TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Mengantar Kuliah


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Damar dan Alya pergi ke kampus, menaiki mobil Damar yang biasa dia pakai. Alya jadi teringat saat malam itu, dimana dia akan menonton bioskop, dan berciuman panas dimobil itu. Alyapun tersenyum simpul, saat mengingat kejadian waktu itu.


Damarpun meyalakan musik di dalam mobilnya, melalui DVD player. Dia langsung mengusap layar sentuhnya tanpa merubahnya lagi, lalu terdengarlah lagu Sheila On 7 yang berputar.


[Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu


Cukup indahkah dirimu untuk selalu ku nantikan


Mampukan kau hadir dalam setiap mimpi burukku


Mampukah kita bertahan di saat kita jauh


Seberapa hebat kau untuk ku banggakan


Cukup tangguhkah dirimu untuk selalu ku andalkan, oh


Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang, woho


Sanggupkah kau menyakinkan di saat aku bimbang


Celakanya


Hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu


Hanya kaulah yang benar-benar memahamiku


Kau pergi dan hilang ke mana pun kau suka


Celakanya


Hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan


Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan


Di antara pedih aku slalu menantimu


Seberapa hebat kau untuk kubanggakan


Cukup tangguhkah dirimu untuk selalu ku andalkan ohh


Mampukah kau bertahan dengan hidup ku yang malang oh


Sanggupkah kau menyakinkan di saat aku bimbang


Mungkin kini kau t'lah menghilang tanpa jejak

__ADS_1


Mengubur semua indah kenangan


Tapi aku slalu menunggumu di sini


Bila saja kau berubah pikiran oh hey hey


Repeat chorus


Oh oh oh oh]


Dengan mata terpejam, Alya mendengarkan dan ikut menyanyikan lagu kesukaannya tersebut, dari Band Sheila On 7.


Disepanjang perjalanan mereka ke kampus, Alya menikmati perjalanannya dengan ikut bernyanyi, seraya menunjukkan arah jalan ke kampusnya


Damar sesekali memperhatikan tingkah Alya, yang menurut dia itu lucu dan menggemaskan. Dia seperti pernah mengalami hal ini tapi dia hanya merasakan, dan tidak mengingatnya.


"Sepertinya kamu menyukai lagu dari Band Sheila On 7?" Tebak Damar, saat melihat Alya begitu menghayati, dan menjiwai saat menyanyikan lagu dari Band Sheila On 7 tersebut.


"Iya.. kamu juga 'kan sudah tahu, kalau aku suka lagu-lagu Sheila On 7." Ucap Alya jujur, namun dirinya keceplosan mengatakannya kepada Damar, padahal Damar tidak ingat sama sekalih.


"Benarkah? Pantas saja dimobil ini, sudah ada terdaftar lagu terakhir yang tersimpan otomatis, yaitu lagu Sheila On 7." Ujar Damar, saat melihat daftar lagu yang akan dinyalakan olehnya.


"Heem.." Hanya gumaman yang terdengar dari bibir Alya, dan anggukkan kepalanya.


"Sebenarnya tadi saya, seperti merasakan pernah mengalami kejadian seperti ini, tapi saya tidak bisa mengingatnya sama sekalih." Ujar Damar jujur, dengan apa yang baru saja dialaminya.


"Iya sayang, yang penting kamu bantu saya terus." Ucap Damar senang, seraya menautkan jari tangannya, dengan jari tangan Alya erat, lalu menciumnya lembut jari tangan Alya.


"Iya hubby, kamu juga pernah bersikap manis seperti ini." Jelas Alya, untuk mengingatkan moment romantis mereka.


"Iya, sayang. Kamu terus ingatkan saya tentang moment romantis kita yah." Pinta Damar dengan wajah berseri.


"Heeem.." Alya bergumam pelan.


Tidak berselang lama, setibanya mereka dikampus. Damar ingin mengantar Alya menuju ruang kelasnya, lalu dia akan menunggu Alya sampai jam kuliahnya berakhir, karena durasi jam kuliahnya hari ini hanya 2 jam saja.


"Kamu yakin Bie, ingin menungguku pulang disini?"


"Iya sayang, saya yakin ingin menunggumu. Mungkin jika aku tidak mengalami kecelakaan itu, kita sudah menikah dan sekarang kuliah bareng disini." Ujarnya lirih, dengan apa yang sudah menimpanya.


