
Pisual Tokoh Yah Guys
Ini Tokoh Utama Wanita, Asyafa Dorman guys.
Ini Tokoh Utama Pria, Rayhan Darma guys.
Ini Tokoh Pendukung Utama Pria, Damar Prayoga guys.
Ini Tokoh Pendukung Utama Wanita 1, Siska Prayoga guys.
Ini Pemeran Pendukung Utama Wanita 2, Alya Mentari guys.
Cukup itu dulu yah guys pisualnya. Terima Kasih!
Lanjut lagi ceritanya yah guys.
"Damar sayang, maafkan Mama dan Papa. Jika selama ini kamu merasa sendiri dan kurang perhatian dari kami." Ucap Mama lirih sedang Papa Ardi hanya menatap nanar wajah anak laki-lakinya itu.
"Iya, Ma! Damar minta maaf sudah mengecewakan Mama dan Papa." Ucap Damar lirih dan menyesal.
"Mama akan berusaha membebaskan kamu dari tempat ini, sayang. Meski harus memohon kepada keluarga Tuan Beni Darma untuk mencabut tuntutannya." Ujar Mama Ningsih optimis.
"Kak Siska juga akan membantu kamu, dik." Sambung Siska menimpali.
Papa Ardi hanya mengusap punggung Damar lembut dan haru.
"Sebenarnya Papa tidak mengerti dengan perkataan kamu, Siska? Damar seperti ini hanya karena cinta? Coba kamu jelaskan yang sebenarnya terjadi." Tanya Papa Ardi memohon.
__ADS_1
"Begini Mah, Pah, sebenarnya adik ku ini suka sama gadis cantik yang bernama Asyafa Dorman, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Ternyata gadis itu sudah di jodohkan dengan anak dari teman Ayahnya yang bernama Rayhan Darma, anak dari kolega Papa yang bernama Tuan Beni Darma. Begitu ceritanya Pah, Mah." Ungkap Siska, menjelaskan panjang lebar.
"Damar, sebenarnya Papa sudah menjodohkan kamu dengan anak teman Papa. Setelah kamu lulus nanti, kami akan mempertemukan kalian berdua." Ujar Papa Ardi.
"Iya, sayang, Papa kamu benar. Memang kamu sudah di jodohkan dengan anak gadis teman Papa. Seperti Kakak kamu Siska di jodohkan dengan Indra Wibowo, yang sekarang sudah menjadi suaminya." Ucap Mama Ningsih menimpali.
"Maaf Tuan dan Nyonya waktu besuk anda sudah habis." Ucap sipir penjara.
"Iya, Pak! Terima kasih." Ucap Mama Ningsih seraya memeluk anaknya Damar lalu berbisik.
"Sabar yah sayang, kamu pasti keluar secepatnya."
"Iya Mah, terima kasih. Aku sayang Mama." Ucap Damar lirih, seraya mengurai pelukannya.
Akhirnya Damar pun kembali ke sell tahanan dengan berjalan gontai.
*******
"Kakak, mau mandi dulu atau mau makan?" Tanya Asyafa pada suaminya yang sedang membuka sosmed di ponselnya.
"Sepertinya mandi dulu, sayang. Tapi mandi bersama." Pinta Rayhan menggoda istrinya.
"Engga mau, nanti Kakak mandinya macam-macam." Tolak Asyafa cepat.
"Engga macam-macam sayang, hanya satu macam saja. He.. he.. !" Bantah Rayhan mengerlingkan matanya genit.
"Engga bisa, Kakak maunya godain kamu terus. Bagaimana donk?" Ledek Rayhan seraya menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya, lalu menggendongnya ala bridge style masuk ke dalam kamar mandi dan mengukungnya di sana.
Rayhan menurunkan tubuh istrinya di bawah aliran air shower yang seketika membuat basah baju yang dikenakannya. Asyafa tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah dengan tindakan suaminya itu.
Rayhan mulai melancarkan aksinya, dengan mendaratkan bibirnya meluncur bebas masuk menerobos begitu saja tanpa perlawanan. Hawa panas mulai menyambangi wajah keduanya, napas yang tersenggal-senggal sudah tidak beraturan, debaran jantung keduanya saling bertabuh bertalu-talu. Sungguh ciuman panas mereka penuh gairaah dan memabukkan, diselingi gerakan tangan nakal Rayhan yang berkelana menjalar di tubuh istrinya.
Asyafa semakin menikmati permainan suaminya yang begitu pandai dan posesif dalam mendominasi dirinya. Sungguh mendebarkan dan penuh kenikmatan yang hakiki. Aliran air shower semakin menambah sensasi ciuman panas mereka.
"Kakak sudah, aku hampir kehabisan oksigen. Sekarang kita selesaikan mandi dahulu. Aku sudah lapar, sayang." Ucap Asyafa seraya berbisik ditelinga suaminya dan mengurai pelukan suaminya.
