TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Supir Jemputan


__ADS_3

"Eeeeh.. Bapak mau ngapain?" Tanya Asyafa, menahan jantungnya yang berdebar tidak karuan.


"Aiish.. kamu, galak banget jadi cewek! Saya cuma mau bersihin ini, ada nasi di bibir kamu!Jadi cewek jorok banget, engga ada bersih-bersihnya!" Omel Dosen itu ketus.


"Oooh.. kirain, Bapak mau apa?" Tanya Asyafa mencebik menahan malu.


"Mana nomornya?" Tannya Dosen itu kembali, seraya mengangkat jari tangan kanannya ke udara.


"Nomor apa yah Pak?" Tanya Asyafa balik, tanpa dosa.


"AIish... kamu ini! Baru saja tadi saya ngomong, sudah lupa lagi!" Dosen Rayhan menggelengkan kepalanya pelan.


"Nomor HP kamu mana? Sebutin saja berapa?" Tanya Rayhan serius.


"Penting banget yah Pak." Ledek Asyafa, yang seakan tidak mau memberi tahu nomor HP nya.


Mata Dosen itu memutar jengah kearah gadis itu. "Cepat sebutkan nomornya, jangan banyak bicara." Perintah Rayhan.


"Iya, Pak! Sabar donk, saya buka HP dulu." Asyafa mencari nomor kontak HP dia yang disimpan di daftar kontak


"Memangnya, kamu tidak hapal dengan nomor kamu sendiri hah.. ?" Tanya Rayhan seraya meraih ponsel dari tangan Asyafa, kemudian dia mengetikkan nomornya sendiri di ponsel Asyafa. Langsung disave di ponselnya, lalu melakukan panggilan telepon ke nomornya, hingga tersambung.


"Sudah, simpan baik-baik nomor saya! Jangan di blokir yah! Awas saja kalau sampai itu terjadi." Ancam Dosen Rayhan menggertak.


"Heem... !" Asyafa bergumam.


"Saya pamit yah Pak! "Assalamualaikum.." Seraya membuka pintu pelan. Lalu gadis itu berjalan cepat.


"Waalaikumsalam.. hati-hati dijalan Nona! Jangan lupa nanti, balas chat saya." Ancam Dosen itu.


"Insaya Allah Pak!" Tanpa berbalik arah, gadis itu hanya melambaikan tangannya.


"Dasar gadis bodoh itu." Umpat Dosen itu kesal.


Sesampainya di basscamp, Asyafa langsung membaur dengan anak-anak genk nya!


"Woi.. kemana saja guys! Kenapa baru sampai?" Tanya Lala temannya, seraya menghampirinya dan bertoss ria salam persahabatan.


"Ada urusan gue." Jawab Asyafa.


"Alya mana La?" Tanya Asyafa, yang sedari tadi tidak melihatnya.


"Kayaknya dia pulang deh, dari tadi dia disini ngumpul bareng kita, sehabis telepon loe dia langsung cabut. Katanya Bokap sama Nyokapnya nyuruh pulang." Jawab Lala, seraya mengintruksi teman-temannya.


"bukan begitu guys!"

__ADS_1


"Iya betul." Sahut anak-anak kompak.


"Yah bagaimana ini, engga ada Alya engga seru dong guys!." Ucap Asyafa kecewa.


"Ya sudah lain kali saja kita jalan, ok!" Andi memberi usul.


"Ok.. ok.. saja kalau kita sih!" Ucap semuanya setuju.


"Ya sudah kita bubar saja yah, sudah sore juga guys." Usul Asyafa.


Akhirnya semua meninggalkan Basscamp.


Ketika Andi hendak melajukan motornya, dia melihat Asyafa berdiri di depan jalan kampus sendiri. Lalu diapun menghampirinya.


"Asyafa, kamu pulang sama siapa?" Tanya Andi kepo.


"Aku pulang dijemput Supir Pak Dadang, seperti biasa." Jawabnya santai.


"Sepertinya, Supir yang biasa jemput kamu engga ada tuh! " Ucap Andi, seraya mencari-cari keberadaan mobil dan supir Asyafa.


"Mungkin masih di jalan, tadi baru aku chat Pak Dadang katanya siap! Sudah kamu duluan saja Andi." Ucap Asyafa meyakinkan.


