TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Permintaan Hadiah


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Dikediaman Bari Darma, saat ini Perusahaan Bari Darma berangsur membaik, sekembalinya Bari dari Yogyakarta, Dewi adiknya yang meminta bantuan kepada suaminya Dimas, dan Kakaknya Beni agar mau mengucurkan dana untuk menutupi hutang-hutang Perusahaannya di Bank, sehingga Bank tidak jadi menyegel Perusahaannya.


Bari sangat bersyukur mempunyai seorang Adik yang baik hati, seperti Dewi dan Dimas suaminya. Diapun sangat bangga mempunyai seorang Kakak yang bijaksana seperti Beni dan Jovanka istrinya. Tanpa bantuan mereka yaitu Adik dan Kakaknya, mungkin saat ini Bari sudah jatuh miskin.


Perusahaan kembali beroperasi dengan baik, meski secara perlahan-lahan para investor lama yang pernah bekerja sama, sekarang kembali menanamkan saham mereka di Perusahaan Bari.


Sekarang Bari sudah lebih tenang dan bahagia menjalankan Perusahaannya, tanpa dibayang-bayangi rasa bersalah, kepada Papa Jaya Darma, beserta Adik dan Kakaknya.


Bari sudah berjanji dalam hatinya akan mengembalikan sebagian saham milik Papa Jaya, Adik Dewi dan Kakak Beni. Namun butuh waktu yang cukup lama, agar Perusahaannya kembali seperti sedia kala. Asisten Pribadinya Yoga sangat setia, dan juga handal dalam membantu kemajuan Perusahaan Bari saat ini.


Wina anak semata wayang Bari dan Hilda, sudah tumbuh menjadi anak gadis yan ceria dan pintar. Tahun ini usia Wina tepat berumur 18 tahun, ulang tahunnya kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Karena Wina sedang mengalami yang namanya jatuh cinta.


"Papa, Mama, tahun ini aku sudah lulus SMA, dan aku akan masuk Universitas. Sebentar lagi, aku ulang tahun yang ke 18 tahun. Aku boleh minta hadiah yang berbeda, dari tahun-tahun sebelumnya, tidak?" Tanya Wina dengan jujur dan polos.


"Anaknya Mama dan Papa yang cantik, emangnya Wina minta hadiah ulang tahun apa, tahun ini? Sepertinya pingin jalan-jalan keluar negeri, atau pingin boneka besar, atau iPad terbaru, atau mobil baru?" Tanya Mama Hilda, seraya menyebutkan jenis hadiah yang diinginkan Wina. Sedang Papa Bari hanya mengangguk kecil dan tersenyum mengikuti ucapan istrinya.


"Wina bukan minta hadiah seperti itu, tapi Wina minta hadiah Asisten Yoga." Ucap Wina polos dengan wajah memerah seperti buah ceri.


"Apa?" Ucap Papa Bari dan Mama Hilda bersamaan, dengan ekspresi air muka terkejut.


"Kenapa? Memangnya Wina salah, kalau Wina minta hadiah itu?" Tanya Wina polos, tanpa rasa bersalah.


"Salah dong Wina, sayang? Asisten Yoga itu bukan barang, atau makanan, dia itu manusia seperti kita, masa kamu minta sebagai hadiah? Kamu ini ada-ada saja." Jelas Mama Hilda gemas, dengan anak cantiknya itu. Sedang Papa Bari, hanya menggelengkan kepalanya heran.


"Tapi Mam, Wina menyukai Asisten Yoga! Apa salah, kalau Wina mau Asisten Yoga?" Tanya Wina dengan sedikit wajah memelas.


"Haaah..?" Mama Hilda dan Papa Bari lebih terkejut, dengan pertanyaan kali ini. Wina sungguh-sungguh menyukai Asisten Pribadinya Papa Bari, yang usianya cukup jauh dengan Wina.


POV : Asisten Yoga

__ADS_1


Asisten Pribadi Papa Bari yang bernama Yoga Andara, adalah seorang pria yang sudah berusia 35 tahun, namun dia sampai kini belum juga menikah. Mungkin karena ada sesuatu yang pernah terjadi dalam masalah asmaranya, ataupun masa lalunya yang tidak banyak orang tahu.


Asisten Yoga memiliki paras yang cukup tampan dengan rahang yang kokoh, hidung mancung, bulu mata panjang, alis tebal, kumis tipis ada sedikit jenggot didagu dan rambut lurus, sungguh pria maskulin.


