
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Di Bandung, tepatnya di kediaman keluarga Bari Darma. Dua minggu sudah berlalu, setelah acara lamaran anaknya Wina Darma. Hari ini, tiba saatnya digelar pernikahan megah, nan mewah, anak semata wayang dari keluarga Bari Darma.
Pernikahan Wina Darma, dengan Yoga Aditama, dihadiri oleh kedua keluarga besar calon Pengantin, para tamu undangan, tetangga, dan teman-teman dekat Wina.
Tidak lupa pula, para kolega bisnis Tuan Bari, dan para karyawan Perusahaan Tuan Bari juga turut hadir, untuk menyaksikan acara Akad Nikah Wina Darma dan Yoga Aditama.
Acara Akad Nikah, dan Resepsi mereka sekaligus digabungkan ditempat yang sama, yaitu di kediaman Tuan Bari Darma.
Keluarga Beni Darma sudah berpenampilan seragam, mengenakan baju batik dan kebaya ala-ala adat Jawa. Mereka menghadiri acara Pernikahan keponakkannya, dengan antusias dan bahagia.
Asyafapun turut mengajak kedua orang tuanya, Ibu Nurlaila dan Ayah Bernad Dorman. Merekapun merupakan bagian dari keluarga besar Bari Darma, karena hubungan besan antara Asyafa dan Rayhan.
Adik Dewi Darmapun sudah datang sejak dua hari yang lalu, bersama sikembar Dara dan Dira. Papa Jaya Darma tidak bisa hadir, karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Kondisi kesehatan Jaya Darma semakin hari semakin menurun, namun dirinya bahagia karena semua anak-anak, dan cucu-cucunya sudah berkumpul kembali.
Menantunya Dimas yang menemani Jaya Darma di Yogyakarta, untuk menjaganya selama istrinya berada di Bandung menghadiri pesta Pernikahan keponakkannya, yang merupakan cucu dari Jaya Darma.
Adik Dewipun melakukan Video Call dengan Papanya Jaya Darma, untuk menyaksikan berlangsungnya acara Akad Nikah Wina Darma, dan Yoga Aditama.
"Hallo Papa, sekarang cucu kedua Papa akan menikah, Papa bahagia, bukan?"
"Heeemm..." Hanya gumamman yang bisa diucapkan oleh Jaya Darma, dalam Video Callnya, tampak wajah Jaya Darma bahagia, dengan air mata yang sudah membasahai pipinya.
Adik Dewipun memberikan Ponselnya kepada Wina yang sedang didandani oleh MUA, sangat cantik dengan gauh yang indah dan anggun.
__ADS_1
"Wina sayang, ini Kakek Jaya ingin melihat dirimu." Ucap Bulek Dewi ramah.
"Iya Bulek Dewi." Ucap Wina seraya mengambil ponsel tersebut dari tangannya.
"Asalamu'alaikum, Kakek dan Paklek Dimas, Wina minta doa restu dari Kakek yah, mohon doanya semoga semua berjalan dengan lancar, tanpa ada halangan suatu apapun. Hikkz.. hikkzz.. hikkzz..." Salam Wina dengan menangis, saat melihat kondisi Kakek Jaya yang semakin menurun.
"Heeemm.." Kakek Jaya bergumam, nampak dilayar ponselnya dengan mengangguk kepalanya kecil dan tersenyum mengembang.
"Wa'alaikumsalam, selamat menempuh hidup baru keponakkan Paklek yang cantik, semoga sakinah, mawahdah dan warohmah." Ucap Paklek Dimas dari layar ponselnya.
"Terima kasih Paklek dan Kakek, Wina sayang pada kalian semua. Semoga Kakek cepat sehat, dan panjang umur." Ucap Wina pula masih tampak bersedih terlihat dilayar ponselnya.
"Keponakkan Paklek berhenti menangis dong, masa mau menikah matanya bengkak karena banyak menangis. Ini hari bahagia buat semua, termasuk Kakek dan Paklek turut bahagia, meski tidak bisa menghadiri acara pernikahan Wina." Ujar Paklek dilayar ponselnya yang sudah nampak berkaca-kaca.
"Iya Paklek, Kakek. Wina berhenti menangis dan sekarang sudah tersenyum bahagia." Ucap Wina yang kemudian menghapus air matanya dengan tisu, dan tersenyum dalam tangisannya. Namun dirinya bahagia, sudah mempunyai keluarga yang saling menyayangi.
