TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Kebencian Charles


__ADS_3

Pagi ini, di kantor Perusahaan Papa Thomas, sudah ramai dengan berita tewasnya salah satu karyawan PT. DORMAN GLOBAL Corporation Elektronik Industries. Berita itu seketika menggemparkan jagat maya dan juga siaran TV, Radio, majalah, koran dan media sosial.


Banyak karyawan lain yang bertanya-tanya dan bergosip tentang Andre.


("Andre tewas gantung diri.")


("Padahal dia orang kepercayaan Tuan Thomas.")


("Selama ini Andre baik.")


("Memang Andre sedikit tertutup masalah pribadinya.")


("Jangan-jangan dia bunuh diri akibat patah hati.")


Begitulah kiranya, gosip yang mereka utarakan tentang Andre semasa mereka mengenalnya. Bahwasanya Andre adalah tulang punggung keluarga, dia orang yang sangat tertutup soal kehidupan pribadinya. Andre tinggal sendiri di sebuah apartement, yang tidak jauh dari tempat kerjanya.


"E... eeheem." Bernad berdehem.


Seketika para karyawan yang bergosip tentang Andre, langsung bringsutan berlari ke tempat meja kerjanya masing-masing.


Sekretaris Janet dan Asisten Ramon Papa Thomas, menyambut kedatangan Tuan Bernad dengan ramah dan sopan, pasalnya Papa Thomas semasa hidupnya selalu percaya dan mengandalkan Bernad dalam membantu pekerjaannya di kantor.


"Selamat pagi Tuan Bernad, ada yang bisa saya bantu?" Sapa Sekretaris Janet ramah dan sopan, begitupun sama yang di lakukan Asisten Ramon.


"Pagi, nona Janet dan Asisten Ramon, untuk saat ini, saya belum butuh bantuan kalian. Bila saya butuh, saya akan menghubungi kalian." Jawab Bernad ramah, seraya menjelaskan dengan sopan.


"Iya... Tuan Bernad, terima kasih." Ucap mereka bergantian, lalu Bernad mengangguk kecil dengan senyum mengembang.


Bernad untuk sementara menggantikan posisi Papa Thomas, karena belum ada orang yang menggantikan tugas-tugas beliau. Karena itu, Bernad mengumpulkan semua Atasan yang memegang bagian penting Perusahaan untuk melakukan meeting bersama.

__ADS_1


Ketika Bernad sedang mengadakan meeting bersama teem masing-masing atasan pegawai yang memegang bagian Produksi, Pemasaran, Suplayer, Material, QA, Office HRD dan Para STAF, tiba-tiba dengan lancangnya suara teriakan terdengar dari pintu yang baru saja di buka.


"Hentikaaaaan.... !" Ucap Charles menggema ke seluruh ruangan.


Seketika semua orang yang berada di ruangan tersebut, langsung terdiam hening tanpa suara. Hanya Bernad yang nampak kesal dengan sikap arogan Kakaknya itu.


"Siapa yang suruh kalian berkumpul di sini? Apa kalian tidak punya kerjaan hah.. ?" Tanya Charles, seraya membentak semua karyawan yang berada di ruang meeting tersebut. Namun tidak ada yang berani melawan Charles, hanya Bernad yang menjawab pertanyaan Kakaknya itu.


"Kak, kami ini sedang meeting penting, demi kelangsungan Produksi dan Perusahaan. Untuk sementara, Adik yang akan menggantikan tugas Papa Thomas. Jadi Adik mohon, untuk Kakak tidak berteriak seperti tadi." Ujar Bernad ramah, seraya mengulum senyum.


"Hentikan sandiwaramu, Dik. Bukankah ini yang kau inginkan jabatan Papa selama ini? Menguasai harta Papa untuk dirimu sendiri?" Hardik Charles menuduh Bernad tanpa bukti yang jelas.


Bernad yang mendengar tuduhan Kakaknya itu sangat kesal di buatnya, semua karyawan menatap heran tidak percaya, apa yang di katakan Charles yang menuding Adiknya sendiri.


"Saya mohon meeting ini di tunda dahulu, nanti di lain waktu saya akan adakan meeting kembali. Terima kasih atas waktunya, selamat pagi dan kembali bekerja semuanya." Ucap Bernad tidak enak hati.


Bernad dan Charles tinggal berdua di ruangan itu.