Meski usia Asisten Yoga terbilang cukup matang, namun penampilannya tidak kalah keren dengan anak muda saat ini. Dia tergolong memiliki wajah seperti Babyface, yang selalu terlihat muda dari usia yang sebenarnya.


Bagaimana tidak, seorang gadis cantik yang bernama Wina Putri Darma saja, bisa begitu sangat menyukai Asisten Yoga. Usia Wina yang terpaut hampir 17 tahun, tidak mengurangi rasa sukanya kepada Pria tersebut.


*******


Dikediaman Papa Beni Darma, Asyafa sedang berduduk santai disamping kolam renang. Rayhan datang dengan sepiring buah apel yang ada ditangan kanannya, dan satu gelas orange juice ditangan kirinya.


"Cinta, kamu makan ini dulu biar perut kamu engga mual terus." Pinta Rayhan, agar istrinya itu mau makan, meski hanya sedikit.


Sudah dua hari ini, Asyafa sering malas makan, karena jika setiap dia makan dipagi hari, pasti perutnya akan terasa mual. Maka dari itu, Asyafa tidak ingin makan dipagi hari.


Cara mengatasi rasa mual istrinya dipagi hari, Rayhan berusaha mengganti nasi, atau roti yang biasa Asyafa makan, dengan sepiring buah apel yang sudah dikupas, lalu dipotong memanjang, dengan satu gelas jus jeruk.


"Iya sayang, sini duduk." Sahut Asyafa, seraya menepuk-nepuk kursi, yang sedang Asyafa duduki.



"Iya.. sayang, aku akan makan apel ini biar Kakak senang." Ucap Asyafa, seraya menggigit pelan apel yang diberikan suaminya itu.


"Nah, ini baru istriku yang cantik dan baik." Puji Rayhan bangga dengan istrinya, seraya memberikan dua jempol tangannya didepan wajahnya.


"He.. he.. he... bisa saja suamiku kalau memuji."


"Iya dong cinta, kalau bukan memuji istrinya, lantas aku harus memuji siapa dong? He.. he.. he.." Ucap Rayhan terkekeh.


"Iya.. iya.. deh, sayang." Sahut Asyafa menurut.

__ADS_1


Setelah sepiring Apel habis, dan orange juice habis, beberapa menit kemudian Asyafa langsung merasa mual lagi. Asyafa lantas mengeluarkan semua isi makanan, dan minumannya, yang baru saja diisi kedalam perutnya.


"Uweek.. uweek.. uweeek.."


Rayhan sungguh tidak tega melihat istri yang sangat dia cintai itu selalu mual dan muntah, jika perutnya baru diisi di pagi hari. Tapi anehnya, jika siang hari dan malam hari, dirinya masih bisa makan dan minum seperti biasanya.


Rayhan mengikuti istrinya kemanapun dia pergi, apalagi saat seperti ini. Yang tiba-tiba mual dan muntah.


"Sayang, perutku terasa sakit dan perih kalau sehabis muntah begini." Ungkap Asyafa jujur, dengan apa yang dia rasakan.


"Bagaimana kalau kita berobat ke Dokter saja, cinta? Biar kita tahu kamu sakit apa?" Usul Rayhan, dengan wajah yang sangat cemas.


"Iya sudah sayang, jika itu yang terbaik." Sahut Asyafa pasrah.


"Ayo sekarang kita siap-siap ke Rumah Sakit, cinta." Ajak Rayhan, seraya menautkan jari tangan mereka dengan mesra. Sedang Asyafa, hanya menurut kemauan suaminya itu.


Merekapun berpamitan kepada Mama Jovanka, untuk pergi berobat ke Rumah Sakit.


"Tapi, sayang, lebih baik Kamu telepon saja Dokter Pribadi Papa, agar datang kesini!" Ujar Mama Jovanka memberi saran.


"Tidak bisa Mom, Dokter Adam 'kan dokter spesialis Jantung, bukan Dokter umum." Tolak Rayhan dengan jelas.


"Iya juga, yah." Ucap Mama Jovanka. Sedang Rayhan dan Asyafa hanya mengangguk kecil.


"Sayang, kamu sangat pucat sekalih wajahnya. Sudah dua hari ini bukan, kamu mual-mual dan muntah-muntah?" Tanya Mama Jovanka.


"Iya Mom." Sahut Asyafa dan Rayhan bersamaan.


"Iya.. sudah, Mama ikut, siapa tahu saja kamu..." Ucapnya terhenti saat Rayhan memotong ucapan Mama Jovanka.


"Kamu apa Mom... ?"

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


__ADS_2