TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Sidang Skripsi


__ADS_3

Satu bulan sudah Asyafa melewati Ujian Akhir, dan hari - harinya yang semakin sibuk, mendekati hari dimana sidang Skripsi akan dimulai. Asyafa sudah menyiapkan Mental dan pikiran, serta keahliannya untuk menyelesaikan materi yang akan di sidangkan nanti.


Dosen Rayhan, sangat sabar dan teliti membimbing Asyafa untuk menyelesaikan tugas Skripsinya. Asyafa jadi semakin bersemangat dan bersungguh - sungguh, kelak menghadapi sidang nanti jauh lebih siap dan percaya diri.


Akhirnya, hari itupun tiba. Dimana perasaan Nervouse, dan tegang semua menjadi satu. Nampak teman - teman yang lainpun, terlihat tidak jauh berbeda dengan dirinya termasuk Alya sahabatnya.


"Loe sudah siap semua Sya?" Alya bertanya, karena melihat sahabatnya yang sedari tadi terlihat sedikit tegang, tidak jauh berbeda dengan dirinya.


"Insya Allah, gue sudah siap. Hanya satu yang gue takutin." Jawab Asyafa sedikit ambigu.


"Apa itu Sya?" Alya penasaran dengan jawaban sahabatnya itu.


"Gue takut demam panggung, disaat sudah siap didepan Dosen Penguji serta Dosen Pembimbing. Semua materi yang akan gue persentasikan, ngeblank begitu saja menguap seperti angin." Ujar Asyafa, dengan rasa takut yang menyelimuti pikirannya.


"Jangan begitu Sya, gue yakin loe bisa melakukan dengan baik. Anggap saja loe lagi ngomong sendiri, abaikan orang - orang di depan loe. Semangat Sya, gue doa'in yang terbaik buat loe" Dukungan Alya, untuk sahabatnya.


"Makasih Al, doanya." Jawab Asyafa. " Semoga kita berhasil lulus, dengan nilai dan hasil terbaik." Ucap Asyafa seraya berdoa


Asyafa sedang menanti giliran namanya dipanggil, untuk masuk keruang sidang. Dia mendapatkan urutan nomor 05 sedangkan Alya nomor 07 di belakang dia. Perasaan cemas dan nervouse sudah dia rasakan, mendekati namanya yang akan di panggil.


"Nomor selanjutnya adalah nomor 05. Atas nama Asyafa Dorman, silahkan masuk dan persiapkan diri serta materi, dan perlengkapan pribadi untuk sidang. Saya beri waktu 10 menit dari sekarang." Ujar TU Fakultas memberi penjelasan.


"Loe pasti bisa Sya, semangat... !" Dukungan Alya sahabatnya.


"Siap, Besty!" Jawaban Asyafa yakin.


Asyafapun mulai masuk kedalam ruang sidang, dengan mencoba bersikap tenang dan wajar. Dia mulai mempersiapkan alat perlengkapan, dan bahan materi dengan cermat dan teliti. Seperti Laptop, Hardcopy, dan Fotocopy Power Point. Setelah dirasa sudah lengkap semua, Asyafa menyerahkan kepada TU Fakultas untuk diperiksa terlebih dahulu.


TU Fakultas memeriksa berkas dan bahan perlengkapan ujian tersebut, sebelum membuka dan memimpin jalannya sidang. Di ruang sidang terdiri dari dua orang Dosen Penguji, dan satu orang Dosen Pembimbing.


Perlahan Asyafa memulai sidang Skripsinya, menatap lurus kedepan dengan perasaan sedikit Nervouse, namun dia tepis rasa itu. Rayhan memberi semangat lewat jempol tangan kanannya, yang dia acungkan sebelum sidang di buka olehnya. Asyafapun hanya menganggukan kepala, memberi tanda dia siap.


"Jangan tegang dan harus Fokus dengan materi yang akan disidangkan." Ujar Dosen Aris sebagai Dosen Penguji.

__ADS_1


"Baik Pak Dosen." Jawab Asyafa singkat dan lugas, seraya menganggukan kepalanya sopan. Namun tidak bisa menutupi, raut tegang di wajahnya.


"Rileks.. Okay! " Ucap Rayhan, seraya mengerlingkan mata genitnya. Yang dianggukkan kecil oleh Asyafa.


"Saya beri durasi satu jam kedepan untuk Persentasi, silahkan di mulai." Ujar TU Fakultas.


Asyafa terlebih dahulu mengucap salam, dan kemudian memperkenalkan diri. Lalu menyebutkan judul Skripsi, dan mengucapkan terima kasih, atas waktu dan kesempatan yang di berikan. Diapun mulai mempresentasikan skripsinya, di depan Dosen Penguji dan Dosen Pembimbing.


Dosen Penguji memberikan beberqpa pertanyaan, sekitar presentasi skripsi yang di bawakan oleh Asyafa. Lalu Asyafa berhasil menjawab dengan lancar, dan tepat meski sedikit tegang. Dosen Pengujipun sangat puas dengan hasil, dan jawaban yang di berikan oleh Asyafa.


