TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Meyelesaikan Skripsi


__ADS_3

"Siapa kau bilang? Nama wanita yang kau suka barusan?" Tanya Siska, seraya berpikir.


Sepertinya belum lama tadi aku mendengar nama itu, untuk memastikannya dia menunggu jawaban adiknya itu.


"Asyafa Dorman Kak'! Apa kau tuli? Aku harus mengulang namanya hah?" Jawab Damar kesal, seraya memekik telinga Siska.


"Apa kau bilang! Enak saja kau ngomong tuli. Dasar Damar Prayoga arogant." Hardik Siska lebih kesal, kepada adiknya itu.


"Sepertinya, aku baru mendengar nama itu tadi siang." Teringat bayangan Siska di restauran lesehan .


"Oh iya ... aku ingat, bukan kah' nama itu seperti calon istri Rayhan Darma." Tutur Siska, yang masih belum yakin dengan ingatannya.


Deg..... !


"Kakak mengenal mereka?" Tanya Damar menyelidik.


"Iya, kakak mengenal Rayhan Darma, dia mantan pacar kakak di Belanda, semasa kuliah dulu. Tapi kalau wanita itu, baru tadi siang kakak bertemu dengan tidak sengaja." Tutur Siska seraya tersenyum sengit, mengingat kejadian siang tadi yang ditinggal mereka begitu saja.


"Baiklah kak' kapan-kapan mainlah ke Mension, aku ingin mendengar secara langsung, cerita mantan kakak itu.." Pinta Damar, seraya melembutkan suaranya sedikit.


"Aiish..., sepertinya ada udang di balik bakwan! He... he... salah, maksudnya di balik batu. Bau-bau mencurigakan. Hee...... hee..... !" Sindir Siska, seraya terkekeh.


"Apaan sih kak'! Kau itu bawaannya curiga terus kepadaku." Bantah Damar sebal.


"Iya, kalau ada waktu, nanti kakak mampir ke Mension, salam buat mama sama papa kalau mereka pulang." Pesan Siska yang rindu ke dua orang tuanya.


"Iya kak' kalau aku berjumpa mereka." Ucap Damar, seraya mengerucutkan bibirnya, karena mengingat dia jarang sekali bertemu dengan kedua orang tuanya. Yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, bahkan sering keluar kota berhari - hari.


" Kak' bagaimana kabar suamimu itu?" Tanya Damar, kabar suaminya yang jarang sekalih berjumpa, karena Siska lebih sering datang sendiri ke Mension, ketimbang bersama suaminya .

__ADS_1


"Eeem... dia baik ko! Jawabnya singkat. "Tumben kau menanyakan kakak iparmu itu?" Tanya Siska yang heran dengan sikap adiknya itu.


"Yah semoga, baik saja kak' hehe.... he.... ! Aku takut kau balik lagi sama mantan pacarmu itu." Ucap Damar meledek, seraya terkekeh. sedang Siska mulai kesal dengan ledekan Damar.


"Kau, paling bisa meledek kakakmu ini yah! Awas nanti di Mension ketemu habis sama kakak jewer." Jawaban kesal Siska ingin segera menjewer Damar bila bertemu.


"Oh iya kak sudah dulu, ada Asistenku datang. Lain kali kita bertemu. By... tuuut....!


"Aiiish.... kebiasaan sekalih nih anak, main tutup teleponnya saja." Gerutu Siska.


******


Sebulan sudah Asyafa menjalani hari - harinya dengan baik. Setiap hari pergi ngampus, bertemu sahabat besty nya dan teman - teman genknya. Bertemu Dosen Rayhan yang merangkap Dosen Pembimbing Skripsinya, dan bergelut dengan tugas seabreg. Mengingat dia ingin lulus tahun ini, maka semangat 45 'nya tidak akan goyah dan pantang menyerah. Meski Rayhan sering berulah dan menjahilinya.


Hari ini, Asyafa bisa bernapas lega, setelah satu bulan ini bergelut dengan tugas skripsi, yang hampir membuatnya jungkir balik. Ada yang masih direvisi, dan ada yang masih banyak kendala. Seperti sampul buku skripsi, judul yang masih belum tetap, tulisan yang masih banyak kurang, orang yang terlibat, lokasi yang dipakai untuk skripsi dan masih banyak lagi yang kurang lengkap. Tetapi dengan bantuan Rayhan semuanya terasa ringan.


Tak... tok.... tok.... ! Pintu diketuk.


"Sudah Bu'! Dari tadi aku sudah bangun, aku lagi malas keluar Bu'. " Jawab Asyafa, seraya masih enggan keluar kamar. "Masuk saja bu' tidak dikunci." Ucapnya sayu terdengar.


Jeglek.., Pintu kamar terbuka.


