
"Kamu mau di hukum yang berat atau ringan, sayang?" Tanya Rayhan, yang semakin menekan gadisnya itu. Dia sangat suka mengerjai gadisnya itu.
"Aku engga mau dua-duanya." Jawab Asyafa takut karena dia sudah terhimpit, maka tangannya mendorong tubuh Rayhan ke belakang, agar dia lebih bisa bernapas lega. Sudah bersusah payah, namun Rayhan masih kokoh berpijak di tempatnya.
"Mana bisa begitu? Kamu sudah salah, mengabaikan pesan dan telpon Kakak." Ucapnya Rayhan kecewa, mendapati calon istrinya tidak meresponnya.
"Iya kalau soal itu, aku minta maaf... aku lupa Kak. Aku langsung ke kantin, perut aku keroncongan minta di isi, tadi pagi belum sarapan." Ucap Asyafa jujur, seraya menangkupkan kedua tangannya di depan Rayhan, dan tersenyum tipis. Mengedip-ngedipkan bulu matanya yang lentik, mirip anak kucing minta di belai.
"Aiish.. kamu itu sangat imut sekali. Kalau sikapmu begini, Kakak jadi tidak tega kalau mau kasih hukuman." Ucap Rayhan, seraya memundurkan kakinya sedikit, memberi kelonggaran calon istrinya untuk bernapas lega.
"Terima kasih, Kak!" Ucap Asyafa senang, lalu dia tanpa aba-aba mencuri ciuman di pipi Rayhan.
"Cup..."
Lalu Asyafapun bisa keluar dari posisi terhimpit dinding, dan berlari ke arah sofa duduk.
Rayhan bergeming, iya shok, mendapatkan serangan dadakan dari calon istrinya itu.
"Kamu sudah berani yah, melakukan serangan itu, tanpa izin yang punya hah..?" Ucap Rayhan, seraya berjalan mendekati gadisnya itu, yang tengah duduk di sofa.
"Kalau berani, kenapa hanya disini? (Jari telunjuk Rayhan menunjuk pipinya.) Kenapa bukan disini? (Jari telunjuk Rayhan menunjuk bibirnya.)" Ucap Rayhan, seraya menyeringai iblis.
"Aiish.. Kakak mesum." Ucap Asyafa singkat, seraya membuang mukanya ke samping.
"Ha.. ha.. " Rayhan tertawa puas, seraya mengacak-ngacak rambut gadisnya pelan.
Rayhan kembali duduk di kursinya, dia melanjutkan membuka laptop pribadinya, dan membuka file-file kerjanya yang harus diselesaikan. Sedangkan Asyafa merasa bosan, dia bermain game diponselnya, sesekali berinteraksi di dunia maya. Sikapnya yang polos ketika tertawa dan berbicara sendiri dengan ponselnya, membuat Rayhan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dia begitu manis." Gumam Rayhan.
Satu jam sudah, Asyafa menemani Rayhan diruangannya. Belum ada tanda-tanda akan selesai menutup laptopnya. Dia mencoba untuk bertanya.
"Kak, apakah masih lama, aku harus menemani Kakak di sini? Aku sudah bosan Kak, dan aku lapar." Cicitnya Asyafa, yang merasa dirinya seperti anak kucing yang terkurung.
"Kamu 'kan lagi mendapat hukuman dari Kakak, baru satu jam disini sudah mengeluh. Apalagi kalau sampai nanti malam, bagaimana rasanya?" Ucap Rayhan seraya mengedipkan matanya genit.
"Aiish.. Kak, yang benar saja, aku sekarang sedang dihukum?" Tanya Asyafa heran.
__ADS_1
"Bisa mati kelaparan aku kalau di sini, tidak ada makanan dan sesak dadaku ini." Ucap Asyafa mendrama, seraya mengelus perut dan menyentuh dadanya sendiri.
"Kamu lapar? Tunggu 10 menit lagi, Kakak menyimpan draf file dulu." Pinta Rayhan, lalu dianggukan oleh Asyafa.
Dirasa sudah selesai menyimpan file, Rayhan pun berdiri, membereskan pekerjaanya, lalu menutup laptopnya dan menaruhnya dengan rapi di tempatnya. Lalu dia menghampiri calon istrinya itu, dan bertanya.
"Kamu mau makan di mana? Ayo kita cari makan." Ajak Rayhan, seraya menarik lengan Asyafa berjalan ke luar ruangan, dengan menautkan jemari mereka.
"Tidak Kak, aku 'kan bawa mobil." Jawab Asyafa menolak.
"Kita bisa bawa mobil masing-masing, makanya Kakak tanya kamu mau makan di mana?" Ucap Rayhan seraya menoel hidungnya Asyafa gemas.
"Sehabis makan, kita mau kemana, Kak?" Tanya Asyafa kikuk, memasang tampang melas.
"Mengerjakan tugas skripsi kamu dong." Jawab Rayhan cepat, seraya melepaskan tautan jemarinya.
"Kakak yang akan jadi Dosen Pembimbing kamu." Ucap Rayhan, tersenyum gemas.
"Haa.. engga salah Ka? Emangnya engga bisa nanti-nanti?" Tanya Asyafa ingin menolak.
"Pantas tadi Pak Dosen Aris bilang, kalau Kakak yang jadi Dosen Pembimbing aku." Ucap Asyafa ketus.
"Aiish.. Kak, yang ada skripsi aku nanti tidak kelar-kelar, digangguin Kakak melulu." Protes Asyafa, seraya mengerucutkan bibirnya sebal.
"Jangan protes, jelek tahu!, he.. he.." Ucap Rayhan terkekeh.
"Kak, kita makan di rumah makan lesehan saja, dekat-dekat sini." Ajak Asyafa, seraya pergi menuju mobilnya sendiri.
"Okay... !" Jawab Rayhan singkat.
Merekapun, bergegas meninggalkan area kampus. Asyafa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dan Rayhan tetap setia mengekori mobilnya di belakang. 10 menit sudah sampai di rumah makan lesehan, mereka memarkirkan mobilnya di area parkir yang sedikit ramai oleh pengunjung. Sesampainya di rumah makan lesehan, banyak anak-anak remaja dan dewasa yang sedang menikmati makan siangnya. Asyafa mengedarkan pandangannya, untuk mencari tempat duduk yang kosong.
"Kak, di sana saja duduknya, lebih dekat dengan kolam ikan." Ajak Asyafa, seraya berjalan menarik lengan Rayhan. dan diapun hanya menuruti ajakan calon istrinya itu.
"Selamat siang Mas dan Mba, silahkan menempati tempat duduknya, dan ini buku menu masakan yang tersedia disini." Ucap Pelayan Restoran, seraya menyodorkan buku itu di hadapan mereka dengan sopan.
"Terima kasih Mba." Ucap mereka kompak.
__ADS_1
"Kamu mau pesan apa?" Tanya Rayhan, seraya menyodorkan buku menu masakan yang tersedia.
Asyafapun langsung mengambil buku menu itu, kemudian dia membuka lembaran buku itu dan membaca menu apa saja yang ada. " Aku mau makan ikan gurame saus padang, sama tumis chah kangkung saja." pesan asyafa yang langsung dicatat oleh pelayan itu.
"Kalau saya, kepiting saus tiram dan salad mba" pesan rayhan seraya menyodorkan buku menu masakannya kembali ke pelayan itu.
" Cukup ini saja mas, mba? minumnya mau apa mba?" tanya pelayan itu sopan.
"Aku air putih mineral saja mba." jawab asyafa.
" Saya samain saja mba." jawab rayhan.
" Baiklah terima kasih, ditunggu yach pesananya mba, mas!" ucap pelayan itu seraya berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Sayang, coba kakak lihat sketsa dan bahan skripsi kamu." pinta rayhan seraya menyodorkan tangan kananya untuk memintanya.
" Aku tidak membawanya kak, tertinggal dirumah." jelasnya asyafa malu.
" Anak pintar! cerobohnya ga ilang - ilang," hardik rayhan seraya menarik hidungnya lembut.
"Aiish...kakak sakit tahu! " omel asyafa mendrama seraya tertawa keduanya.
" Lantas, kakak mau bimbingannya gimana kalau kamu saja lupa bawa tugasnya." keluh rayhan. " apa kita bimbingan di rumah kamu saja." tanya rayhan.
" Ya sudah, terserah kakak saja!" jawab asyafa pasrah.
Setelah menunggu 20 menit, akhirnya pesananpun telah datang, ketika pelayan itu hendak menaruh kepiting saus tiram di dekat rayhan, tak sengaja tubuhnya tersenggol oleh seorang gadis cantik, rambut lurus panjang sebahu, bibir merah delima, bodi tubuh se** . pelayan itu pun tersentak kaget, hingga mengotori pakaian rayhan.
" Maaf mas, saya tidak sengaja." ucap pelayan itu menyesal.
" Tidak mba, bukan mba yang salah tapi wanita itu." Jawab rayhan. " Hai, kamu yang sedang berjalan..... berhenti!" bentak rayhan.
Seketika gadis itu menghentikan langkahnya, karena merasa dirinya ada yang memanggilnya. lalu dia membalikkan badannya, dan dia merasa mengenali pria itu.
" Apakah ini benar - benar kamu! Rayhan darma...." ucap wanita itu terkejut seraya membungkam mulutnya sendiri.
Rayhanpun sama terkejutnya.....!
__ADS_1
Happy Reading
--BERSAMBUNG--