Lalu mereka berunding dan menyatakan, kalau Asyafa Dorman lulus. Seketika, mata Asyafa berkaca - kaca. Saking senangnya, Asyafa memeluk Rayhan tanpa sadar. Ketiga orang di sampingnyapun, sontak kaget mendapati adegan tersebut. Menyadari ada orang lain, Asyafa akhirnya melepaskan pelukannya. Dengan air muka bersemu merah menahan malu, Asyafa tersenyum kikuk.


"Maaf Pak Dosen semuanya, saya sangat terharu dengan apa yang barusan saya dengar. Saya sangat senang bisa Lulus tahun ini. Terima Kasih." Ujar Asyafa tersipu malu.


Sebelum Asyafa meninggalkan ruangan, para Dosen akhirnya, memberikan selamat atas kelulusannya. Termasuk Rayhan juga, tidak lupa memberikan selamat kepada calon istrinya itu. Lalu Asyafapun menerima jabatan tangan para Dosen teraebut.


"Eeeheeem.., Sepertinya ada sesuatu antara Dosen Rayhan dengan anak didiknya ini." Ledek Dosen Aris seraya duduk kembali ke tempat duduknya semula.


Rayhanpun hanya tersenyum kecil, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Melihat tidak ada jawaban dari Dosen Rayhan, Akhirnya Dosen Arispun berucap. "Di tunggu undangannya yah, Pak Dosen Rayhan."


Asyafa keluar dari ruang sidang dengan mata berbinar, menandakan kebahagiaan terpancar, dari senyuman lengkung di bibirnya. Melihat hal itu, Alya langsung berhambur memeluk bestynya tersebut. Lalu disambut hangat pelukan itu oleh Asyafa.


" Sya, kamu lulus! Selamat yach my besty. Aku turut bahagia." Ujar Alya tersenyum bahagia.


"Terima kasih Al, ini semua atas doa dan semangat dari loe juga." Ucap Asyafa tulus. " Loe juga harus semangat, sebentar lagi giliran loe Al." Ucap Asyafa memberi dukungan. Alyapun mengangguk, dan mengacungkan jempolnya memberi tanda Ok.


Mahasiswi dan mahasiswa yang lainpun turut memberi selamat, juga teman - teman satu genknya, tidak luput memberi selamat kepada Asyafa. Lalu diapun mengucapkan terima kasih banyak, kepada teman - temannya semua.


Sekarang giliran Alya, yang dipanggil untuk presentasi skripsinya. Asyafa memberikan dukungan, dan semangat untuk bestynya itu.


" Semangat Al, loe pasti bisa." Ucap Asyafa seraya mengacungkan jempolnya ke udara.


" Iya, Sya." Ucap Alya singkat menutupi rasa nervousenya.

__ADS_1


Satu jam sudah, Asyafa menunggu hasil dari sidang Skripsi sahabatnya itu. Akhirnya Alyapun keluar dengan air muka ceria, menandakan hasil yang baik. Lalu Asyafapun memeluk Alya terharu dan mengucapkan selamat atas kelulusannya. Di ikuti oleh teman yang lainnya, mengucapkan selamat seraya berjabat tangan.


" Terima kasih yah, semua teman - teman atas doa dan dukungannya." Ucap Alya seraya menangis haru.


Setelah bernangis dan bermelow selesai, lalu mereka berfoto bersama, untuk mengenang momen langka tersebut. Lalu merayakan kelulusan, dengan acara makan - makan di Kafe yang dekat dengan Kampus.


Sesampainya di Kafe, mereka duduk dengan bergabung dalam satu meja panjang. Ada yang memesan makanan, dan minuman yang disukai. Mereka bercanda tawa, dan berbincang - bincang sampai tidak terasa hari sudah senja. Dua jam sudah mereka menghabiskan waktu bersama.


Pekikan ponsel Asyafa, terdengar jelas. Lalu dia mengintip siapa yang menelpon, ternyata Dosen Rayhan menelpon. Tampak ragu untuk mengangkat, namun akhirnya dia mengangkat juga, sedikit agak menjauh dari temannya. "Aku angkat telepon dulu yah." Pamit Asyafa pada temannya.


" Iya.., dijawab oleh beberapa teman yang ada di didekatnya.


"Hallo, ada apa Kak Rayhan?"


" Hallo sayang, kamu sedang di mana? Ramai sekalih?"


" Sedang di Kafe Kak! Merayakan kelulusan kami."


"Ooh.., Kafe mana sayang?"


" Kafe dekat Kampus Kak."


"Iya sudah, nanti Kakak menyusul."


"Kak Rayhan jangan, nanti yang lain pada heran kalau Kakak ke sini."


"Memangnya kenapa sayang?" Kamu takut semua tahu hubungan kita."


"Iya, saya belum siap Kak!."


Tuuut.... ! Sambungan telepon dimatikan sepihak.


"Waah.., jangan - jangan Kak Rayhan, marah lagi sama aku. Habis sambungan telepon mendadak dimatikan." Asyafa berbicara dalam bathinya.

__ADS_1


Happy Reading


--BERSAMBUNG--


__ADS_2