Ibunya berjalan mendekati Asyafa yang masih posisi tiduran. " Apakah kamu tidak ingin keluar nak, untuk sekedar jalan - jalan? Tidak baik loh' pagi - pagi masih tiduran dikamar." Nasehat Ibunya, seraya mengelus rambut anaknya lembut. "Mandi sana, terus sarapan, ini hampir jam 10 loh'. Perut kamu apakah tidak merasa lapar nak'?" Perintah Ibunya, seraya pergi keluar kamar.


"Okay Bu! Nanti aku sarapan seusai mandi!." Ucap Asyafa, seraya berjalan ke kamar mandi. Dia merampungkan mandinya sekitar 20 menit berendam di air dingin, karena cuaca agak sedikit panas. Asyafa mulai mengenakan pakaiannya yang biasa, tetapi terlihat manis dan imut di tubuhnya. Dia selalu menyemprotkan tubuhnya dengan minyak wangi yang dia sukai, seperti wangi lavender dan rose. Mengeringkan rambutnya yang basah, dan mengenakan riasan tipis, tampak cantik dan imut.


"Cuaca hari ini sangat cerah sekalih, sepertinya enak untuk jalan. Refresing ngilangin penat, bergelut dengan yang namanya pelajaran, soal dan skripsi, membuatku lelah. Sekarang waktunya jalan." Gumam Asyafa, seraya berjalan menuju meja makan.


"Ibu.... mbo ijah, masak apa? Tanya Asyafa, seraya mengambil piring untuk dirinya.

__ADS_1


" Lihat saja sendiri nak, pasti kamu suka!" Ucap Ibunya memberi kejutan. Lantas diapun langsung membuka tutup saji penasaran. Sedang Mbo Ijah hanya mengulum senyum.


" Woow.... Ibu masak stik daging, dan Spagethi! Selera makanku, langsung naik 3 kali lipat kalau begini. He.... he..... "Ucapnya tertawa girang, seraya memindahkan stik dan spagethinya, ke atas piring yang dia bawa. Lalu memakannya dengan rakus.


Mendengar anaknya senang, mendapati makanan kesukaannya, Ibu Nurrlaila merasa terharu dan berkaca - kaca, Asyafa melihat Ibunya yang sedang termenung. Lantas dia bertanya, " Ibu mengapa tiba - tiba melamun? Adakah yang ibu pikirkan?" Tanya Asyafa heran dengan sikap ibumya yang berbeda.


"Tidak nak... ! Ibu hanya senang melihat kamu sekarang sudah tumbuh dewasa. sebentar lagi kau akan menikah, lantas ibu dan ayah tinggal berdua saja, momen seperti ini yang nanti ayah dan ibu akan rindukan nak." ucap ibunya lirih.


" Mengapa Ibu dan Ayah harus bersedih, masih ada waktu banyak untuk Ibu dan Ayah bersamaku. Masih dua sampai tiga bulan lagi aku baru menikah. " Ucap Asyafa bijak. "Nanti Ibu ajari aku masak makanan yang enak yah Bu', Biar Kak Rayhan suka masakan aku." Pinta Asyafa senang. "Walaupun aku sudah menikah, aku dan kak Rayhan pasti akan sering - sering datang kemari Bu'. Janji Asyafa, seraya tersenyum lebar.


"Baiklah nak, nant Iibu akan ajarkan kamu memasak dan membuat makanan enak." Janji Ibu, seraya membawa jus jeruk untuk anak kesayangannya itu.


"Trimakasih Bu.! Masakannya enak sampai habis tak bersisa. Dan ini jusnya buat aku bukan'? Tanya Asyafa seraya menunjuk jus jeruk di depannya.


" Ha..ha... ia nak, jus itu buat anak ibu tersayang. Ucap Ibunya senang. Asyapapun langsung memeluk Ibunya sayang, dan menghabiskan jus jeruknya sekali teguk. Asyafapun bersendawa eeeggh...


Kenyang lalu dia berucap syukur Alhamdullilah atas nikmat yang diterima hari ini.


"Ibu dan Ayah hari ini tidak ada acara bukan? Bisa enggak' kita pergi bertiga jalan keluar?" Ajak Asyafa senang.


"Okay... hari ini kita pergi keluar bertiga nak. Kita akan bersenang - senang dan menghabiskan waktu bersama.


" Non'.... di depan ada tamu? Katanya teman non'!" Ucap Mbo Ijah


"Siapa Mbo tamu itu?" Tanya Asyafa, seraya menerka


"Si Mbo engga kenal non, sepertinya baru pertama kali kesini." Ucap Mbo Ijah, seraya menggelengkan kepalanya pelan. Asyfapun berpikir siapa dia yang datang....


Happy Reading

__ADS_1


-- BERSAMBUNG--


__ADS_2