"Katakan sekali lagi." Bisik Rayhan yang tidak ingin melepaskan pelukannya itu.
"Katakan apa?" Tanya Asyafa bingung.
"Kata tadi yang terakhir, waktu kamu sudah lapar." Jawab Rayhan tersenyum menggoda.
"Ooh.. itu, maksudnya sayang?" Tanya Asyafa menahan malu.
"Iya.. he.. he.. !" Jawab Rayhan terkekeh.
"Sayang.. sayang.. sayang.. sudah puas?" Ucap Asyafa seraya bertanya meledek.
__ADS_1
"Belum, sayang. Nanti kita lanjutkan di ranjang yah? Kita 'kan belum melakukan malam pertama, sayang." Ujar Rayhan menggoda, seraya menaik turunkan alisnya di depan istrinya.
"Aiis.. Kakak, memangnya tidak cape apa? Badan Kakak saja masih lebam begini." Ucap Asyafa seraya menunjuk tubuh Rayhan dengan jari-jari lentiknya. Sontak saja Rayhan langsung menahan tangan Asyafa yang sudah menari-nari di dada bidangnya itu.
"Kakak, mau apa lagi?" Tanya Asyafa gusar.
"Mau makan kamu." Ucap Rayhan jahil.
"Kakak." Ucap Asyafa kesal seraya membulatkan bola matanya jengah.
"Sayang, panggil aku sayang, jangan Kakak terus. Aku lebih suka kamu panggil sayang." Pinta Rayhan memohon.
"Iya.. sayang, aku akan panggil sayang mulai hari ini dan seterusnya." Ucap Asyafa tersenyum kecil.
"Terima kasih, cinta." Ucap Rayhan seraya berbisik dan melepaskan tangan istrinya yang dia tahan di dadanya.
"Sama-sama sayang. Sekarang kita mandi sungguhan sayang, engga ada sesi lanjutan lagi. Aku sungguh lapar, perutku sudah berdemo sedari tadi menahan lapar." Omel Asyafa seraya mencium pipi suaminya kilat.
"Iya, cintaku." Ucap Rayhan seraya menyelesaikan sesi mandi yang sesungguhnya.
Asyafa mulai memakai shampo dirambutnya dan di rambut suaminya. Mereka saling mengusap tubuh mereka menggunakan sabun cair dengan lembut dan merata dibawah guyuran air shower. Asyafa sedikit malu melihat suaminya yang sudah polos tanpa sehelai benang pun, demikian pula dengan dirinya. Meski kondisi seperti ini adalah yang kedua kali terjadi setelah mereka menikah.
Setelah mereka merampungkan kegiatan mandi berdua, tidak lupa menggosok giginya, lalu berganti baju dan mengeringkan rambut mereka dengan hair dryer. Kemudian mereka menuju ruang makan yang baru tersaji makanan enak, karena Mbo Ijah dan Ibu Nurlaila baru selesai memasak.
"Waah.. harum sekali masakannya Ibu." Ucap Asyafa mencium bau wangi masakan di hidungnya.
"Iya.. cinta, harum sekali. Sungguh cacing di perutku meronta-ronta, he.. he.. he.." Ucap Rayhan mendrama seraya terkekeh.
"Ayo sayang, kalian makan! Pasti kalian sudah sangat lapar, bukan?" Ajak Ibu Nurlaila, seraya menyiapkan piring kosong untuk anak dan menantunya itu.
"Ibu masak kepiting saos Padang dan sayur cah kangkung, semoga kalian suka." Jelas Ibu Nurlaila seraya membuka tudung saji yang berisi makanan itu.
"Terima kasih Ibu, kami pasti suka." Ucap Asyafa dan Rayhan bergantian.
"Sama-sama sayang, Nak Rayhan jangan sungkan dan malu yah. Silahkan di makan dan di nikmati." Ucap Ibu Nurlaila seraya mengusap punggung mereka lembut.
"Kalian ada acara pulang kerumah Papa Beni atau menginap di sini? Katanya keluarga di Yoyakarta hendak pulang besok pagi. Sebelum pulang mereka ingin bertemu dengan kalian." Ujar Ibu Nurlaila menjelaskan.
"Ooh.. kalau begitu nanti Rayhan akan ke rumah Papa dan Mama. Boleh 'kan cinta?" Ucap Rayhan meminta persetujuan istrinya.
"Tentu boleh sayang." Jawab Asyafa.
"Terima kasih, cinta." Ucap Rayhan seraya mengecup kening istrinya lembut yang berada tepat di sebelahnya.
Melihat keromantisan anak dan menantunya membuat Ibu Nurlaila tersenyum bahagia.
Happy Reading
__ADS_1
--BERSAMBUNG--