TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Hadiah Bulan Madu


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Setelah dinyatakan SAH oleh Bapak Penghulu, dan dijawab oleh semua para tamu dan saksi. Semua mengucap syukur. "Alhamdullillah..."


Sekarang Wina Darma, dan Yoga Aditama, sudah dinyatakan sebagai sepasang suami istri. Keduanyapun terlihat sangat bahagia, terpancar dari binar wajah mereka, dan senyuman yang merekah dari bibir keduanya.


Semua memberikan ucapan selamat, kepada pasangan suami istri, yang baru saja SAH mengucapkan Ijab Qabul. Setelah itu mereka digiring untuk melakukan serangkaian adat Sunda, karena mereka tinggal di Bandung. Mereka mengikuti adat yang ada, mengikuti tradisi disana.


Acara Resepsipun sudah digelar, terbuka untuk para tamu undangan, dari berbagai kalangan. Mulai dari pembisnis, teman kuliah, saudara jauh dan dekat, para karyawan, para kolega Tuan Bari, dan para tetangga dekat maupun jauh.


Semua para tamu undangan, menikmati berbagai macam hidangan lezat, yang sudah tersedia dengan lengkap, mulai dari makanan khas Indonesia, sampai makanan Internasional.



Tidak hanya makanan lezat saja, tetapi para tamupun mendapatkan souvenir pernikahan, dari Pengantin berupa minyak wangi. Mereka sungguh dimanjakan dengan sangat istimewa, oleh pemilik pesta Pernikahan. Baginya pernikahan putri semata wayangnya, adalah pernikahan yang paling berharga, untuk Tuan Bari dan Nyonya Hilda.



Inilah bentuk souvernir, yang diberikan kepada para Tamu undangan, yang hadir dipesta pernikahan mereka.


Para tamu merasa puas atas semua sajian makanan, dan souvenir yang disiapkan oleh pemilik pesta Pernikahan. Para tamupun tidak sayang, untuk memberikan hadiah kepada Pengantin, baik bentuk barang maupun che,k ataupun amplop tunai.


Setelah beberapa jam mereka menjadi putri dan raja, hampir 6 jam lamanya, akhirnya acara Akad Nikah, dan resepsi Pernikahanpun, sudah selesai mereka jalani.


Para tamu undanganpun sudah meninggalkan kediaman Tuan Bari, tinggal tersisa hanya para tamu keluarga dan besan inti saja yaitu Mama Deby dan Delina.


Wina dan Yoga sudah memasuki kamar pengantin, namun ada bunyi ketukan pintu dari luar.


"Tok.. tok.. tok.."


"Jeglek." Pintu terbuka


"Hai, Wina sayang, maaf, apakah kami mengganggu?" Tanya Asyafa tidak enak hati, lalu Rayhanpun mengangguk kecil.


"Hai juga Kak, kalian tidak mengganggu ko, ada apa Kakak?" Tanya Wina penasaran, seraya tersenyum malu.


"Apa 'kah kami boleh masuk?" Tanya Asyafa dan Rayhan bersamaan.


"Boleh banget Kak." Ucap Wina jujur, seraya membukakan pintu kamarnya, lebih lebar lagi. Terlihat Yoga suaminya, yang baru saja selesai mandi, sudah terlihat segar dan bugar.

__ADS_1


Kemudian Asyafa, dan Rayhan berjalan kedalam kamar Pengantin. Mereka memberikan ucapan selamat, dan memberikan hadiah pernikahan yang sangat pantastik.


"Apa ini, Kak?" Tanya Wina heran.


"Buka saja, sayang?" Perintah Asyafa.


"Apa boleh, dibuka sekarang?" Tanya Wina penasaran.


"Boleh, sayang." Jawab Asyafa, seraya tersenyum mengembang.


"Kita buka bareng-bareng, Om." Ucap Wina mengajak suaminya.


"Heemm." Yoga hanya bergumam pelan.


Merekapun kemudian membuka hadiah, yang masih terbungkus dengan rapih itu. Dengan tidak sabar, Wina membuka hadiah dari Kakak sepupunya itu.


Setelah terbuka, betapa terkejutnya Wina, dan Yoga, saat melihat dua buah tiket bulan madu ke Korea, selama satu minggu.


"Kak Rayhan, dan Kak Asyafa, ini seriusan hadiah untuk kami?" Tanya Wina, sungguh terkejut saat melihatnya.


"Iya, sayang. Ini hadiah untuk kalian dari kami." Ujar Asyafa serius dan Rayhan mengangguk kecil.


"Tapi, bagaimana Kakak tahu, jika aku sangat suka sekalih Korea? Negara itu memang impian aku, jika nanti kelak aku menikah. Ternyata sekarang, kalian sudah mewujudkan keinginanku." Tanya Wina penasaran, seraya mengungkapkan keinginannya.