"Apa yang kau inginkan, Kak? Mengapa Kakak mengatakan seperti itu? Sungguh Kakak tidak sopan terhadap para karyawan. Meski mereka hanya karyawan, kita harus menghormati mereka, Kak." Tanya Bernad penuh dengan kekecewaan, dengan sikap Kakaknya yang arogant dan tidak sopan.


"Diam kau.. ! Siapa yang mengizinkan kau untuk menggantikan posisi Papa hah... ? Tanya Charles dengan emosi yang meletup-letup.


"Kenapa mempertayakan hal itu, Kak? Adik tidak menggantikan posisi Papa, tapi hanya melakukan tugas Papa sementara, banyak pekerjaan yang tertinggal semenjak Papa meninggal." Jelas Bernad jujur, tanpa mengharapkan dirinya untuk duduk di posisi Papa Thomas sebagai Presiden Direktur.


"Biar Kakak yang akan menggantikan posisi Papa, ke depannya. Kau urus saja pekerjaan sebelumnya, tidak usah sok pintar dan sok tahu." Ucap Charles dengan angkuhnya.


Bernad terkejut dengan apa yang di ucapkan Kakaknya tersebut, seolah menghina dan membenci dirinya yang merupakan adik kandungnya.


"Kak, mengapa kau bilang aku sok pintar dan sok tahu? Apakah kau sebenci ini kepadaku? Jika memang kau tidak suka kepadaku dan membenciku sebagai Adikmu, aku akan pergi dari sini atau menghilang selamanya dari Negara ini, jika kau yang menginginkan." Ujar Bernad memberi pertanyaan, dan ungkapan hati seorang Adik kepada Kakaknya, dengan muka yang sudah merah menahan tangis yang sudah membendung di pelupuk matanya.

__ADS_1


"Lebih bagus jika itu yang kau lakukan, kau itu lebih baik ikut ke Negara istrimu, dari pada kau di sini hanya menjadi pembawa sial untuk kami." Hardik Charles mengusir Adiknya secara terang-terangan, selama ini Charles tidak bisa melakukan itu, karena masih ada Papa Thomas yang akan membelanya. Lain hal dengan saat ini, dia bisa berbuat sesuka hatinya. Charles membenci Bernad dari kecil, karena dia merasa selalu di jadikan nomor 2 oleh orang tuanya selama ini.


Bernad bergeming, mendengar Charles mengusirnya dari Negaranya sendiri, dan mengatakan jika dirinya pembawa sial. Bernad akui selama ini, apa yang di lakukan oleh Bernad menikahi Nurlaila sangatlah ditentang oleh keluarga besar Papa Thomas, terlebih lagi Mama Merry yang sangat membenci keputusan Bernad untuk menikahi Nurlaila saat itu. Namun seiringnya waktu berjalan, sikap Nurlaila yang baik dan perhatian membuat kedua orang tua Bernad akhirnya merestui pernikahan mereka.


"Baiklah, jika itu yang kau inginkan, Kak. Tapi sebelum aku pergi, aku akan menuntaskan kesalah fahaman Mama kepadaku tentang penyebab kematian Papa." Ucap Bernad, seraya meninggalkan Kakaknya dengan berderai air mata, tanpa suara tangis terdengar.


Charles tersenyum menyeringai, disaat Bernad meninggalkan ruangaan itu. Lalu tertawa puas di saat Bernad sudah menghilang dari penglihatannya.


"Ha.. ha.. ha.. "


"Carilah semampumu Dik, bukti dan saksi sudah lenyap di tanganku." Ucap Charles dengan sombongnya.


*******


Di Apartement Andre Luis, Team Polisi masih melakukan penyelidikan kasus bunuh diri seorang karyawan yang bekerja di Perusahaan terbesar di Kota Amsterdam.


Kasus bunuh diri ini, masih dipertanyakan dan di ragukan oleh pihak Kepolisian. Pasalnya seorang Detektif muda yang bernama Tuan Albert, menemukan 2 cangkir minuman di dalam kamar yang tinggal tersisa sedikit. Detektif itu mencurigai ada tamu malam itu, sebelum terjadinya bunuh diri.


"Aku mencurigai isi air minum ini Tuan." Ungkap Detektif Albert, yang menemukan keganjalan.


"Coba kamu bawa sample air minum itu, untuk di chek di Lab Rumah Sakit, lalu bawa hasilnya secepatnya." Perintah atasan Detektif itu dengan cepat.


"Baik Tuan, saya laksanakan." Jawab Albert cepat, seraya membawa sample air minum itu ke Rumah Sakit.


Happy Reading


--BERSAMBUNG--


...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........

__ADS_1


__ADS_2