TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Prosesi Siraman


__ADS_3

Hari sudah berganti, fajar mulai menyingsing, suara ayam sudah terdengar berkokok, embun pagi mulai menghilang, mentari pagi menyinari alam bumi. Suara hati mulai berbisik, mata hati mulai terbuka. Senyum manis sudah menyapa... hari bersejarah sudah diambang pintu.


Perlahan tapi pasti, Asyafa mulai membuka matanya. Mengerjap-ngejapkan bulu matanya yang lentik dan panjang, wajahnya yang cantik natural semakin bersinar. Asyafa terbangun dari mimpi indahnya.


"Jam berapa ini? Mengapa di luar sungguh ramai sekali?Padahal ini masih sangat pagi!." Gumamnya dalam hati.


Dilihatnya dari pintu jendela sudah banyak tamu yang berdatangan, lalu diliriknya jam dinding pukul 06. 30 WIB menunjukan hari sudah pagi. "


"Masya Allah, aku harus segera mandi, hari ini pasti sangat sibuk banyak tamu yang akan datang! Mengapa aku melupakan ini semua? " Asyafa bermonolog.


Asyafa teringat dengan sahabatnya Alya, dia langsung menghubunginya untuk menemani dia selama Prosesi Siraman, Ijab kabul dan Resepsi nanti.


"Tuk... tuk.. !" Pintu di ketuk.


"Sayang, Apakah kamu sudah bangun? Kalau sudah, cepatlah mandi! Lalu kamu turun ke bawah, sudah banyak tamu yang menunggumu." Titah Ibu Nurlaila yang kemudian langsung berajak pergi tanpa masuk kedalam kamar Asyafa.


"Iya... Bu! Nanti, setelah mandi aku akan segera turun untuk menemui mereka." Jawab Asyafa, seraya menyambar handuknya dari lemari lalu masuk ke kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya Asyafa merampungkan kegiatan mandinya selama 20 menit. Diapun memakai baju casual dan celana jeans panjang terlihat sopan, lalu memakai make up natural saja.


Kemudian Asyafa keluar kamar tidurnya, menuruni anak tangga rumahnya dengan perlahan. Lalu menemui para tamu yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Assalamualaikum.. Hallo... semuanya Selamat pagi!" Salam Asyafa menggema.


Seisi ruangan yang tadinya riuh mendadak hening. Kedatangan Asyafa, menjadi sorotan para tamu yang merupakan kerabat dari Ibu di Bogor. Para tetangga dekat juga datang, yang akan membantu prosesi siraman calon pengantin yang di lakukan pukul sembilan pagi nanti.


"Waalaikumsalam... Selamat pagi juga Neng Asyafa! Mba Asyafa! Teh Asyafa!" Jawab salam dari beberapa orang terdengar, lalu asyafa tersenyum ramah kepada mereka.


"Sayang.. Ayo duduk disini! Berkumpul dengan kami semua." Ajak salah satu tamu kerabat.


"Iya... Tante!" Ucap Asyafa menghampiri.


Semua anggota kerabat dan tetangga berkumpul, mengajak Asyafa berbincang-bincang, mengenai calon suaminya yang ternyata satu kampus, dan mengenai pendidikan Asyafa yang sudah lulus dan akan wisuda. Asyafa hanya menanggapi hal-hal yang perlu dijawab, dan prihal yang tidak perlu, dia hanya tersenyum saja.


Alya datang dengan membawa kado pernikahan yang cukup besar, Asyafa senang karena sahabatnya telah datang dan langsung memeluknya.


"Besar sekali kado ini Al? Untuk apa Loe repot seperti ini Al? Gue engga butuh ini! Loe sudah datang saja, Gue sudah bahagia." Ujar Asyafa mengomel.

__ADS_1


"Huus.. calon pengantin engga boleh ngomel!" Alya terkekeh sedang Asyafa mendelik sebal, lalu tertawa bersama.


"Ayo... Al, ikut ke kamar gue!" Ajak Asyafa seraya menarik Alya ke kamar pengantin.


"Ini kamar pengantin loe Sya? Cantik banget Sya! Gede lagi kamarnya." Ujar Alya kagum. " Tapi... tunggu Sya! Kenapa banyak sekali bunga? Bukannya loe engga suka bunga?" Tanya Alya heran.


"Memang gue engga suka bunga, tapi kalau yang masih ada durinya Al! Kalau yang sudah tidak ada durinya yah engga kenapa-napa gue sih." Jawab Asyafa.


"Ooh... gitu! Jadi loe itu engga Fobia bunga dong! Kalau begitu loe Fobia sama duri bunga. He.. he.. he.. " Ledek Alya.