"Wa'alaikumsalam," Ucap Paklek Dimas.
Winapun mengembalikan ponselnya ketangan Bulek Dewi. "Terima kasih Bulek, Wina sedih melihat Kakek yang masih sakit, Wina engga tegak Bulek, hikkzz.. hikkzz.." Ucap Wina, seraya menangis haru biru melihat Kakeknya yang masih sakit, dan tidak bisa hadir diacara pernikahannya.
"Sudah Wina sayang, jangan menangis. Kakek Jaya bahagia dengan pernikahan Wina. Dia selalu mendoakan Wina agar menjadi istri yang soleha dan berbakti kepada suaminya kelak. Kakek juga meminta Wina setelah menikah untuk mengunjunginya nanti bersama Papa dan Mama." Ujar Bulek Dewi menenangkan.
"Iya Bulek Dewi, itu pasti Wina akan mengunjungi Kakek setelah menikah." Ucap Wina bersungguh-sungguh.
*******
__ADS_1
Di Apartement, Asisten Yoga sudah berkumpul keluarga besarnya yaitu Mama Deby, adiknya Delina, dan juga saudara dan keponakan dari Mama Deby, dan saudara dari kedua orang tua kandung Asisten Yoga.
Mereka datang dari Surabaya, untuk menghadiri pernikahan Asisten Yoga bersama Wina Darma. Mereka bahagia sekaligus bangga, kepada Asisten Yoga, karena bisa menikahi gadis belia, nan cantik dan baik. Apalagi gadis belia itu, anak dari Boss besarnya yang selama ini baik kepadanya.
Dikamarnya, Asisten Yoga sedang dirias, dan mengenakan baju pengantin oleh MUA, dari keluarga Wina Darma, yang memang sudah disiapkan dari pagi.
Adik Asisten Yoga yaitu Delina, dan Mama Debypun ikut didandani oleh MUA, sesuai dengan baju yang sudah disiapkan juga oleh MUA, karena baju mereka berseragaman, dengan keluarga Tuan Bari Darma.
"Kakak Yoga beruntung banget, sudah mendapatkan calon istri, seperti Kakak ipar Wina Darma." Ucap Delina jujur, seraya tersenyum mengembang, saat mereka sedang didandani oleh MUA.
"Iya dong, Adikku sayang. Kakak juga mendoakan Adik Kakak, agar menemukan jodohnya yang baik, dan sayang dengan keluarga." Ujar Asisten Yoga tulus, seraya mengulum senyum.
"Aamiin.. terima kasih doanya Kak Yoga." Ucap Delina bahagia, dan ikut tersenyum.
Mama Debypun ikut bahagia, dengan obrolan mereka berdua. Meski dirinya hanya sebagai Mama sambung dari Asisten Yoga, tapi dirinya sangat menyayanginya, seperti anak kandungnya sendiri. Terlihat dari hubungan Adik, dan Kakak yang harmonis meski mereka hanya saudara tiri.
Asisten Yoga sangat menyayangi Adiknya itu, dia menjaganya dari masih kecil saat usianya 2 tahun, karena Papanya telah meninggal. Asisten Yoga menjadi sosok seorang Ayah bagi Delina, hingga kini dia yang membantu membiayai kuliah Delina.
Mama Debypun sangat menyayangi Asisten Yoga, hingga menyekolahkan dirinya sampai lulus Sarjana, Mama Deby bekerja menjadi tulang punggung keluarga, setelah suaminya meninggal. Dia bekerja sebagai penjaga toko saat itu, hidup mereka sangat sederhana namun mereka bahagia.
Asisten Yoga sudah tampak gagah, dengan stelan jas hitam, dan kemeja putihnya, serta dasi berwarna hitam senada dengan warna jasnya. Celana hitam panjang berbahan sutra, menampilkan jenjang kakinya yang panjang, dan sepatu pantofel yang berwarna hitam, memperlengkap penampilannya.
Mereka sudah bersiap-siap untuk berangkat kerumah Keluarga Tuan Bari Darma, dengan dua buah mobil mini bus yang menampung keluarga dari Asisten Yoga. Lalu satu mobil yang berisi berbagai parsel buah, dan makanan juga mahar pernikahan.
Sedangkan Asisten Yoga menaiki mobilnya, yang sudah dihias layaknya mobil pengantin, bersama Mama Deby dan Adiknya Delina. Pak Supirpun, sudah disiapkan oleh Tuan Bari Darma.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih...