngilu dan nyeri. Dahi dan siku tangan kiri Alyapun sudah diperban.


"Hati-hati Mba, tubuh Mba pasti merasa nyeri yah? Tanya Dokter itu, karena dia yang memeriksa keadaan Pasiennya tadi.


"I.. ya Dokter, badan saya nyeri dan ngilu semua. Sekarang calon suami saya dimana Dokter? Bagaimana keadaannya? Saya langsung tidak sadarkan diri, saat kecelakaan tadi." Tanya Alya, mencari keberadaan Damar.


"Calon suami Mba ada diruang sebelah Mba, masih pingsan. Sepertinya benturannya cukup keras, hingga Pasien masih belum siuman sampai sekarang. Sekarang lebih baik Mba minum air ini dulu, agar Mba tidak dehidrasi dan sedikit lebih segar." Ujar Dokter jaga, seraya memberikan sebotol air mineral untuk Alya.


"Terima kasih, Dokter. Apakah saya bisa menemui calon suami saya?" Tanya Alya dengan wajah cemas, kemudian meminum air itu hampir setengahnya.


"Bisa Mba, mari saya antar, tapi jalannya hati-hati Mba, karena Mba baru saja siuman, dan badan Mba mengalami memar akibat benturan saat kecelakaan tadi." Jelas Dokter itu mengjngatkan, seraya berjalan menuju ruangan Damar.


"Iya Dokter, terima kasih sudah mengingatkan saya." Ucap Alya ramah, seraya berjalan mengekori Dokter jaga tersebut.


"Silahkan Mba, ini ruangannya. Saya permisi dulu, masih harus memeriksa Pasien lainnya." Pamit Dokter jaga itu sopan.


"Terima kasih, Dokter." Ucap Alya tulus seraya tersenyum ramah.


"Aamiin..." Ucap Alya mengamini.


Alyapun berjalan gontai memasuki ruangan Damar, dengan hati-hati dia melihat Damar yang masih tertidur diatas kasur, dengan perban di dahi dan lengannya.


"Hubby, kamu masih belum siuman? Bangun Bie, kamu harus bangun." Ucap Alya lirih, saat melihat kondisi Damar yang seperti ini untuk kedua kalinya saat kecelakaan dulu, hingga menyebabkan dirinya hilang ingatan.


Alya menyetuh tangan Damar lembut, lalu menghujani wajah Damar dengan ciuman sayangnya. Alyapun menangis saat mengingat kejadian pagi tadi, karena dirinyalah hingga Damar membawa mobilnya sangat kencang, yang tidak ingin tertinggal jauh dari rombongan bus teman-temannya.


Damar mulai siuman, namun badannya terasa remuk dan berat untuk bangkit. "Aaaaawwww.." Damar mengaduh sakit, dibagian kepalanya.


Sontak saja Alya memekik histeris, saat mendengar suara Damar yang sedang mengaduh kesakitan.


"Hubby..." Alya berteriak memanggil Damar.


"Hubby.. kamu sudah siuman? Syukurlah." Ucap Alya bahagia dan bersyukur.


"I.. ya sayang." Ucap Damar, masih merasakam sakit dibagian kepalanya.

__ADS_1


"Kepala kamu sakit Bie?" Tanya Alya dengan wajah cemas dan khawatir.


"Iya sayang, kepalaku terasa sedikit pusing dan nyeri." Ucapnya Damar jujur, namun detik kemudian dirinya tersenyum.


"Kalau begitu, aku panggilkan Dokter yah Bie?" Tanya Alya perhatian.


"Tidak usah sayang, sepertiya aku sudah sedikit reda nyeri dan pusing kepalaku." Ucap Damar jujur, dengan apa yang sedang dia rasakan saat ini.


"Benarkah, Bie? Kalau begitu syukurlah." Ucap Alya merasa tenang.


"Alya Memtari?" Tanya Damar dengan menyebut nama kekasihnya itu dengan sangat lengkap, kemudian mencengkram kedua bahu Alya kuat.


"Iya Bie, tumben panggil namaku begitu lengkap!" Seru Alya heran dengan ucapan Damar, namun jantungnya merasa berdebar saat bahunya dicengkram kuat oleh Damar.


"Sepertinya, ingatanku sekarang sudah kembali." Ujar Damar jujur, dengan apa yang diingat, tentang gadis yang berada dihadapannya sekarang.


"Sungguh Bie? Kamu sungguh sudah mengingat semuanya? Alhamdullilah..." Tanya Alya, hampir tidak percaya, namun tetap mengucap syukur.


"Iya sayang, aku sudah mengingat kamu adalah wanitaku. Malam itu seharusnya aku sudah melamar kamu, saat aku pulang membeli cincin untuk acara lamaran kita. Saat itu aku mengejar seorang jambret dan berhasil meringkusnya, namun ternyata dia bersama temannya membawa motor, dan menabrakku dari belakang." Jelas Damar panjang lebar.


"Iya Bie, aku sudah dapat informasi tersebut, dari Dokter yang menangani kamu." Ucap Alya membenarkan ingatan Damar.


"Maafkan aku sayang, karena ingatan aku yang hilang, kita jadi gagal menikah." Ucap Damar menyesal, seraya menarik Alya kedalam pelukkannya.


"Heeem... kita ambil hikmahnya saja Bie, mungkin nanti jika sudah waktunya, pasti kita akan menikah pada akhirnya." Ujar Alya seraya bergumam pelan.


"Mama dan Papa sudah tahu kondisi kita belum, sayang?" Tanya Damar, seraya mengecup seluruh wajah Alya mulai dari kening, mata, pipi, dan bibir.


"Belum, Bie." Ucap Alya seraya menggelengkan kepalanya pelan, namun wajahnya sudah bersemu merah seperti kepiting rebus.


Damar kemudian tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya ditelinga Alya. lalu diapun berucap. "Besok malam, aku akan melamarmu."


Alya bergeming, menatap wajah calon suaminya, dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena bahagia.


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2