" Iya.. puas loe Al, ngeledek gue... He.. he..." Asyafa ikut tertawa.


Ketika mereka sedang bercanda gurau, tiba-tiba ada tiga orang datang memasuki kamar pengantin. Mereka adalah Penata Rias Make Up Khusus Pengantin.


"Selamat pagi Nona! Kami mohon izin, kami akan mendandani calon pengantin." Ujarnya mereka seraya menaruh perlengkapan alat make up mereka diatas nakas besar.


"Pagi Tante! Silahkan duduk disofa tante." Ujar Asyafa, seraya mengarahkan tangannya ke arah sofa.


Salah satu penata rias itu memperkenalkan dirinya dan teman yang lainya. " Nona, Perkenalkan nama saya Ibu Dina, dan ini Asisten saya Mimin dan Icha." Ujar Ibu Dina seraya berjabat tangan, diikuti oleh kedua Asistennya.


"Iya.. Ibu Dina! Saya Asyafa dan ini teman saya Alya." Ucap Asyafa memperkenalkan diri.


Kamar pengantin yang akan ditempati ketika nanti Asyafa sudah menikah. Kamar yang bernuansa serba putih, dengan bertabur bunga-bunga di setiap sudut kamar dan tempat tidur. Dengan tirai cantik berenda putih menambah suasana romantis. Meski Asyafa tidak menyukai bunga, bukan berarti dia Fobia dengan bunga.


Asyafa masih bisa mencium, dan merasakan aroma wangi bunga yang sudah terlepas. Bunga yang masih ada tangkainya menurut pemikirannya selalu ada duri, jadi sesungguhnya Asyafa Fobia dengan duri.


Waktunya sekarang, Asyafa mulai didandani oleh Ibu Dina. Parasnya yang cantik, membuat Penata Rias itu kagum dengan kelembutan kulit wajahnya yang natural. Ibu Dina sangat berhati-hati merias wajah Asyafa agar hasilnya maximal.


Sedangkan, kedua Asisten Ibu Dina yaitu Mimin dan Icha merias wajah Ibu Nurlaila dan Ayah Bernad di kamar mereka. Lalu setelah dirias, keduanya berganti pakaian adat jawa. Ibu menggunakan Kebaya Moderen dan rambut disanggul, sedangkan Ayah Bernad menggunakan pakaian Jawi Jangkep dan Blangkon.


Setelah selesai di Make Up, kemudian Asyafa mengganti pakaiannya dengan kain selendang sutra berwarna putih. Lalu dipakaikan bunga melati yang sudah dirangkai membentuk tubuh calon pengantin, dan hiasan kepala dengan bunga mawar dan melati yang sudah dirangkai indah.


Asyafa dibawa kesebuah taman gajebo belakang rumah, yang sudah dihias dengan begitu indahnya oleh penata dekorasi. Lalu Asyafa didudukkan dikursi yang berada ditengah tenda yang dikelilingi aneka macam bunga. Ibu dan Ayah sudah duduk dikursi khusus orang tua, mereka terlihat cantik dan gagah meski sudah tidak muda lagi.


Disana sudah berjejer para tamu undangan kerabat, dan tetangga sekitar rumah untuk menyaksikan acara prosesi siraman calon pengantin wanita.


Akhirnya, Prosesi acara Siraman segera dimulai dengan Khidmat, dengan diiringi Doa dan Shalawat oleh Pembawa Acara Wedding Organizer (WO).

__ADS_1


Pembawa Acara (MC) membacakan urutan prosesi acara siraman, yang akan dilaksankan yaitu sebangai berikut :




mengarahkan Ibu dan Ayah calon Pengantin untuk memberikan wejangan, dan nasehat kepada calon pengantin.




Kemudian Asyafa melakukan sungkeman, dan mencuci kedua kaki kedua orang tuanya. Asyafa meminta Doa restu dan Izin kedua orang tuanya.




Kedua orang tua pengantin, mencampur air dengan aneka bunga tujuh rupa.




Acara inti yaitu proses siraman yang dilakukan kedua orang tua dan kerabat dekat, dengan menyiramkan air berisi kembang tujuh rupa ketubuh calon pengantin dari atas kepala.




Terakhir yaitu memotong sedikit rambut calon pengantin, kemudian Ayah Bernad menggendong Asyafa sampai kedalam rumah.




Begitulah, prosesi siraman adat jawa yang telah berjalan dengan baik dan lancar.

__ADS_1


Happy Reading


--BERSAMBUNG--


__ADS_2