"Ya sudah, aku duluan yah! kamu yakin, engga mau bareng? Tanya Andi sekali lagi.


"Engga Andi, terima kasih! Hati-hati di jalan." Doa Asyafa, seraya melambaikan tangan sampai motor Andi menghilang dari pandangannya.


"Kemana sih, Pak Dadang? Kenapa lama sekalih?." gerutu gadis itu.


Lalu Asyafa mulai membuka ponselnya, dan menghubungi Pak Dadang kembali.


Tuut.. tuut.. tuut... !


"Kenapa engga diangkat-angkat juga, kemana Pak Dadang?" Asyafa kesal dan mengomel sendiri.


Tiin... tiin... !


Dia tersentak bunyi klakson.


"Wooi... kira-kira donk! Bunyi klaksonnya biasa saja kali." Ujar gadis itu kesal, seraya menatap sengit ke arah mobil tersebut.


Perlahan, kaca mobil dibuka oleh pemiliknya, seraya menaikan kaca mata hitam keatas rambutnya. pria itu tertawa " Ha... ha... ha.... gadis bodoh! Sedang apa kamu disitu? Pulang Nona, sudah sore, ayo naik ke mobil saya." Ajak Rayhan.


"What.. Pak Dosen! " Bathin Asyafa.


"Eeeh Bapak.. kirain siapa." Asyafa tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Kenapa Bapak baru pulang?" Tanya Asyafa asal.


"Iya... saya ada kelas makul S2 saya. Makanya baru pulang." Jawab Rayhan santai.


"Dan kamu, lagi ngapain disini? Kenapa belum pulang? Tanya Rayhan penasaran.


"Aku lagi nunggu Pak Dadang, supir aku belum jemput dari tadi." Jawab Asyafa jujur.


"Sudah kamu telepon Pak Supirnya?" Tanya Rayhan lagi.


"Sudah, tapi engga ada jawaban." Ucapnya Asyafa muram.


"Coba kamu hubungi sekali lagi! Kalau tidak ada jawaban, sudah ikut saya saja nanti saya antar kerumah Nona." Usul Rayhan.


Asyafa mulai menghubungi Supirnya itu, tapi masih tidak ada jawaban, padahal ponsel Pak Dadang aktip. Asyafa mendengus kesal.


"Sepertinya, kamu harus ikut saya Nona." Ajak Rayhan yang melihat raut muka Asyafa muram.


"Baik Pak, apa boleh buat! Saya terpaksa." Asyafa menyerah, seraya membuka pintu mobil Rayhan di belakang.


"What.. apa kamu bilang, terpaksa? Dasar gadis aneh." Umpat pria itu.


"Eeeh.. engga ada yah duduk dibelakang, di depan dong, emang saya supir kamu, hah... ?" Omel Rayhan kesal.


"Baik, Pak Dosen!" Jawab gadis itu malas.


Akhirnya, Asyafa membuka pintu mobil depan dan duduk dengan manis. "Ayo Pak jalan!" Seru Asyafa.


"Nanti dulu, saya.. mau.. " Ucapan Rayhan terhenti, Asyafa memotong ucapannya.


"M.. mau apa Bapak? Jangan macam-macam yah Bapak! Saya bisa teriak disini." Ujar Asyafa yang ketakutan.


"Aish.. kenapa coba? Saya hanya mau pasang seat belt, biar aman tahu!" Seperkian detik wajah tampan Rayhan hampir menyentuh wajah Asyafa, lagi-lagi jantung Asyafa tidak bisa dikondisikan, berdebar lebih kencang, Asyafa mulai memejamkan matanya.


"Dia terlihat imut." Bathin Rayhan tersenyum.


"Sudah.. ayo kita jalan.. ! Dimana alamatmu? " Tanya Rayhan.


"Bapak lurus ikutin jalan ini saja, nanti kalau ada pertigaan belok kanan, selanjutnya nanti saya arahkan lagi. Ujar Asyafa mengintrupsi.


"Kalau sudah tahu rumah kamu, nanti lebih mudah, bukan? Engga susah nyari-nyari lagi." Ucap Rayhan, seraya mengerlingkan matanya.


"Whaat.. ! Apa maksudnya Pak Dosen? Asyafa heran.


Happy Reading

__ADS_1


--Bersambung--


__ADS_2