"Kakak tahu dari Tante Hilda, saat lamaran kalian kemarin." Ucapnya jujur, saat itu memang Asyafa mengobrol banyak tentang Wina, dan kesukaan Wina, lalu kenapa bisa menikah dengan Asisten Pribadi Papanya Wina sendiri, dan masih banyak perihal yang lainnya tentng Wina.


"Oooh.. pantesan kalau begitu, makanya tahu soal kesukaan Wina. Sekali lagi terima kasih yah Kakal Asyafa, dan Kakak Rayhan." Ujar Wina tulus, mengucapkan terima kasih, yang diikuti oleh Yoga suaminya.


"Sama-sama." Ucap Asyafa dan Rayhan bersamaan, seraya tersenyum bahagia melihat kebahagian pasangan Pengantin baru tersebut.


"Kakak Asyafa sudah berapa bulan usia kehamilannya?" Tanya Wina senang, melihat perut sepupunya itu yang sudah terlihat buncit.


"Sudah jalan 4 bulan sayang. Kenapa? Kamu ingin cepat menyusul yah?" Ucap Asyafa jujur, seraya menanyakan keinginan sepupunya itu.


"Ooh.. 4 bulan Kak, mengalami mabuk engga?" Tanya Wina penasaran.


"Iya mabuk sayang, tapi engga parah sih mabuknya. Hanya ngidamnya lumayan merepotkan." Ujar Asyafa jujur, seraya melirik kearah Rayhan, suaminya. Sedangkan Rayhan sudah tersenyum kecut, saat ingat istrinya ngidam, bahkan sekarangpun masih merasakan ngidamnya.


"Waah... yang benar Kak? Apa saja itu, ngidamnya Kak?" Tanya Wina penasaran, sedangkan Yoga hanya menggelengkan kepalanya kecil, melihat istrinya yang super kepo masalah kehamilan sepupunya itu.

__ADS_1


"Kalau tengah malam, Kakak suka terbangun dan lapar, Kakak minta makanan yang harus ada malam itu juga. Kayak kemarin, Kakak minta baso tengah malam. Coba Wina pikir, mana ada yang jualan baso tengah malam. Jarang banget bukan? Alhasil karena engga ada tukang baso tengah malam, akhirnya suami Kakak beli baso instan di supermarket 24 jam, lalu dirumah dimasakin sama Mama Jovanka." Ungkap Asyafa gamblang.


"Ha.. ha.. ha.. ada-ada saja ngidamnya." Ucap Wina tertawa, lalu diikuti oleh suaminya.


"Iya begitulah sayang, hamil Kakak aneh-aneh, he.. he.. he.." Ujar Asyafa terkekeh.


"Mungkin bayi Kakak kembar, seperti anaknya Bulek Dewi." Tebak Wina asal.


"Ha.. ha.. ha... Aamiin, semoga saja Wina." Ucap Asyafa mengaminin.


"Ooh.. iya, kami mau langsung pamit pulang yah, selamat berbulan madu kalian." Pamit Asyafa dan Rayhan bersamaan.


"Iya, Kak.. terima kasih." Ucap Wina dan Yoga bergantian.


Setelah mereka pergj, tinggallah Wina dan Yoga berduaan di kamar pengantin.


"Sayang, apakah kamu bahagia sudah menjadi istri Sugar Babyku?" Tanya Yoga dengan menggodanya, menatap wajahnya intens.


"Heeem.. " Hanya gumaman, yang keluar dari bibir mungil Wina.


"Mulai hari ini jangan panggil Om lagi yah, sayang. Panggil my Sugar Dady. Lalu aku akan panggil kamu my Sugar Baby." Ujar Yoga serius dengan ucapannya.


"Kenapa begitu? Memangnya Om setua itu? Hingga Om ingin dipanggil my Sugar Dady?" Tanya Wina merasa aneh, dalam pendengarannya.


"Memangnya menurutmu, bagaimana? Usia kita itu sangat jauh berbeda, hampir 15 tahun, jadi seperti anak dan ayah." Ujar Yoga dengan gamblang.


"Tapi dimataku, Om Yoga masih seperti seumuran denganku." Ungkap Wina jujur, dengan apa yang dia lihat.


"Sudah dibilangin jangan panggil Om, sayang...." Omel Yoga gemes.


"Terus Wina panggil Om, apaan dong?" Tanya Wina polos, dengan wajah yang menggemaskan.


"Panggil sayang kalau kamu suka, asal jangan panggil Om, lagi. Kalau sampai kamu panggil Om lagi, kamu nanti saya hukum." Ancam Yoga tanpa ampun.


"Memang apa hukumannya, Om? Kabur.." Tanya Wina yang meledek, seraya berlari ke kamar mandi.


"Awas.. kamu jangan kabur... !"


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih...


__ADS_2