"Hubby, jangan pernah menyalahkan semua musibah yang sudah terjadi. Nanti tahun depan, kamu bisa melanjutkan kuliah S2nya. Sekarang lebih baik, fokus untuk kesembuhan Amnesia kamu dulu." Ujar Alya dengan gamblang.


"Iya, sayang." Ucap Damar singkat, seraya melepas tautan jari tangan mereka.


Andi menatap Mereka, yang saling menautkan jari, dan melempar senyum sedari tadi, membuat hatinya begitu sakit. Dia langsung menghampiri mereka dengan wajah yang ceria, meski hatinya mendung.


"Kalian baru sampai?" Tanya Andi ramah.

__ADS_1


"Iya Ndi." Sahut Alya singkat, sedangkan Damar hanya tersenyum canggung.


"Kamu sudah mengerjakan tugas, yang dikasih Bu Dosen Maya, belum?" Tanya Andi mengingatkan.


"Sepertinya belum selesai Ndi, waduh aku kenapa bisa lupa yah?" Ucap Alya, seraya membuka tasnya, lalu mencari buku tugas miliknya.


"Kamu ini, sudah tahu Ibu Dosen Maya galaknya minta ampun, malah lupa sama tugasnya." Omel Andi, seraya mengacak rambut Alya gemas.


Sontak saja hal itu membuat Damar merasa cemburu dibuatnya, namun dia masih bisa menahan diri karena ini lingkungan kampus.


"Sorry Ndi, semalam aku habis Video Callan sama Damar, sampai lupa jadinya ada tugas Ibu Dosen Maya." Ujar Alya menjelaskan, perihal yang terjadi semalam.


Penjelasan Alya soal semalam, seketika membuat hati Andi sakit dibuatnya.


"Kamu lihat punyaku saja, atau nanti kita kerjakan bersama. Masih ada waktu 20 menit, sebelum jam Ibu Dosen Maya dimulai." Tawar Damar tulus, dengan tatapan penuh cinta.


"Okay, Ndi." Sahut Alya senang.


"Hubby, aku kerjakan tugas aku dulu yah, kamu mau tunggu dimana?"


"Kalau saya ikutan belajar dikelas ini, boleh engga?" Tanya Damar serius, karena dirinya tidak suka jika Alya dekat-dekat dengan Andi. Entah mengapa Damar merasa cemburu teramat sangat, dengan Andi yang terlalu dekat dengan calon istrinya itu.


"Engga boleh lah, kamu 'kan bukan Mahasiswa disini." Jawab Andi, menyela pertanyaan Damar.


"Tapi 'kan aku sedikit mengerti pelajaran jurusan ini, kita 'kan memiliki jurusan yang sama." Bantah Damar yakin bisa mengikuti.


Karena saat diperjalanan dimobil tadi sebelumnya, Damar sempat menanyakan jurusan apa yang diambil Alya, dan ternyata jurusannya sama dengan yang dia ambil saat S1nya, yaitu jurusan Arsitektur. Sama halnya juga dengan Damar, jika dia sudah kembali ingatannya, dia akan meneruskan Pasca Sarjana Arsitekturnya.


"Terserah loe saja." Ucap Andi, seraya menggelengkan kepalanya heran.


"Hubby, sepertinya engga bisa, Ibu Dosen Maya tidak akan mengijinkan kamu ikut pelajarannya, karena kamu bukan anak Mahasiswanya." Jelas Alya merasa tidak enak untuk melarang kemauan Damar.


"Kalau begitu, aku tunggu di kantin saja, sayang" Ucap Damar pada akhirnya.


"Iya, hubby.. tunggu disana dengan sabar yah." Ucap Alya, seraya tersenyum mengembang, sedangkan Damar hanya mengangguk kecil, seakan tidak rela harus menunggu dikantin.


"Tante Maya.." Panggil Damar, saat bertatap mata dengan seorang wanita paruh baya, namun masih terlihat cantik.


"Damar Prayoga.. ! Sedang apa kamu disini?" Tanya Wanita itu ramah.


"Sedang mengantar calon istriku, Tante."


Sontak saja Alya dan Andi terlihat shock, dengan kedatangan Ibu Dosen Maya. Pasalnya Damar terlihat sangat mengenal Ibu Dosen Maya, yang terkenal galak dikampus.


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2